Berita Terkini

RG Manajemen dan Inovasi Agribisnis FP UNS Adakan Pelatihan Inovasi Produk

By 6 August 2020 No Comments

UNS-Riset Grup (RG) Manajemen dan Inovasi Agribisnis Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan pelatihan inovasi produk, kemasan produk, dan digital marketing pada Rabu (28/7/2020). Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dan siaran langsung kanal Youtube ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan ini adalah dosen Agribisnis FP UNS, Erlyna Wida Riptanti, M.P., R. Kunto Adi, M.P., dan Isti Khomah M.Si.

Erlyna Wida Riptanti, M.P. menyampaikan materi mengenai pengembangan produk untuk meningkatkan peluang bisnis.
“Faktor pengembangan produk cukup banyak, antara lain perubahan selera konsumen, efisiensi, kemerosotan kinerja perusahaan dan keinginan meningkatkan kualitas produk. Selain itu, melemahnya bargaining position dalam menghadapi para supplier bahan baku, suku cadang dan komponen juga menjadi latar belakang pengembangan produk. Selain itu, faktor lainnya adalah pesaing semakin kuat, perubahan teknologi, dan usia produk semakin pendek,” terangnya.

Secara garis besar, gagasan dalam pengembangan produk dapat dibagi menjadi dua sumber yaitu internal dan eksternal. Sumber internal merupakan bagian dari penelitian dan pengembangan yang muncul dari konsultan perusahaan, tenaga penjual, manajemen, dan karyawan. Sedangkan sumber eksternal lebih merujuk pada kecenderungan pasar.

“Alternatif pengembangan produk yang bisa dilakukan antara lain memodifikasi produk yang sudah ada dan memperbaiki produk lama. Selain itu dapat juga dengan menambahkan sisi manfaat dari produk lama agar masyarakat semakin tertarik membeli produk tersebut. Kita juga bisa meniru produk yang sudah ada di pasar namun harus diolah agar semakin kreatif dan inovatif,” jelasnya.

Erlyna juga menjelaskan bahwa banyak pula hambatan dalam mengembangkan produk baru seperti gagasan masih kurang, ketatnya persaingan pasar, peran pemerintah, hingga pembiayaan.

Sementara itu, Isti Khomah dalam materinya juga menyampaikan mengenai digital marketing yang dapat digunakan sebagai media pemasaran produk. Jadi, tidak hanya pengembangan produk saja yang dilakukan, melainkan juga pada aspek pemasaran.

Dalam mengembangkan produk juga dapat dilakukan melalui segi kemasan produk, seperti yang disampaikan oleh R. Kunto Adi dalam materinya.

“Kemasan produk yang baik yakni apabila menarik calon konsumen serta memiliki ciri khas yang mudah diingat oleh konsumen. Selain itu, kualitas kemasan untuk melindungi isi produk juga sangat penting agar menjamin kepuasan konsumen. Kemasan dapat memudahkan dalam penyimpanan, pengangkutan, dan peletakan saat display pajangan show room atau toko,” paparnya.

Jenis-jenis kemasan yang biasa digunakan pada umumnya yaitu kemasan kertas, gelas, logam, plastik, dan komposit. Syarat bahan kemasan yang bagus yaitu memiliki kemasan yang bersifat tidak beracun, kedap air, dan tahan panas.

“Karakteristik desain kemasan haruslah memiliki perlindungan atau proteksi terhadap produk baik saat menghadapi cuaca, tekanan, pukulan, suhu, dan sebagainya. Selanjutnya biaya tidak melebihi manfaat, mudah saat dilakukan distribusi produk, mudah dibuka, dipegang dan memiliki unsur estetika atau promosi. Selain itu, harus mempertimbangkan segi lingkungan, apakah kemasan produk kita ramah atau tidak untuk lingkungan,” pungkasnya. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti

Leave a Reply