Pascasarjana Program studi Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Badan Informasi Geospasial menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Pemanfaatan Informasi Geospasial untuk Peningkatan Sinergi Pengelolaan Lingkungan Hidup, Sabtu (3/9/2016) di The Alana Hotel. Seminar dihadiri sekitar 80 peserta yang terdiri dari para akademisi (dosen, guru, mahasiswa), praktisi, peneliti dan masyarakat umum yang memiliki ketertarikan tentang masalah lingkungan hidup. Terdapat 3 makalah utama dan 84 makalah pendamping yang dibahas dalam seminar ini.

(Dari kiri: DjatiWitjaksonoHadi, PriyadiKardono, Widodo Muktiyo, ChatarinaMuryani, danMoh. Gamal Rindarjono)

(Dari kiri: Djati Witjaksono Hadi, Priyadi Kardono, Widodo Muktiyo, Chatarina Muryani, dan Moh. Gamal Rindarjono)

Seminar Nasional Geospasial dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama UNS, Widodo Muktiyo. Dalam sambutannya, Widodo berpendapat krisis lingkungan terjadi tidak hanya karena fenomena alam tetapi juga akibat dari keserakahan manusia. “Kita perlu melakukan upaya pencegahan dan pemeliharaan atas masalah yang terjadi tersebut,” tambahnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menambah wawasan keilmuan  tentang pemanfaatan informasi geospasial, pengelolaan lingkungan hidup dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), serta sebagai forum komunikasi dan desiminasi hasil-hasil penelitian tentang lingkungan hidup, kebumian, kebencanaan  dan pendidikan.

Seminar Nasional ini menghadirkan narasumber yang berasal dari berbagai instansi, di antaranya Kepala Badan Informasi Geospasial Priyadi Kardono sebagai pembicara kunci; Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengendalian DAS Djati Witjaksono Hadi, Kepala Pusat Pengendalian Pengembangan Ekoregion Jawa KLH Sugeng Priyanto, dan Kepala Prodi Pendidikan Geografi FKIP Moh. Gamal Rindarjono sebagai pembicara makalah utama; serta empat pembicara makalah pendamping.

Pembahasan utama dalam seminar ini yaitu tentang permasalahan lingkungan dan laju kerusakan lingkungan hidup yang telah terjadi dalam kurun waktu terakhir. Turunnya kualitas lingkungan hidup yang disebabkan oleh kegiatan pembangunan di berbagai bidang mengancam kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Untuk itu, diperlukan data dan informasi geospasial yang berperan strategis dalam program perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Dengan data informasi geospasial yang lengkap dan berkualitas proses pengambilan keputusan dapat lebih efektif dan efisien serta dapat diaplikasikan di berbagai sektor.“

Tema dalam seminar ini diusung karena kurangnya sinergi pengelolaan lingkungan hidup meskipun berbagai usaha telah dilakukan,” ujar ketua panitia Setya Nugraha. Dengan adanya seminar ini, panitia berharap masyarakat lebih peduli untuk menjaga bumi serta membuat strategi dalam melakukan usaha perlindungan dan pengelolaan lingkungan di Indonesia.[](elsa.red.uns.ac.id)