Berita Terkini

Spa dan Ratus Tradisional Indonesia Digemari di Jepang

By 13 December 2012 April 30th, 2013 No Comments

SOLO – Perawatan tubuh spa dan ratus wewangian asli Indonesia ternyata digemari di Jepang. Pemilik Mustika Ratu Mooryati Soedibyo yang membuka gerai spa Taman Sari Royal Heritage mengakui bahwa gerainya yang dibuka di Jepang ramai dikunjungi warga setempat yang tertarik untuk merasakan spa dan ratus tradisional Indonesia.

Mereka ternyata menikmati sensasi dari spa serta ratus yang membuat tubuh relaks dan wangi. Dan ini semua adalah resep asli peninggalan leluhur yang harus dilestarikan,” kata Mooryati di sela-sela Seminar Internasional dan Workshop Wewangian Tradisional kerjasama Institut Javanologi UNS dengan Mustika Ratu di Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH), Kamis (13/12/2012).

Mooryati menjelaskan, ratus merupakan sejenis setanggi yang digunakan untuk mewangikan rambut dan seluruh tubuh hingga organ kewanitaan. Di pasaran, produk ini dijual dalam bentuk serbuk kasar. Cara pemakaiannya adalah dengan dibakar di atas kompor kecil atau anglo. Kemudian asapnya yag wangi diarahkan ke seluruh bagian tubuh. Metode perawatan seperti ini umum dilakukan oleh putri-putri keraton.

Namun, penggunaan ratus semacam ini sudah jarang dijumpai karena dianggap tidak praktis. Keterampilan pembuatannya juga sudah jarang dikuasain orang.

Menanggapi hal tersebut, Mooryati lantas membuat ratus yang lebih simpel penggunaanya. Ia mengemas ratus dalam bentuk spray atau lotion untuk mewangikan tubuh, rambut, dan pakaian.

Ratus memliki bau yang khas. Selain itu, wanginya juga bisa bertahan lebih lama dibandingkan dengan parfum biasa. “Berbasis riset dan teknologi, jamu bisa diproduksi modern. Tidak melulu kalau jamu itu ketinggalan zaman dan ribet,” tutur Mooryati.

Untuk memanjakan pelanggan gerai Taman Sari Royal Heritage yang dibuka Mooryati di Jepang, ia mengirimkan sejumlah terapis untuk perawatan spa, lulur, ratus hingga terapis pijat.

Omzet kosmetik Mustika Ratu, diakui Mooryati, memang tak terlalu besar di luar negeri, hanya sekitar 30 persen. Sebab produk mereka tidak dijual ke toko melainkan hanya ada di gerai Taman Sari.

“Pangsa terbesar tetap di dalam negeri. Namun, untuk mengenalkan sekaligus melestarikan tradisi, kami juga membukanya di luar,” ungkapnya.

Dijelaskan, ada delapan macam bahan dalam ramuan ratus yakni kayu manis, biji pinang, kayu daru, kayu cendana, akar klembak, pucuk dan kayu gantir, akar wangi, da biji klabet.[]

Leave a Reply