TEDx UNS Tekankan Pentingnya Mencintai Diri Sendiri

UNS — Sebagai salah satu komunitas yang ingin menghadirkan dampak positif di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui penyebaran kalimat positif dalam bentuk pidato maupun diskusi, TEDx UNS membahas topik tentang mencintai diri sendiri. Topik ini kerap kali dibicarakan akhir-akhir ini. Menjawab berbagai pertanyaan mengenai mencintai diri sendiri atau self-love, TEDx UNS menghadirkan webinar dengan tema My Journey to Self-Love.

Acara yang diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Google Meet ini, awalnya menampilkan dan mengulas video TedxTalks “My Journey to Self-Love” oleh dr. Andrea Pennington, seorang dokter multitalenta yang menggunakan pendekatan holistik dalam praktiknya. Selain sebagai dokter, ia juga pendiri sekaligus presiden dari Pennington Empowerment Media. Dalam video tersebut, ia menceritakan perjalanan hidupnya yang sempat depresi dan tidak bahagia. Dulu, ia kerap kali menghabiskan hidupnya untuk memenuhi ekspektasi orang di sekitarnya sehingga menjadi tertekan. Hingga pada akhirnya, ia sadar bahwa dirinya berhak bahagia, berhak untuk dicintai oleh orang lain, berhak bahagia atas pilihan hidupnya sendiri, dan hal tersebut dapat dicapai dengan menerima keadaan diri, menerima segala kekurangan, dan kelebihan serta mencintai diri sendiri.

Acara dilanjutkan dengan diskusi bersama Elang Jordan selaku Dokter Muda Fakultas Kedokteran (FK) UNS dan Alim Adi Sasono sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Psikologi UNS 2019. Dalam kesempatan ini, Alim memaparkan apa itu definisi mencintai diri sendiri.
“Self-love adalah keadaan di mana kita bisa menerima apa yang kita miliki, mencintai diri sendiri tidak hanya kekurangan kita tapi juga kelebihan kita. Meskipun kita berbeda dengan orang lain, kita seharusnya dapat menerima kekurangan kita juga menerima kelebihan kita yang terkadang sering terabaikan,” jelas Alim pada webinar berbentuk talkshow yang digelar pada Sabtu (3/4/2021) malam.

Selanjutnya, Elang menceritakan pengalaman pribadinya mengenai self-love. Ia mengambil konteks dari buku How to Respect Myself dari Dr. Yuk Kong Yun yang memaparkan bahwa proses penerimaan diri adalah dengan belajar menerima segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki. Biasanya, orang yang tidak percaya diri adalah orang yang fokus pada kekurangannya hingga menutup mata dengan kelebihan yang dimiliki.

Cerita pribadi Elang saat menjadi mahasiswa baru, ia sempat merasa belum siap dan minder ketika melihat teman-temannya yang keren. Lambat laun, ia sadar bahwa setiap orang memiliki kelebihan masing-masing dan harus berusaha belajar menerima kritikan yang terlontar. Meski pernah, ketika ia mendengar kritikan orang dan merasa terjatuh hingga mengganggu kegiatan yang lain namun semua itu adalah proses yang harus dijalani untuk mencapai self-love. Menerima masa lalu dengan merangkul dan menerima apa yang sudah terjadi adalah bagian dari takdir yang dapat membentuk seseorang menjadi berbeda dari orang lain dengan keunikan masing-masing.

Pada acara ini, Alim menekankan bahwa setiap orang tidak akan bisa memenuhi ekspektasi semua orang.
“Kita tidak akan bisa memenuhi ekspektasi semua orang karena kita dilahirkan bukan untuk itu, bahkan kita tidak bisa memenuhi ekspektasi diri kita sendiri. Lakukan apa yang bisa kamu lakukan. Pesan untuk bisa mencintai diri sendiri adalah dengarkan orang lain untuk evaluasi diri dan juga akui ada orang yang lebih baik dan keren dari kita,” ujar Alim.

Elang pun mengajak para hadirin untuk mencintai diri sendiri karena setiap orang pantas untuk dicintai.
“Self-love is self-care, so give yourself love and take care of yourself. Mencintai diri kita adalah bagaimana kita merawat diri, memperbaiki diri, dan menjaga diri dari segala hal yang dapat menimbulkan hal negatif. Maka cintailah diri kita, rawatlah diri kita karena kita pantas untuk dicintai,” pesan Elang.

Acara pun berlanjut dengan hangat. Terdapat sesi jawab antara peserta dan pembicara yang dijembatani oleh moderator. Foto bersama pun menjadi penutup pada acara ini. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti

Dubes RI untuk Panama Buka Guest Lecturer Series Prodi Arsitektur FT UNS

UNS --- Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) Republik Indonesia (RI) untuk...

Inilah Perasaan Mahasiswa UNS Usai Ikuti Uji Coba PTM

UNS --- Penantian mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang telah rindu dan ingin...

Targetkan WCU, Wedangan IKA UNS Usung Tema Peningkatan Mutu Pendidikan

UNS --- Alumni mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam IKA UNS...

Bagaimana Membangun Personal Branding bagi Job Seeker? Berikut Tips dari Webinar AIESEC in UNS

UNS --- ‘Kesan’ merupakan salah satu hal penting yang menjadi penilaian recruiter atau perekrut...

Kajian Ramadan UNS: Tekankan Kesungguhan Niat serta Pentingnya Menjaga Lisan dalam Berpuasa

UNS --- Mengawali Ramadan 1442 Hijriah, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta selenggarakan...

Optimalkan Program Kampus Merdeka-Merdeka Belajar, UNS Jalin Kerja Sama dengan Taman Satwa Taru Jurug

UNS --- Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melebarkan kerja samanya ke sejumlah pihak untuk...

Gandeng Distanbun Jawa Tengah, Filosofi Padi UNS Terlibat dalam Sarasehan Petani Peternak Muda

UNS --- Sejumlah mahasiswa Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang...

Tiga Mahasiswa UNS Raih Juara dalam Pemilihan Duta GenRe Kabupaten Sukoharjo

UNS --- Tiga mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang berkompetisi dalam Grand...

Bangun Public Awareness dengan Infografis, Mahasiswa UNS Menang di STATFEST 2021

UNS --- Pada usianya yang terhitung muda, Program Studi (Prodi) Statistika Fakultas Matematika dan...

Takjil yang Perlu Dihindari Saat Berbuka Menurut Ahli Gizi RS UNS

UNS --- Mengawali buka puasa dengan menyantap takjil yang menyegarkan, manis, dan berminyak,...