Berita Terkini

Teknologi Plasma dalam SINTESA

By 15 May 2016 No Comments

Sekitar pukul 8.30 WIB, Aula Gedung B Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dipenuhi ratusan peserta seminar bertajuk “Seminar Nasional Teknologi Sains dan Islam (SINTESA)”, Sabtu (14/5/2016). Dalam kesempatan tersebut menghadirkan tiga pembicara yang membahas tentang perkembangan teknologi plasma dan kaitannya dengan Islam. Mereka adalah Guru Besar Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia Nelson Saksono, Inovator Zeta Green Muhammad Nur, dan Mudir Ma’had Tahfidzul Quran Isy Karima Syihabudin AM.

Seminar diawali dengan pemutaran video tentang contoh plasma yang dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa petir merupakan salah satu contoh dari plasma yang gampang dilihat. Menurut Muhammad Nur yang juga merupakan dosen Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro, plasma adalah wujud gas keempat yang terionisasi yang mana gas tersebut sudah kehilangan elektron-elektronnya. Selain itu, plasma sendiri juga dapat menjelaskan adanya teriakan di bumi ini.

Salah satu pembicara SINTESA, Nelson Saksono sedang paparkan materinya tentang elektrolisis plasma di Aula Gedung B Fakultas MIPA UNS, Sabtu (14/5/2016).

Salah satu pembicara SINTESA, Nelson Saksono sedang paparkan materinya tentang elektrolisis plasma di Aula Gedung B Fakultas MIPA UNS, Sabtu (14/5/2016).

Dalam teknologi plasma juga dikenal adanya elektrolisis plasma. Seperti penelitian yang sedang dikembangkan oleh Nelson Saksono yaitu Hydrogen Generation by Plasma Electrolysis Method dengan nama Osaka Gas. Elektrolisis plasma, terang Nelson, merupakan teknologi baru dalam meningkatkan produksi hidrogen sekaligus menekan kebutuhan listrik. Jika biasanya dengan teknologi plasma tegangannya tinggi (10.000-30.000 V) maka pada elektrolisis plasma ini dapat diterapkan pada tegangan rendah (400-1.000 V).

“Elektrolisis plasma ini tegangannya rendah, tapi arus listriknya tinggi. Beda dengan teknologi plasma pada umumnya yaitu tegangan tinggi, tapi arus listriknya rendah. Eletrolisis plasma ini bisa digunakan di fase cair,” jelas Nelson.

Selain membahas tentang plasma dari segi sains, seminar yang berakhir sekitar pukul 15.00 WIB tersebut juga menjelaskan plasma dari segi Islam. Penerapan plasma dapat digunakan pada berbagai bidang, diantaranya bidang medis, kimia, lingkungan (pengolahan sampah), dan juga di dalam rumah. Plasma yang ada di rumah kita contohnya adalah AC (Air Condition), lampu, plasma TV, dan lain sebagainya.

Rangkaian SIFT

SINTESA merupakan rangkaian kegiatan Sebelas Maret Islamic Festival (SIFT) yang diinisiasi oleh tiga lembaga dakwah dari Fakultas MIPA dan Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yaitu SKI FMIPA, SKI FT, dan BKI FT. Selain SINTESA, beberapa kegiatan lain yang diadakan oleh masing-masing lembaga dakwah di tiap fakultas turut menyemarakkan SIFT tahun ini. Diantaranya yaitu Agriculture Islamic Festival oleh Fakultas Pertanian UNS, Semnas Islami Metamorphosa 7 oleh Fakultas Kedokteran UNS, Seminar Nasional SIMFONI, dan terakhir ditutup dengan kegiatan KNRP Road to Campus. [] (afifah.red.uns.ac.id)

Leave a Reply