Berita TerkiniCovid-19

Tim Satgas Dampak Covid-19 FEB UNS Bantu Masyarakat di Boyolali

By 29 July 2020 No Comments
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

UNS—Tim Satgas Dampak Covid-19 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memberikan bantuan 57 paket kebutuhan pokok kepada masyarakat di Desa Cangkringan, Banyudono, Boyolali pada Jumat (24/7/2020) kemarin. Bantuan berupa paket kebutuhan yang terdiri dari beras, minyak goreng, gula pasir, teh, gandum, kecap, sabun mandi dan lain-lain ini diserahkan langsung oleh Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto kepada Kepala Desa Cangkringan, Himawati.

“Bantuan ini diberikan sebagai wujud empati dari FEB UNS kepada masyarakat yang terkena musibah, khususnya di Desa Cangkringan yang mengharuskan 57 Kepala Keluarga (KK) menjalani isolasi mandiri selama 14 hari karena beberapa warga positif Covid-19,” terang Prof. Djoko dalam siaran persnya, Rabu (29/7/2020).

Prof. Djoko berharap dengan bantuan tersebut semoga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, meringankan beban dan memberikan semangat untuk sehat.

“Kami atas nama keluarga besar FEB UNS, teman-teman, kolega, alumni, mahasiswa FEB UNS menyerahkan bantuan kebutuhan pokok untuk masyarakat Cangkringan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan menambah semangat agar segera sembuh dan sehat. Semangat gotong royong, guyup rukun dan empati harus terus dikobarkan untuk menghadapi tantangan hidup ke depan. Semoga bermanfaat dan barokah. Urip sing urup memayu hayuning bawana,” imbuhnya.

Kepala Desa Cangkringan, Himawati yang saat itu didampingi oleh beberapa pejabat desa lainnya menyampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga besar FEB UNS atas kepeduliannya terhadap masyarakat di Cangkringan.

“Saya selaku Kepala Desa Cangkringan dan juga atas nama pemerintah desa sangat senang dan berterima kasih sekali atas kedatangan Dekan FEB UNS dan rombongan yang telah peduli dengan warga kami. Bantuan tersebut sangat membantu meringankan masyarakat khususnya untuk 57 KK di RT 4 yang saat ini sedang menjalani karantina mandiri sejak tanggal 21 Juli lalu dan Insyaallah berakhir tanggal 3 Agustus besok” jelasnya.

Hingga saat ini, pemerintah desa Cangkringan masih menunggu hasil swab tujuh warganya yang belum keluar dari dinas kesehatan. Himawati berharap semoga hasil swab warganya negatif. “Kami juga mohon doa dari keluarga besar FEB UNS agar musibah yang menimpa sebagian warganya bisa segera tersingkir dan warga kembali sehat dan bisa beraktifitas kembali,” ujar Himawati. Humas UNS

Reporter: Dwi Hastuti

Leave a Reply