Tingkatkan Daya Saing Industri & Pemberdayaan Tenaga Kerja Difabel, Teknik Industri UNS Gelar Seminar Nasional ke-5

UNS – Sebagai bentuk perhatian dan pemberdayaan penyandang disabilitas di Indonesia, Program Studi Teknik Industri Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan seminar nasional The 5th Industrial Engineering Conference (IDEC) 2018 dengan mengusung tema “Peningkatan Daya Saing Industri dan Pemberdayaan Tenaga Kerja Difabel sebagai Tenaga Kerja Industri: Implementasi Alat Bantu bagi Pekerja Difabel”. Acara yang dilaksanakan selama 2 hari yaitu Senin dan Selasa (7 – 8/5/2018) ini bertempat di hotel Lor In Solo dengan rangkaian 3 agenda berbeda, yaitu seminar nasional, publish paper, dan workshop.

Pembicara yang turut hadir dalam agenda ini antara lain Arif Sambodo selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Bambang Sugeng selaku Kepala Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Pembicara dari kalangan industri yaitu Tarjono Slamet selaku direktur CV. Mandiri Craft Yogyakarta, dan pembicara dari akademisi yaitu Lobes Herdiman selaku dosen Teknik Industri UNS.

Pembukaan IDEC 2018 Teknik Industri UNS

Dekan Fakultas Teknik UNS, Sholihin As’ad membuka kegiatan The 5th Industrial Engineering Conference (IDEC) 2018 pada Senin (7/5/2018) di hotel Lor In Solo.

Seminar yang diikuti oleh 71 pemakalah dan 180 peserta dari 26 institusi di seluruh Indonesia ini dimoderatori oleh Kepala program studi magister Teknik Industri UNS, Cucuk Nur Rosyidi dan dibuka oleh Sholihin As’ad selaku Dekan Fakultas Teknik UNS.

“Seminar Teknik Industri ini merupakan acara yang bagus yang menyajikan topik yang berbeda dari tahun ke tahun. Kali ini the 5th IDEC mencoba memberi ruang lebih besar bagi teman-teman difabel di bidang industry, bukan hanya melibatkan peneliti tapi juga para pemangku kebijakan kepemerintahan,” sambut Sholihin As’ad.

Arif Sambodo yang mewakili Gubernur Jawa Tengah yang tidak bisa hadir memaparkan tentang fakta dan data perindustrian Jawa Tengah serta rencana pembangunan kedepan terkhusus di provinsi tersebut. Bambang Sugeng menyampaikan materi terkait rehabilitasi sosial dalam pemenuhan hak penyandang disabilitas dan menunjukan foto-foto dari berbagai kegiatan industri yang mampu mereka kerjakan meski dibatasi oleh kondisi fisik.

“Melalui seminar ini kami dapat sharing prototype alat dan berharap mendapat masukan terkait bagaimana menghasilkan produk dari prototype kami. Yang lebih penting adalah kami disini dapat bertemu dan menjalin relasi agar ke  depan  dapat berkolaborasi melakukan riset,” ungkap Romy Budhi Widodo, Dosen Universitas Ma Chung Malang yang juga berpartisipasi menjadi pemakalah.

Direktur CV Mandiri Craft Yogyakarta, Tarjono Slamet mengatakan bahwa berangkat dari dirinya yang juga seorang difabel, dia mendirikan usaha bertujuan untuk memberdayakan teman-teman yang senasib dengan dirinya. Dia menjelaskan bahwa difabel juga perlu memiliki ilmu dan pengetahuan agar mampu berkontribusi di bidang industri. Pemaparan materi terakhir oleh Lobes Herdiman berisi tentang penelitian yang dia lakukan dapat berkontribusi untuk memberdayakan penyandang difabel.

DEC 2018 Teknik Industri UNS

Sebagai optimalisasi pemberdayaan penyandang disabilitas, The 5th Industrial Engineering Conference (IDEC) 2018 juga dihadiri oleh pemangku kebijakan kepemerintahan.

Kegiatan ini bukan hanya dihadiri kalangan akademisi saja, namun beberapa pegawai pemerintahan turut ikut serta di dalamnya. “Acara ini sangat bagus sekali karena disini terlihat adanya wujud nyata Perguruan Tinggi yang mulai ikut terlibat langsung dalam pemberdayaan difabel bersama-sama dengan pemerintah,” tutur Tri Warsono, pegawai Disperindag kabupaten Sragen.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan mengenai peran penyandang difabel dalam bidang industri kepada masyarakat umum terkhusus praktisi maupun akademisi bidang teknik industri. Selain itu, dapat memberikan pengetahuan mengenai usaha pemerintah terhadap pembangunan berkelanjutan serta memberikan contoh kasus dan penyelesaiannya dengan ilmu teknik industri terkait industri berkelanjutan. (humas-red.uns.ac.id/Ath/Isn)

By | 2018-05-12T18:46:58+00:00 12 May 2018|Categories: Berita Terkini|