UNS – Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerjasama dengan National Kauhsang Normal University (NKNU) Taiwan menggelar seminar internasional bertajuk “Literasi Informasi Pembangunan Layanan dan Manajemen Perpustakaan (Information Literacy for Improving Quality of Library Management and Service)”, Jumat (6/10/2017) di ruang seminar lantai 2 Perpustakaan UNS.

Pemaparan materi oleh Yu Yuan Tsu, Pakar Manajemen Perpustakaan Taiwan

Seminar ini menghadirkan pembicara ahli di bidang pengelolaan dan manajemen perpustakaan, yakni Direktur Perpustakaan National Kaohsiung Normal University (NKNU) Taiwan Yu Yuan Tse dan Kepala Perpustakaan UNS Muhammad Rohmadi.

Seminar tersebut diikuti oleh para kepala perpustakaan, pustakawan, kaprodi, guru dan penggiat literasi dari berbagai daerah.

Seminar diadakan sebagai upaya penguatan bagi pihak pengelola perpustakaan atau pustakawan dalam mengelola dan mengembangkan layanan perpustakaan, baik perpustakaan sekolah, perpustakaan daerah maupun perpustakaan perguruan tinggi.

Perpustakaan diharapkan mampu menjadi organisasi yang selalu berkembang dalam melayani kebutuhan informasi, khususnya di era saat ini, sehingga menjadi sumber rujukan utama  di bidang keilmuan.

Sutarno, Wakil Rektor Bidang Akademik  UNS menyatakan pentingnya melek informasi bagi masyarakat, sehingga dalam menemukan informasi akan mendapatkan data atau informasi yang valid dan aktual.

Dalam paparan materinya, Yu Yuan Tse menceritakan kemudahan akses yang didapat oleh masyarakat atau mahasiswa di Taiwan dalam mengakses informasi yang ada di perpustakaan NKNU.

Salah satu wujudnya ialah kartu yang terintegrasi dan dapat digunakan untuk berbagai akses dan layanan.

“Mahasiswa dipersilakan untuk memberi masukan dan saran apapun kepada staf perpustakaan yang diinginkan, guna mengembangkan perpustakaan yang lebih maju” ujar Yu Yuan Tse.

Rohmadi menambahkan, dari perpustakaanlah tumbuh berkembang generasi-generasi muda masa depan yang aktif dan kreatif.

Dengan generasi tersebut akan lahir produktivitas yang tinggi, yang dapat memunculkan ide dan gagasan yang baru dan berkembang.

“Pustakawan harus merubah mindset dan pola pikirnya, bahwa pustakawan tidak hanya sebagai penjaga buku, tetapi harus berubah menjadi konsultan informasi, konsultan keilmuan bagi masyarakat dalam menemukan atau menggali keilmuan.” tambahnya. humas-red.uns.ac.id/Isn/Eln