UNS – Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) menjadi salah satu instalasi yang dibangun Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-PR) di kawasan kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Sanitasi limbah domestik berkapasitas 1.290 meter kubik per hari itu diresmikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya, Sri Hartoyo dan diserahkan kepada Rektor UNS, Ravik Karsidi, Kamis (9/03/2017).

Kampus Percontohan

Ravik Karsidi di dampingi Sri Hartoyo melakukan penandatanganan prasasti peresmian IPAL UNS

Dengan adanya IPAL akan melengkapi syarat fasilitas UNS untuk mewujudkan Green Campus. Ravik mengungkapkan instalasi ini akan menunjang kegiatan kampus yang berlandaskan kampus yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Hari ini secara resmi pak Dirjen Cipta Karya akan menyerahkan kepada UNS. IPAL ini menjadikan kampus nyaman dan ramah lingkungan juga berkelanjutan, menjadi gerakan kami dalam mewujudkan Green Campus,” ungkapnya.

Sementara itu, Sri Hartoyo berharap IPAL tersebut dapat menjadi sarana sumber keilmuan bagi civitas akademika kampus untuk mengembangkan penelitian berkaitan dengan sanitasi air limbah domestik sehingga bisa menjadi percontohan untuk wilayah lain maupun percontohan untuk kampus lain dalam pengelolaan air limbah domestik yang aman. Ia juga menginginkan terciptanya sinergi antara UNS, Pemkot Solo dan warga sekitar kampus untuk mengoptimalkan keberadaan IPAL.

Ravik Karsidi dan Sri Hartoyo bersama rombongan meninjau lokasi IPAL UNS

“Sebagai sarana memastikan terkelolanya limbah di kampus dengan baik, juga dapat digunakan sebagi pusat pendidikan, tempat belajar,  misalnya di bidang Biologi, Teknik Kimia, Sipil terkait Hidrolika dan ilmu lainnya,” jelasnya.

Selain dibangun untuk melayani masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah kampus, IPAL  juga dapat mengurangi beban pencemaran lingkungan di kawasan Sungai Bengawan Solo akibat air limbah domestik yang tidak terolah di daerah Jebres. humas-red.uns/Ang/Dty.