Sehubungan dengan pembukaan pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 pada Jumat (13/1/2017) oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta akan menerima 6.291 mahasiswa baru untuk jenjang sarjana (S1). Jumlah mahasiswa tersebut akan tersebar pada 65 program studi yang dimiliki UNS.

Paparan Rektor UNS mengenai seleksi masuk mahasiswa baru UNS 2017 dalam press conference, Senin (13/1/2017)

Menurut Rektor UNS Ravik Karsidi, dalam press conference pada Senin (13/1/2017), kuota yang lebih banyak disebabkan adanya dua program studi baru yang dibuka pada tahun 2017. “Jumlah ini berkorelasi dengan penambahan program studi yang lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya karena UNS membuka dua program studi baru, yaitu Statistika dan Pendidikan IPA,” terangnya. Lebih lanjut, Ravik yang juga selaku Ketua Panitia Pusat SNMPTN-SBMPTN 2017 menyampaikan bahwa seleksi masuk jenjang S1 dilakukan melalui tiga jalur yang sudah ditetapkan secara nasional, yaitu melalui jalur SNMPTN dengan persentase 30%, SBMPTN sebesar 50% dan Seleksi Mandiri (SM-UNS) sebesar 20%.

Kriteria seleksi SNMPTN berdasarkan pada prestasi dan portofolio akademik, sedangkan SBMPTN berdasarkan ujian tertulis atau kombinasi ujian tertulis dengan ujian keterampilan. Pada ujian SBMPTN tahun ini akan kembali dilaksanakan dengan metode  Paper Based Test (PBT) dan Computer Based Test (CBT). Sedangkan khusus untuk SNMPTN akan dimulai dengan pengisian dan verifikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) oleh sekolah. [angga.red.uns.ac.id]