UNS Tanda Tangani MoU dengan BSKLN Kemenlu RI

UNS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Strategis Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Rabu (18/10/2023). Penandatanganan MoU antara UNS dan BSKLN berlangsung secara luring di Ruang Sidang 2 Gedung Rektorat dr. Prakosa UNS. Acara tersebut juga dibarengi dengan Kuliah Umum “Diplomasi Indonesia: Capaian, Peluang, dan Tantangan”.

Penandatanganan dilakukan antara Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho., S.H., M.Hum., dengan Kepala BSKLN, Dr. Yayan Ganda Hayat Mulyana. Acara ini turut dihadiri Wakil Rektor, Dekan, Direktur, dan Ketua Lembaga di lingkungan UNS. Selain itu, Dr. Yayan turut didampingi Kepala Pusat Strategi Kebijakan Isu Khusus dan Analisis Data (SKIKAD), Edi Suharto.

UNS dan BSKLN sama-sama menyepakati kerja sama pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang strategi kebijakan luar negeri dalam jangka waktu 5 tahun. MoU dimaksudkan sebagai landasan dalam melakukan kerja sama dan koordinasi melalui kegiatan atau bidang yang telah disepakati. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan kerja sama dan koordinasi dalam rangka mendukung tugas dan fungsi para pihak.

Ruang lingkup dari MoU antara UNS dan BSKLN meliputi bidang pendidikan dan pengajaran. Kedua, lingkup penelitian ilmiah dan review kebijakan mengenai isu-isu pertahanan dan keamanan, ekonomi dan perdagangan, dalam kerangka hubungan internasional. Ketiga, lingkup pengabdian masyarakat, termasuk di antaranya program magang, penyaluran informasi beasiswa dan konsultasi publik. Serta lingkup pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Dalam sambutannya Prof. Jamal selaku pimpinan bangga atas kedatangan BSKLN di hadapan sivitas akademika UNS. Hal ini karena upaya menyukseskan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). UNS telah berupaya menarik para pihak profesional untuk memberikan pemahaman, pengetahuan, dan praktik di luar kampus. Prof. Jamal yakin langkah ini membuat senang mahasiswa. Kehadiran BSKLN dapat memberikan warna baru dalam pembelajaran dan pengalaman mereka.

“Saya yakin mahasiswa sangat antusias, dosen juga senang, apalagi suasana kita dalam menyukseskan (program) Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Hal ini agar kampus tidak hanya dihiasi oleh para akademisi saja, tetapi kampus harus selalu tetap hidup dan berkembang sesuai dengan dinamika dan kebijakan yang ada,” ujar Prof. Jamal.

Selain MoU, adapun penandatanganan dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pusat SKIKAD BSKLN dengan Fakultas Teknologi Informasi dan Sains Data (Fatisda), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), serta Pusat Unggulan Iptek (PUI) Javanologi.

Usai penandatanganan tersebut, Dr. Yayan memberikan Kuliah Umum bertajuk “Diplomasi Indonesia: Capaian, Peluang, dan Tantangan”. Sesi ini dimoderatori oleh Dr. Ign. Agung Satyawan, S.Ikom., M.Si., Ph.D., yang merupakan Dosen Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional FISIP UNS. Kuliah umum ini menjadi ajang para Mahasiswa UNS semakin mengenal kondisi terkini diplomasi yang telah dilakukan Indonesia.
Humas UNS

Skip to content