Berita Terkini

UNS-UUM Adakan Kerja Sama Lagi

By 5 May 2016 May 9th, 2016 No Comments
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan Universiti Utara Malaysia (UUM) melakukan penandatangan memorandum of understanding (MoU) di Ruang Sidang Rektor Kantor Pusat Gedung dr. Prakosa, Rabu (4/5/2016). Pihak UUM diwakili Ahmad Zaharuddin Sani, sedangkan pihak UNS diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Widodo Muktiyo. Pihak UNS diwakili Widodo karena Rektor UNS Ravik Karsidi sedang berdialog dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya untuk membicarakan beberapa hal, salah satunya tentang perluasan kampus yang nantinya akan mengambil lahan milik Kementerian LHK.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Widodo Muktiyo, Kepala Pusat Studi Asia Tenggara Ig. Agung Satyawan, Perwakilan dari UUM Ahmad Zaharuddin Sani, dan Kepala LPPM UNS Sulistyo Saputro saat Agung dan Zaharuddin tanda tangani MoU.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Widodo Muktiyo dan Kepala LPPM UNS Sulistyo Saputro saat dampingi Kepala Pusat Studi Asia Tenggara Ig. Agung Satyawan dan Perwakilan dari UUM Ahmad Zaharuddin Sani tanda tangani MoU.

Penandatanganan tersebut berkaitan dengan riset-riset di bidang Asia Tenggara. Selain itu, juga terkait dengan Pusat Studi Asia Tenggara di LPPM UNS yang dikepalai Ig. Agung Satyawan dan Pusat Studi Pemikiran Dr. Mahatir Mohamad di UUM.

Widodo Muktiyo berikan kenang-kenangan kepada Zaharuddin berupa pata wilayah Indonesia dengan corak batik.

Widodo Muktiyo berikan kenang-kenangan kepada Zaharuddin berupa peta wilayah Indonesia dengan corak batik.

Widodo mengungkapkan bahwa seiring dengan adanya MEA, menurutnya kajian risetnya tidak hanya sekedar nuansa sosial budaya tapi juga bisa politik dan ekonomi. Sedangkan Zaharuddin, mengucapkan terima kasih kepada UNS karena bersedia untuk melakukan kerja sama lagi mengingat kerja sama antara UNS dan UUM sudah berjalan lama sebelumnya di bidang kajian bangsa-bangsa melayu di UNS. Dia juga berharap bahwa kesalahan atau mungkin hal-hal yang belum berkembang di perjanjian yang lalu bisa menjadi pelajaran.[] (dodo.red.uns.ac.id)

Leave a Reply