UVD 2017. “UNS VOCATIONAL DAY 2017” merupakan acara yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi (Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Pendidikan Teknik Mesin, dan Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer) Universitas Sebelas Maret. UVD memiliki agenda rutin tahunan yang dapat dimanfaatkan oleh pesertanya (peneliti, praktisi, akademisi, dan mahasiswa) sebagai media berkomunikasi dan mengembangkan jejaring terkait dengan bidang-bidang keilmuan pada ranah pendidikan vokasi. UVD 2017 ini merupakan tahun kedua, dengan mengambil tema “OPTIMALISASI PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN UNTUK MENINGKATKAN MUTU DAN DAYA SAING TENAGA KERJA DI ERA MEA”. Kegiatan utamanya adalah berupa seminar nasional yang diselenggarakan Sabtu, 18 November 2017 di Kampus V FKIP UNS Pabelan Jl. A.Yani 200 Pabelan, Surakarta.

Selaku pembicara kunci (keynote speaker) adalah:

  1. Ir. Sri Renani Pantjastuti, M.A., Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah Dirjen GTK Kemendikbud)
  2. Prof. Dr. Ekohariadi, M. Pd., Dekan Fakultas Teknik UNESA, Ketua APTEKINDO (Asosiasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Indonesia)
  3. Ir. Wellybrordus TN, HRD Department Director PT Indomobil Sukses International Tbk.

Prof. Dr. Ekohariadi, M.Pd. dalam pemaparannya menggarisbawahi ketimpangan kompetensi pekerja yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan formal di Indonesia. Ada dua hal yang dinilai sebagai penyebab ketimpangan tersebut, pertama perubahan okupasi yang disebabkan oleh kemajuan teknologi yang pesat dan globalisasi. Kedua, pasokan dari pengembangan tenaga kerja atau institusi pendidikan tidak memadai. Lembaga pendidikan sebagai penyedia tenaga kerja dituntut untuk beradaptasi dengan perubahan yang disebabkan oleh kemajuan teknologi dan cara pandang yang semakin global. Dalam hal ini, padangan pertama tentang lembaga pendidikan kejuruan menyatakan bahwa prinsip pendidikan teknik dan kejuruan adalah menghasilkan tenaga kerja yang memenuhi keterampilan di industri. Pandangan kedua menyatakan bahwa pendidikan yang sempit akan membatasi kapabilitas seseorang. Pengetahuan dan keterampilan yang luas lebih menguntungkan. Pandangan ketiga menggabungkan keduanya atau hibrid. Disamping itu banyak pekerjaan yang menghendaki pekerjaan mempunyai keterampilan literasi digital. Inti dari literasi digital adalah berfikir komputasi. Berfikir komputasi (computational thinking) merupakan proses kognitif yang melibatkan penalaran logis. Ia meliputi: algoritma, dekomposisi, pola, abstraksi, dan evaluasi.

Ir. Wellybrordus TN menyoroti terjadinya disrupsi pekerjaan di era digital yang mengubah peta industri di semua negara. Disrupsi ini membuat proses pembuatan barang dan jasa menjadi lebih baik dan bisa dijangkau para penggunanya. Ekonomi menjadi lebih terbuka. Segala sesuai menjadi lebih smart. Kesempatan kerja untuk pekerjaan formal secara umum tidak sebanding dengan pertumbuhan angkatan kerja. Dalam data laporan kementerian ketenagakerjaan, persoalan pengangguran juga disebabkan karena ketidakcocokan antara kualifikasi pekerja dengan lowongan kerja. Ketidakcocokan keterampilan ini bisa berarti dua hal. Bisa jadi pekerja memiliki tingkat pendidikan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah untuk pekerjaan tertentu. Sebagian pekerja tidak sesuai dengan persyaratan jabatan yang ada. Peningkatan kemampuan angkatan kerja untuk bisa beradaptasi dengan kebutuhan ekonomi di masa datang diperlukan pembenahan sistem pendidikan.

Seminar paralel diikuti oleh 86 pemakalah dengan berbagai latar belakang, yaitu Dosen Vokasi, Guru SMK, dan Mahasiswa. Sub tema yang diangkat dalam seminar sesi paralel terdiri dari:
1. Tata kelola/ strategi pengembangan penddikan vokasi di Indonesia
2. Inovasi dan rekayasa teknologi
3. Inovasi pembelajaran kejuruan
4. Tema lain yang relevan dan tata kelola/strategi pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.

Humas-red.uns.ac.id/Budi_Sis

Suka dengan artikel ini?

Tingkatkan Pertumbuhan Sayur dan Buah, Mahasiswa UNS Rancang Alat Penyiram Otomatis dan Humidity Controller

UNS --- Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tak pernah kehabisan akal untuk...

Prodi Sosiologi Fisip UNS Teken Kerja Sama dengan UIN Ar-Raniry Aceh

UNS --- Pada September 2021 ini, Program Studi (Prodi) S1 Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan...

Tim KKN UNS 148 Sosialisasikan Bahaya Covid-19 dan Vaksinasi untuk Lansia di Desa Gombang, Boyolali

UNS --- Pandemi Covid-19 sudah berlangsung hampir dua tahun. Sejumlah varian baru yang lebih...

Solutif dan inovatif, Mahasiswa UNS Ciptakan Pelapis Antivirus Berbasis Selulosa sebagai Alternatif Pencegahan Penyebaran Covid-19

UNS --- Tiga mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan inovasi di tengah...

Dosen UNS Gelar Pendampingan Industri Jersey Printing melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat

UNS --- Jersey merupakan pakaian yang sering dipakai untuk kegiatan permainan sepak bola. Namun,...

FEB UNS Gelar Pelatihan Alat Analisis Kuantitif – IBM SPSS

UNS --- Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan...

Bimbingan Karir dan ‘Planner Book’, Program Gagasan Mahasiswa UNS Guna Mengurangi Kecemasan Karir Tunarungu

UNS --- Terobosan baru kembali dilakukan oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta...

Kreatif dan Solutif, Tiga Mahasiswa UNS Sulap Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit Menjadi Plester Terapi Luka Diabetes

UNS --- Selama ini, Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) hanya dianggap sebagai limbah padat hasil...

Mahasiswa UNS Ciptakan Sabun Kertas Berbahan Alami

UNS --- Berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan akibat pandemi Covid-19, lima mahasiswa...

Tingkatkan Minat Bercocok Tanam Warga, Kelompok 333 KKN UNS Kenalkan Sistem Hidroponik

UNS --- Hidroponik menjadi salah satu inovasi dalam bercocok tanam yang makin menarik perhatian...