Berita Terkini

UPT Perpustakaan UNS Gelar Kelas Literasi Informasi

By 7 February 2020 No Comments
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

UNS – Dalam era revolusi industri 4.0, kemampuan literasi sangatlah diperlukan guna memproses informasi yang diperoleh agar tidak termakan oleh hoax dan menghasilkan sesuatu yang berkualitas dari proses literasi itu sendiri. Menyikapi hal tersebut, UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan kelas literasi informasi bertajuk How to Access e-Resources (e-Journal, e-Book, Digital Library, etc.) di Ruang Werkudara Perpustakaan UNS pada Kamis (6/2/2020).

Materi pertama disampaikan oleh Bambang Hermanto, S.Pd., M.IP mengenai gambaran umum jurnal yang sering diakses oleh mahasiswa. Selanjutnya, dipaparkan pula materi teknis seperti deskripsi-deskripsi jurnal, cara masuk dan mengakses suatu jurnal, dan digital library UNS oleh Sri Anawati, S.IP., M.IP. Materi terakhir dari acara kelas literasi informasi adalah langkah-langkah bagaimana cara mengakses jurnal Scopus, materi power point tersebut disusun oleh Sri Utari, S.E., M.A dan Riah Wiratningsih, S.S., M.Si.

Peserta yang hadir berasal dari para akademisi. Terdapat mahasiswa S1, Pascasarjana, bahkan S3 yang turut hadir untuk menyimak paparan materi yang disajikan. Pada akhir sesi diadakan pula tanya jawab untuk lebih memahamkan hadirin mengenai materi yang dirasa kurang jelas.

Ditemui tim uns.ac.id, Kepala UPT Perpustakaan UNS, Burhanudin Harahap, Ph.D menyatakan bahwa akses jurnal sangatlah penting maka perlu diadakan workshop untuk lebih memahamkan mahasiswa perihal akses jurnal untuk menunjang kegiatan akademis mereka.

“Akses jurnal itu menjadi penting karena apa, karena kecenderungan karya ilmiah sekarang itu kan di e-journal ya. E-book, e-journal meski pun yang buku hard itu sampai sekarang belum bisa ditinggalkan tetapi orientasinya itu kan ke e-book dan e-journal, untuk itu mahasiswa harus mahir betul secara teknis, prosedur bagaimana bisa mengakses e-book atau e-journal itu secara cepat, tepat, dan akurat. Kalau tidak ada workshop misalnya, itu kadang-kadang mahasiswa hanya trial and error,” ujar Burhanudin.
Salah satu peserta pun merasa bahwa kegiatan kelas literasi informasi sangatlah bermanfaat dan membuat mereka lebih berhati-hati ketika hendak mengirimkan artikel.
“Apalagi yang pasca, kita dituntut untuk menghasilkan publikasi dan ada juga beberapa mahasiswa pasca khususnya yang mendapat beasiswa UNS mereka dituntut untuk mempublikasikan jurnal-jurnal di jurnal terindeks Scopus. Padahal tahu sendiri, belum tahu secara nyata dan dengar-dengar Scopus itu susah, lama, mahal seperti itu. Nah, ada lagi isu-isu di luar bahwa jurnal Scopus itu pun dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggungjawab semisal oknum-oknum, dengan mengikuti acara ini kita lebih berhati-hati lagi ketika mengirim artikel,” ujar Mila Indah Rahmawati, mahasiswa Pascasarjana yang mengikuti kegiatan workshop. Humas UNS/Zalfaa

Leave a Reply