Utamakan Bahasa Indonesia, UNS dan Kemendikbud Siap Gelar Semiloka dan Deklarasi Pengutamaan Bahasa Negara

  • Konferensi pers Semiloka dan Deklarasi Pengutamaan Bahasa Negara

UNS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, khususnya Fakultas Ilmu Budaya (FIB) bekerjasama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengadakan Semiloka (seminar dan lokakarya) dan Deklarasi Pengutamaan Bahasa Negara dengan tema Lanskap Bahasa Ruang Publik: Dimensi Bahasa, Sejarah dan Hukum pada 7 s/d 10 Agustus 2018 di UNS.

Pertemuan ini dilakukan guna mempertemukan praktisi, tokoh masyarakat dan elemen terkait dalam pembahasan dan alternatif solusi atas permasalahan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang semakin memprihatinkan.

“Kita sering melihat ruang publik diberi penamaan asing seperti bandara yang tertulis ‘welcome to Batam’, daripada ‘selamat datang di Batam’ dan beberapa tempat di Jakarta seperti tamrin city, senayan city dll. Untuk itulah semiloka ini membahas isu tersebut dari berbagai dimensi yaitu bahasa, sejarah dan hukum,” ucap Gufran Ali Ibrahim selaku Kepala Pusat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dalam jumpa pers Semiloka dan Deklarasi Penggunaan Bahasa Negara di UNS, Selasa, (30/7/2018) bersama Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama UNS, Widodo Muktiyo.

Maryanto selaku Kepala Bagian Pengendalian dan Penghargaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mengatakan semiloka dan deklarasi ini menjadi sangat penting karena nantinya akan menjadi acuan bagi pemerintah untuk menerapkan kebijakan penggunaan bahasa negara di ruang publik.

Dalam semiloka ini nantinya akan ada empat kegiatan utama diantaranya: deklarasi pengutamaan bahasa negara, seminar, lokakarya dan lomba wajah bahasa antar fakultas di lingkungan UNS. Peserta kegiatan ini berasal dari berbagai pihak seperti akademisi, pakar hukum, pakar sejarah, pakar bahasa, warga sekolah, tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah Kota Surakarta serta dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sendiri.

Tiga pemateri utama yang direncanakan akan menjelaskan materi berdasarkan dimensi masing-masing dalam seminar, diantaranya adalah Prof. Dr. Danang Sunendar, M.Hum. (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud RI) akan menjelaskan dari dimensi bahasa, Prof. Dr. Warto M.Hum. (UNS) akan menjelaskan dimensi sejarah dan Dr. Isharyanto, S.H., M.Hum. (UNS) akan menjelaskan dari dimensi hukum.

Selain seminar terdapat pakar-pakar lain yang juga nantinya akan menjelaskan hasil lokakarya, antara lain Prof. Drs. Andrinus Eliasta Meliala, Ph.D., M.Si., M.Sc. sebagai pakar hukum, Prof. Anhar Gonggong sebagai pakar sejarah dan nilai-nilai tradisional, Prof. Dr. Suhartono Wiryopranoto yang juga pakar sejarah dalam pergerakan Indonesia dan Prof. Dr. Gufran Ali Ibrahim, M.S. sebagai pakar bahasa. Humas-red.uns/Ysp/Isn

By | 2018-08-15T18:49:44+00:00 07 August 2018|Categories: Berita Terkini|