Sejarah UNS
Linimasa Berdirinya
Universitas Sebelas Maret
Cikal Bakal Keinginan
Pada era ini, muncul keinginan awal di Kota Solo untuk mendirikan sebuah universitas negeri. Meskipun banyak kota lain telah memiliki universitas, realisasi di Solo terhambat oleh kondisi pasca-perang, proses penyatuan pemerintahan, kekeruhan politik, dan ekonomi yang belum stabil.
Upaya Awal Pendirian
Setelah kekacauan mereda, semangat untuk mewujudkan universitas negeri kembali hidup. Sebuah panitia pendirian universitas dibentuk, diketuai oleh Mohammad Saleh, yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Solo. Sayangnya, usaha ini gagal sebelum sempat dimulai. Beberapa faktor penyebab kegagalan tersebut antara lain:
- Tidak adanya sumber pendanaan yang memadai dari pemerintah daerah maupun pusat.
- Munculnya inisiatif dari beberapa golongan untuk mendirikan universitas swasta secara terpisah.
- Kurangnya dukungan dari beberapa pihak di Universitas Gadjah Mada (UGM).
- Berbagai hambatan lain dan fokus pemerintah kota Solo pada pembangunan aspek lain.
- Situasi politik antarpartai yang kurang kondusif.
Kemunculan Universitas Kota Praja Surakarta (UPKS)
Atas inisiasi pemerintah daerah yang dipimpin oleh Utomo Ramelan, Universitas Kota Praja Surakarta (UPKS) didirikan. Seiring dengan berkembangnya Partai Komunis pada masa itu, ilmu tentang sosialisme turut berkembang dalam dunia pendidikan di UPKS. Namun, universitas ini tidak berumur panjang dan akhirnya terkubur setelah peristiwa G30S, sejalan dengan pelarangan semua hal yang berbau sosialisme atau komunisme.
Upaya Baru dan Inisiatif Lain
Pada tahun 1966, Universitas Nasional Saraswati mengajukan diri untuk menjadi universitas negeri dan usulan tersebut disetujui oleh menteri terkait. Kemudian, pada 11 Januari 1968, ide pendirian universitas negeri kembali mengemuka. R. Kusnandar, Wali Kota Solo saat itu, membentuk panitia pendiri. Namun, sama seperti panitia sebelumnya, upaya ini juga menemui kegagalan. Penyebab utamanya adalah ketidakmampuan pemerintah pusat untuk mendanai pendirian PTN baru di Solo serta kondisi perekonomian daerah yang minim.
Lahirnya Universitas Gabungan Surakarta (UGS)
Universitas Gabungan Surakarta (UGS) secara resmi didirikan. Pembentukan UGS didasarkan pada penggabungan delapan universitas swasta dan kedinasan, yang terdiri dari:
- STO Negeri Surakarta
- PTPN Veteran Surakarta
- AAN Saraswati
- Universitas Cokroaminoto
- Universitas Nasional Saraswati
- Universitas Islam Indonesia cabang Surakarta
- Universitas 17 Agustus 1945 cabang Surakarta
- Institut Jurnalistik Indonesia Surakarta
Sinyal Penegerian
Pada penghujung Desember 1975, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melakukan peninjauan terhadap UGS. Hasil dari peninjauan tersebut memastikan bahwa UGS akan dinegerikan pada tanggal 11 Maret 1976.
Peresmian Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret
Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret secara resmi berdiri sebagai Perguruan Tinggi Negeri di Solo. Peresmian ini didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia tentang pembukaan “Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret”. Proses pembentukannya melibatkan penggabungan UGS dengan beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta lain, yaitu Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Negeri, Sekolah Tinggi Olahraga, Akademi Administrasi Niaga Negeri (yang sudah diintegrasikan ke AAN Negeri di Yogyakarta), Universitas Gabungan Surakarta itu sendiri, dan Fakultas Kedokteran P. T. P. N. Veteran cabang Surakarta.
Pada awal berdirinya, UNS memiliki sembilan fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan, Fakultas Sastera Budaya, Fakultas Sosial Politik, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Teknik.
Penetapan Lokasi Kampus Induk
UNS memperoleh lahan seluas kurang lebih 60 hektar untuk kampus induk terpadu di Kentingan, Jebres, Surakarta. Penetapan lokasi ini didasarkan pada Surat Keputusan Walikota Surakarta tanggal 18 Oktober 1976 nomor 238/Kep/T3/1976.
Penggunaan Kampus Induk Kentingan
Pada tahun ini, UNS mulai memiliki dan secara aktif menggunakan kampus induk terpadu di Kentingan sebagai pusat kegiatan akademiknya.
Perubahan Nama dan Singkatan
Nama dan singkatan Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret Surakarta (UNS Sebelas Maret) secara resmi ditetapkan menjadi Universitas Sebelas Maret (UNS). Perubahan ini didasarkan pada Keputusan Presiden RI No. 55 Tahun 1982.