Peneliti FKIP UNS Sosialisasikan Hasil Penelitian Komik Edukatif Berbasis Kearifan Lokal tentang Pemertahanan Pangan Nonberas

Peneliti FKIP UNS Sosialisasikan Hasil Penelitian Komik Edukatif Berbasis Kearifan Lokal tentang Pemertahanan Pangan Nonberas

UNS — Tim peneliti yang berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan diseminasi hasil penelitian yang bertajuk “Pengembangan Komik Edukatif Berbasis Kearifan Lokal tentang Pemertahanan Pangan Nonberas kepada Guru SD Kecamatan Tawangmangu”. Penelitian yang melibatkan lima mahasiswa UNS tersebut mendapatkan dana dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) UNS tahun 2020 dan 2021 pada skema penelitian unggulan. Kegiatan lokakarya dilaksanakan secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan tersebut, diikuti sebanyak 15 peserta yang meliputi pengawas, penilik sekolah, dan perwakilan guru Sekolah Dasar (SD) Kecamatan Tawangmangu.

Dr. Sumarwati, M.Pd. dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia yang menjadi ketua tim penelitian menjelaskan bahwa tujuan diseminasi ini agar para guru ikut andil melestarikan kearifan lokal mengenai pertahanan pangan nonberas.

“Tujuan diseminasi ini agar para guru ikut melestarikan kearifan lokal tentang pemertahanan pangan nonberas dengan mengintegrasikannnya dalam pembelajaran formal, sehingga tidak punah,” ujar Sumarwati kepada tim uns.ac.id beberapa saat yang lalu.

Kegiatan penelitian dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar. Kepala Koordinator wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Tawangmangu, Heru Dwi Nugroho, M.Pd. memberi pengarahan kepada para guru agar dapat menggunakan komik dari tim dalam pembelajaran budaya lokal. Ia juga berterima kasih kepada Tim Peneliti FKIP UNS yang senantiasa bersinergi bersama Disdikbud Kabupaten Karanganyar maupun Kecamatan Tawangmangu untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

Adapun, pada sesi pemaparan materi yang digelar pada Kamis (16/9/2021), di Ruang Pertemuan Pondok Asri Hotel dan Resto Tawangmangu, acara inti dibuka oleh Dr. Sukarno dengan menyampaikan materi tentang karakteristik pembelajaran tematik terpadu berbasis budaya lokal. Materi kedua disampaikan Dr. Sumarwati tentang muatan materi empat seri komik berbasis kearifan lokal tentang pemertahanan pangan nonberas di Tawangmangu, sedangkan Dr. Atikah Anindyarini memberi contoh skenario pembelajaran tematik terpadu dengan media komik edukatif yang dikembangkan oleh tim peneliti. Adapun, empat seri komik yang berhasil dikembangkan berjudul Narotama: Pembawa Pembaruan, Prabu Baka dan Putut Tetuka, Petualang Naro dan Tama: Ada Cerita dan Upacara Bersih Desa, juga Petualang Naro dan Tama: Dapat Ilmu Baru. Materi komik mencakup beberapa hal seperti cerita rakyat, upacara tradisi, makanan tradisional dari jagung, reog Pancot, gamelan thok prol, sistem pertanian sayur dan palawija di lahan terasering, sistem tanam tumpang sari, sistem panen, rumah adat, dan obat herbal. Seluruh peserta mendapatkan empat komik tersebut, bahkan semua SD di Tawangmangu yang berjumlah 33 sekolah mendapatkannya secara gratis.

Setelah penyampaian materi, peserta berlatih membuat rancangan pembelajaran tematik terpadu berbasis budaya lokal dengan media komik. Berdasarkan hasil latihan tersebut, dapat dinyatakan bahwa semua peserta mampu membuat rancangan pembelajaran sesuai kriteria. Selain itu, hasil pretes dan postes menunjukkan ada peningkatan pengetahuan peserta tentang kearifan lokal Tawangmangu dan strategi mengintegrasikannya dalam pembelajaran sesuai tema maupun subtema secara terpadu antarmata pelajaran.

Lebih lanjut, Sumarwati berharap agar para gurui mampu mengintegrasikan ilmu sains dan kearifan lokal.

“Dengan demikian, harapan tim peneliti agar ilmu sains dan kearifan lokal dapat saling melengkapi dalam pemanfaatannya dan dapat terealisasi,” pungkas Sumarwati. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti