Rektor UNS dan Bupati Sragen Monitoring KKN Literasi di Desa Kedawung

Rektor UNS dan Bupati Sragen Monitoring KKN Literasi di Desa Kedawung
Dengarkan artikel

Rektor UNS dan Bupati Sragen memonitor KKN Literasi UNS di Desa Kedawung, Sragen pada 15 Agustus 2026. Kegiatan ini memperkuat sinergi UNS dan Pemkab Sragen dalam pemberdayaan masyarakat melalui literasi, sesuai tema “Penguatan Kapasitas Masyarakat Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai Upaya Mewujudkan Kemandirian Desa.”

UNS — Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. bersama Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, S.IP., M.A. melakukan kunjungan monitoring pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Literasi UNS di Desa Kedawung, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari monitoring dan evaluasi pelaksanaan KKN sekaligus memperkuat sinergi antara UNS dengan Pemerintah Kabupaten Sragen dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Dalam kunjungan tersebut, Rektor UNS berdialog dengan Mahasiswa peserta KKN, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), pemerintah desa, serta masyarakat. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan program sekaligus memperoleh masukan mengenai kebutuhan dan kondisi masyarakat di lokasi KKN.

Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si.

menyampaikan bahwa pada periode KKN kali ini UNS menerjunkan 2.914 mahasiswa yang didampingi 110 Dosen Pembimbing Lapangan. Para mahasiswa tersebut terbagi dalam 306 kelompok yang tersebar di 28 kabupaten pada empat provinsi di Pulau Jawa.

“Di Kabupaten Sragen sendiri terdapat 354 mahasiswa yang tersebar di 15 kecamatan dan 40 desa/kelurahan. Sebagian besar fokus tersebut menjadi bagian dari Program KKN Literasi bersama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, termasuk di Kecamatan Karangmalang ini, dengan 17 mahasiswa UNS,” jelas Rektor UNS.

Menurut Rektor UNS, literasi menjadi salah satu fokus penting dalam pelaksanaan KKN karena masyarakat yang semakin literat akan semakin mampu mengakses pengetahuan, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya membangun kemandirian desa.

Hal tersebut sejalan dengan tema KKN UNS tahun ini, yaitu “Penguatan Kapasitas Masyarakat Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai Upaya Mewujudkan Kemandirian Desa.”

Prof. Hartono menegaskan bahwa KKN bukan sekadar bagian dari kurikulum pendidikan mahasiswa, melainkan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dari masyarakat sekaligus melatih kepekaan sosial.

“KKN bukan sekadar bagian dari kurikulum. KKN adalah kesempatan untuk belajar langsung dari masyarakat dan melatih kepekaan sosial,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberhasilan KKN tidak semata-mata diukur dari seberapa jauh lokasi penugasan maupun seberapa kompleks program yang dapat dilaksanakan. Hal yang lebih penting adalah seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat dan seberapa besar kepekaan sosial yang tumbuh dalam diri mahasiswa.

“Karena itu, dalam monitoring hari ini kami juga ingin mendengar masukan dari pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat. Feedback tersebut sangat penting agar pelaksanaan KKN UNS terus kita perbaiki,” ujar Prof. Hartono.

Lebih lanjut, Prof. Hartono mengatakan bahwa pelaksanaan KKN juga menjadi bagian dari mandat Kampus Berdampak dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. UNS ingin memastikan agar kegiatan KKN tidak berhenti pada pelaksanaan program semata, tetapi benar-benar hadir untuk memahami kebutuhan masyarakat dan bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan yang ada.

“Kita tidak ingin KKN hanya sekadar ‘melaksanakan kegiatan’, tetapi benar-benar hadir untuk memahami kebutuhan masyarakat dan bersama-sama mencari solusinya,” tegasnya.

Prof. Hartono berharap selama 45 hari pelaksanaan KKN, mahasiswa tidak hanya membawa pulang laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik, tetapi juga membawa pengalaman, empati, serta pemahaman yang lebih baik mengenai kehidupan dan kebutuhan masyarakat.

Bupati Sragen Apresiasi Kolaborasi UNS

Sementara itu, Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, S.IP., M.A. menyampaikan apresiasi atas kontribusi UNS melalui program KKN yang dilaksanakan di berbagai wilayah Kabupaten Sragen.

Kehadiran mahasiswa UNS diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat sekaligus mendukung berbagai program pembangunan yang tengah dilakukan Pemerintah Kabupaten Sragen.

Bupati Sragen juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, pemerintah desa, mahasiswa, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa. Program KKN Literasi diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama mahasiswa berada di lokasi, tetapi juga mampu mendorong munculnya kegiatan yang dapat dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat.

Kolaborasi tersebut menjadi semakin penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan kapasitas masyarakat desa. Melalui pendampingan dan transfer pengetahuan yang dilakukan mahasiswa, masyarakat diharapkan dapat memperoleh manfaat yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNS juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sragen, pemerintah desa, para tokoh masyarakat, DPL, dan seluruh masyarakat Kecamatan Karangmalang yang telah mendukung pelaksanaan KKN UNS.

“Semoga kolaborasi UNS dan Kabupaten Sragen terus berkembang dan memberikan manfaat yang semakin besar,” pungkasnya.

Kegiatan monitoring KKN Literasi di Desa Kedawung ini sekaligus menegaskan komitmen UNS untuk terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai mitra strategis, UNS berupaya menghadirkan program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung terwujudnya kemandirian desa berbasis SDGs. Humas UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Siapa yang memonitor pelaksanaan KKN Literasi UNS di Desa Kedawung?

Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Hartono, dan Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, melakukan monitoring. Lihat di artikel

Kapan monitoring KKN Literasi UNS di Desa Kedawung dilaksanakan?

Kegiatan monitoring dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026. Lihat di artikel

Apa fokus utama KKN UNS periode ini?

Fokus utama KKN adalah literasi, sejalan dengan tema “Penguatan Kapasitas Masyarakat Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai Upaya Mewujudkan Kemandirian Desa.” Lihat di artikel

Berapa jumlah mahasiswa UNS yang terlibat dalam KKN dan tersebar di mana saja?

UNS menerjunkan 2.914 mahasiswa yang didampingi 110 Dosen Pembimbing Lapangan, terbagi dalam 306 kelompok yang tersebar di 28 kabupaten pada empat provinsi di Pulau Jawa. Lihat di artikel

Bagaimana apresiasi Bupati Sragen terhadap program KKN UNS?

Bupati Sragen mengapresiasi kontribusi UNS melalui program KKN yang diharapkan memberikan kontribusi positif dan mendukung program pembangunan Pemkab Sragen. Lihat di artikel