Oleh: Suranto Tjiptowibisono
Ketua Dewan Profesor UNS
Pendidikan pascasarjana pada saat sekarang telah berkembang dengan cepat seiring dengan kemajuan teknologi termasuk Artificial Intelligence (AI). Ini menuntut adanya model pembelajaran dan usaha-usaha adaptif dalam mendesain dan mengembangkan degree atau gelar pendidikan, khususnya program master/magister. Seperti telah dijelaskan di banyak perguruan tinggi di Indonesia bahwa program magister dilaksanakan by course-work dengan thesis.
Kegiatan kuliah secara umum dapat diselesaikan dalam 2 semester dan penelitian untuk tesis berlangsung mulai dari semester tiga hingga semester empat. Akan tetapi kebijakan penyelesaian tesis selama satu hingga dua semester itu sebenarnya telah banyak menimbulkan pertanyaan. Apabila dilihat dari sisi jumlah kredit yang hanya berkisar antara 8-12 SKS, maka jelas tidak sebanding dengan lama waktu yang harus digunakan. Padahal dalam waktu 2 semester mahasiswa pada jenjang pendidikan magister biasanya dapat menyelesaikan 25-35 SKS. Oleh karenanya penyelesaian tesis yang memakan waktu lebih dari satu semester tersebut sebaiknya ditinjau kembali.
Studi kasus penyelesaian program master di luar negeri memang bervariasi dari satu tahun sampai lebih dari dua tahun tergantug jenisnya. Namun demikian, master by course-work and small project ini dapat kita lihat dan bandingkan dengan di Inggris dan Australia yang relative sudah establish. Di Inggris, program master ini berkembang dengan pesat beberapa tahun silam. Pendidikan master yang merupakan kegiatan kuliah dan kerja di laboratorium atau penelitian di tempat spesifik dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun. Hal ini juga terjadi di Amerika Serikat, yang lebih memilih istilah master by course-work.
Kebijakan yang diambil pemerintah Inggris dalam membuka master yang dapat diselesaikan dalam waktu 1 tahun karena kebijakan semula yang memperbolehkan B.Sc. by Honours (Hons)—sebuah predikat kelas tertinggi lulusan sarjana muda yang boleh langsung menempuh program Doctor (Ph.D.) dinilai/dievaluasi ada titik-titik lemah yang harus diperbaiki. Sehingga muncullah program master dalam waktu satu tahun ini. Program ini didesain untuk memberikan pengalaman secara nyata bagaimana seseorang dapat menempuh pendidikan pascasarjana/post-graduate yang ternyata berbeda nyata dengan undergraduate. Demikian juga kompetensi yang harus dituntut juga berbeda seperti kompetensi menulis di manuscript ilmiah termasuk hasil sebuah project yang harus dikerjakan. Demikian juga suasana akademis seorang yang menempuh pascasarjana tentunya sangat berbeda dengan yang baru menempuh undergraduate.
Itulah perlunya adjustment selama 1 tahun yang dikemas dalam pemberian pengalaman akademik sebelum mahasiswa masuk dan berkiprah di tataran pendidikan paling tinggi yaitu Strata 3 atau program doctor. Adapun program serupa juga dilakukan di Australia dengan durasi yang relative berbeda. Secara umum master programme by course-work and small project ini dilakukan ketika ada program khusus antarnegara, misalnya Indonesia dan Australia. Dalam membentuk calon guru dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk dididik di beberapa perguruan tinggi negeri di Negeri Kanguru. Program master ini didesain dengan pola kuliah selama 2 semester dan bentuk tugas akhir yang berupa project yang kemudian dibuat dalam bentuk laporan ilmiah dengan total waktu kurang lebih 6 bulan. Dan master ini dikhususkan untuk para guru yang bidang studinya IPA atau bidang yang serumpun.
Sebenarnya, model master degree dengan bidang ilmu tertentu seperti MBA telah lama dikembangkan, misalnya di Melbourne. Yang menarik bagi penulis dalam menyikapi adanya tawaran di program master ini adalah bagaimana setiap perguruan tinggi mendesain kurikulum yang akan berdampak terhadap lama studi dan besarnya biaya yang ditawarkan kepada calon mahasiswa MBA ini. Dengan desain mata kuliah –ada yang diperlukan konsumen—pada bidang profesi tertentu yang disuguhkan dan ditawarkan serta durasi waktu untuk penyelesaiannya, akan menjadi daya tarik yang sangat menentukan dalam memikat para kandidat master-course-work and small project.
Suatu gambaran yang menarik terjadi. Kala itu, di tahun 1990-an, terjadi perang harga bagi program MBA di suatu negara bagian di mana PTN 1 menawarkan paket yang akan diselesaikan dalam 18 bulan, sedangkan PTN 2 hanya dalam kurun waktu 14 bulan. Adapun PTN 3 menyodorkan penyelesaian MBA yang ia janjikan dalam 16 bulan. Pertanyaannya adalah bagaimana kualitas dari ketiga PTN tersebut?
Secara umum di negara-negara maju nampaknya kualitas PTN biasanya tidak jauh berbeda satu dengan lainnya. Dengan demikian desain kurikulum dan biaya akan menjadi pertimbangan yang sangat mempengaruhi para calon mahasiswa master course-work dengan small project ini.
Berangkat dari gambaran di atas, nampaknya program magister yang selama ini telah berjalan dan telah banyak diadopsi di banyak perguruan tinggi di Indonesia seperti magister dengan kuliah dan tesis, dan master by research yang relative memerlukan effort lebih serius dan lama. Maka dirasa menarik dan menantang untuk memperkenalkan master by course-work and small project ini. Tentunya jumlah kreditnya sedikit lebih kecil dari tesis —misal 7-10 SKS.
Desain Kurikulum
Secara umum, program magister ini dapat diselesaikan dalam waktu 3 semester. Adapun pembagiannya pada semester 1 berupa kuliah yang terdiri atas mata kuliah dasar serta pengetahuan umum tentang filosofi keilmuan, bagaimana tahapan penelitian harus dikerjakan. Demikian juga tentang merancang sebuah project untuk dilakukan dan melaporkannya. Hal itu sejalan dengan kompetensi mahasiswa master atau magister yang termasuk dalam postgraduate di mana kompetensi menghasilkan manuscript ilmiah untuk dibuat atau dilaporkan/dipaparkan pada beberapa pertemuan-pertemuan ilmiah baik tingkat nasional, regional, maupun internasional. Dengan demikian metode atau tata cara penelitian atau publikasi ilmiah perlu diberikan pada awal semester ini.
Pada semester 2, para mahasiswa harus menempuh dan memahami tentang pengelolaan dan pengembangan profesi yang ditekuni. Ini menjadi titik berat bagi pengambil program master course-work and small project ini. Beban pada semester ini berkisar 15 SKS yang dapat di-break down ke dalam 4 atau 5 mata kuliah sesuai kekhususan atau spesifikasi profesi yang ditekuni. Pada semester ini juga dapat dilakukan excursion atau kuliah lapangan yang dapat berupa kunjungan ke perusahaan atau instansi tertentu atau bahkan ke lapangan—cagar alam atau sejenisnya. Adapun waktunya dapat berkisar 3 hari kerja atau sekitar 40 jam, yang diharapkan setara dengan 5 SKS. Kegiatan ini sebagai preliminary experiment dalam menempuh tugas akhir yang berupa small project dalam pemenuhan persyaratan program master-nya atau S2-nya.
Dalam penyelesaian project akhir ini diberi waktu 6 bulan termasuk sudah ujian pendadaran atau final exam. Untuk menyelesaikan program ini harus ditempuh dalam waktu maksimal 18 bulan dan dimungkinkan dapat diselesaikan kurang dari batas waktu maksimal yang dialokasikan. Apabila dengan segala kendala yang terjadi, mahasiswa tidak dapat menyelesaikan dalam waktu 18 bulan, maka dapat diberi kesempatan untuk dapat tambahan waktu selama 3 bulan.
Adapun sebaran dan rancangan program per semester dapat disajikan pada table 1.
Table 1. Sebaran Mata Kuliah Selama 3 Semester
| No. | Mata Kuliah | SKS | Keterangan |
| 1. | Filsafat ilmu | Kuliah tatap muka atau hybrid dapat dilakukan | |
| 2. | Metodologi penelitian | 3 | |
| 3. | Desain project dan pelaporannya | 3 | |
| 4. | Penulisan dan publikasi ilmiah | ||
| 5. | Model pengelolaan dan pengembangan profesi | 15 | Berupa mata kulaih wajib yang terdiri atas empat (4) atau 5 (lima) mata kuliah dalam satu semester |
| 6. | |||
| 7. | |||
| 8. | |||
| 9. | |||
| 10. | Kuliah kerja lapangan terstruktur /excursion | 5 | Dapat berupa kunjungan kerja ke perusahaan atau instansi tertentu, di mana total jamnya sekitar 40 jam penyelesaian tugasnya |
| 11. | Small-Project atau Tugas Akhir (Master’s Project) | 10 | Harus selesai dalam waktu maksimal 6 bulan termasuk ujian pendadaran |
Notes:
- Sebaran mata kuliah 1 s.d. 10 dapat didistribusikan dalam 2 semester.
- Nomor 11 Tugas Akhir atau Small Project ditarget pada semester 3, tetapi proses konsultasi sudah dapat didistrisibusikan ke calon Pembimbing mulai semester 1.


















