UNS – Dua mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meraih gelar dalam ajang Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Sukoharjo 2025. Capaian ini menjadi bukti torehan kontribusi Mahasiswa UNS bagi daerah asal. Acara Grand Final Pemilihan sendiri berlangsung meriah di Pendopo Taman Budaya Suryani, Sukoharjo.
Lintang Suminar, mahasiswi Fakultas Hukum (FH) UNS, dinobatkan sebagai Mbak II Sukoharjo 2025. Sementara itu, Shela Ayu Kianawati dari Fakultas Psikologi UNS meraih gelar Mbak Persahabatan Sukoharjo 2025. Keduanya tampil memukau sejak tahap seleksi hingga Grand Final Pemilihan pada Mei 2025 lalu.
Kepada uns.ac.id, Lintang Suminar mengungkapkan rasa syukur atas pencapaiannya di ajang bergengsi di Sukoharjo ini. Ia menyebut bahwa proses seleksi yang ketat menjadi pengalaman berharga untuk mengembangkan diri. Dukungan keluarga dan rekan sesama finalis turut memberinya semangat selama mengikuti karantina.
Motivasi utama Lintang dalam mengikuti ajang Duta Wisata Sukoharjo lahir dari kecintaan terhadap daerah kelahirannya. Ia menyadari bahwa Sukoharjo menyimpan kekayaan budaya, tradisi, dan wisata yang belum banyak dikenal. Lewat perannya sebagai Duta Wisata, ia ingin lebih aktif mempromosikan potensi daerah kepada masyarakat luas.
Lintang juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam promosi wisata di era digital saat ini. Menurutnya, media sosial bisa menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan Sukoharjo. Ia berencana memanfaatkan platform digital untuk membagikan konten-konten wisata dan budaya daerah.
“Dengan kombinasi kreativitas, kecakapan teknologi, dan kemauan belajar, generasi muda terutama yang tergabung sebagai Duta Wisata mampu membumikan potensi pariwisata daerah ke panggung global, sekaligus menciptakan dampak sosial ekonomi positif bagi komunitas lokal,” ujar Lintang.
Selama proses karantina, banyak pengalaman berkesan yang Lintang rasakan bersama peserta lain. Salah satunya saat mengikuti materi Sapta Pesona dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata. Ia merasa terinspirasi oleh para pelaku pariwisata lokal yang berupaya membangun Sukoharjo dengan penuh dedikasi.
“Saya berkomitmen untuk memadukan semangat Society 5.0 yang menempatkan manusia sebagai pusat melalui inovasi teknologi dalam setiap upaya promosi pariwisata dan kebudayaan Sukoharjo. Lewat platform media sosial, saya akan menghadirkan konten-konten edukatif dan inspiratif. Yaitu melalui video virtual tour, dokumentasi proses pembuatan kerajinan lokal, hingga wawancara singkat dengan pelaku seni tradisi,” tambahnya.
Sheila Ayu Kianawati juga menyampaikan kebahagiaannya saat diumumkan sebagai Mbak Persahabatan Sukoharjo. Ia merasa bangga karena gelar tersebut menunjukkan bahwa ajang ini bukan semata kompetisi. Bagi Kiana, nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan solidaritas lebih penting dalam memajukan daerah.
“Persahabatan bukan hanya tentang hubungan antar individu, tapi tentang bagaimana kita menghadirkan rasa aman, hangat, dan inklusif dan itulah nilai yang ingin saya bawa ke tengah masyarakat Sukoharjo,” ungkap Kiana.
Mahasiswi Fakultas Psikologi UNS ini menuturkan bahwa ketertarikannya pada ajang Duta Wisata Sukoharjo berawal dari kecintaannya pada interaksi sosial. Ia ingin menerapkan ilmu psikologi dalam upaya penguatan promosi pariwisata yang berbasis manusia. Lewat ajang ini, ia berharap bisa berkontribusi nyata bagi masyarakat.
“Ajang ini menjadi ruang saya untuk turun langsung, mengenal lebih dalam potensi daerah, dan berinteraksi dengan beragam latar belakang. Ketertarikan saya terhadap isu lingkungan pariwisata yang selama ini hanya saya ikuti secara teori dan diskusi, kini saya wujudkan dalam aksi nyata untuk Kabupaten Sukoharjo,” tuturnya.
Menurut Kiana, potensi wisata di Sukoharjo sangat kaya dan menarik, khususnya bagi generasi muda. Mulai dari seni kriya gamelan di Wirun hingga Grebeg Penjalin di Desa Trangsan menjadi daya tarik tersendiri. Sukoharjo juga dikenal memiliki destinasi sport tourism yang kini sedang naik daun di kalangan anak muda.
Kiana juga ingin memanfaatkan media sosial untuk promosi wisata Sukoharjo. Ia berharap bisa berkolaborasi dengan komunitas lokal dan generasi muda lain dalam berbagai kampanye digital. Selain itu, Kiana ingin menebar semangat persahabatan dan toleransi di tengah masyarakat.
Keduanya sepakat bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam memajukan pariwisata lokal. Ajang Duta Wisata ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal budaya daerah sekaligus berkontribusi aktif. Dengan berbagai wadah yang tersedia, Mahasiswa UNS diharapkan terus membawa nama baik kampus dan memberikan dampak positif di berbagai bidang.
“Mulailah dari langkah sederhana seperti berkunjung ke destinasi lokal, mengangkat kisahnya di media sosial, menjaga kebersihan, dan menghargai budaya yang ada,” pesan Kiana.
Prestasi yang diraih Lintang dan Kiana ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UNS lainnya untuk aktif berkontribusi. Tidak hanya dibidang akademik, tetapi juga dalam pengembangan potensi daerah dan pemberdayaan masyarakat. Sebagai agen perubahan, mahasiswa harus mampu mengambil peran dalam memajukan daerah asal.
“ Every small step counts selalu saya jadikan dasar melangkah dalam hidup. Kata inilah yang hampir tidak pernah membuat saya ragu untuk melangkah maju sekecil apapun itu,” kata Lintang.
Melalui ajang seperti Mas dan Mbak Duta Wisata Sukoharjo, potensi wisata lokal dapat semakin dikenal luas. Semangat kebersamaan dan solidaritas antar generasi muda menjadi kunci utama dalam membangun daerah. UNS selalu mendukung mahasiswanya untuk terus berkarya dan berprestasi.
Humas UNS

















