UNS — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Pasalnya, 3 orang mahasiswa dari Fakultas Hukum (FH) UNS berhasil meraih juara 2 pada ajang Veteran Legal Competition 2021 yang secara resmi diadakan oleh FH Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta. Lomba dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting.
Mereka yang berhasil mengharumkan nama UNS tergabung dalam sebuah tim bernama Kerajaan Kaling yang terdiri dari Gusti Faza Aliya, Gatot Isnawanjati Budi Abiyudo, dan Alvin Devote Azaria Ardana. Selain itu, mereka dibantu oleh tim riset yang terdiri dari Luthfiana Aisy, Siti Ashira, Luthfi Naufal, dan Muslifah dengan official Muhammad Irsyad dan editor video yang bernama Dwi Wahyu Ahmad. Faza, salah satu anggota tim merasa senang dan bersyukur atas pencapaian ini.
“Tentunya kami sangat senang dan bersyukur karena dapat mengharumkan nama KDFH UNS dan FH UNS. Juga, ada perasaan lega karena perjuangan yang kami lakukan selama ini terbayar manis dengan meraih juara 2,” tutur Faza saat dihubungi tim uns.ac.id pada Rabu (19/5/2021).
Pada ajang ini, mereka harus melalui beberapa tahap sebelum dimobatkan menjadi juara 2 pada Minggu (11/4/2021). Pada babak penyisihan, mereka harus mengumpulkan video. Usai dinyatakan lolos, terdapat pengumuman mosi perempat final, semifinal, dan final. Sambil menunggu pengumuman lolos penyisihan, mereka melakukan pemberkasan untuk mosi pada babak selanjutnya. Tim Kerajaan Kaling pun dinyatakan lolos ke perempat final hingga menjadi juara 2.
Faza mengaku, mereka turut serta dalam lomba tersebut karena ingin menjadi mahasiswa yang berprestasi dan mengharumkan nama FH UNS.
“Tujuan yang melatarbelakangi kami mengikuti lomba tersebut, sebenarnya kurang lebih sama yaitu ingin menjadi mahasiswa berprestasi yang mengharumkan nama besar FH UNS. Dengan mengikuti perlombaan, kami juga berproses ke arah yang lebih baik dan belajar bersama,” kata Faza.
Tentu, lomba debat yang diselenggarakan secara daring dan luring sangatlah berbeda. Mereka harus berlatih secara daring dan menyiapkan video untuk babak penyisihan. Faza juga menjelaskan bahwa komunikasi tidak selancar saat kegiatan dilaksanakan secara luring namun hal tersebut tidak menjadi masalah besar bagi mereka. Faza yang baru pertama kali mengikuti lomba merasa kesulitan dalam beradaptasi pada awalnya, namun karena bantuan beberapa pihak, ia merasa terbantu.
“Saya anggota baru dan ini pertama kali saya mengikuti lomba sehingga di awal cukup kesulitan beradaptasi. Tapi, Alhamdulillah Mas Mbak Mentor, rekan delegasi, dan tim riset sangat mensupport dan banyak berbagi ilmu disertai latihan speech dan sparing debat yang cukup intens. Jadi, sangat membantu dalam proses berdebat,” terang Faza.
Ke depan, Faza berharap agar KDFH UNS dapat menjadi wadah berproses bagi para pendebat dan melahirkan juara baru.
“Semoga setelah perlombaan ini, di perlombaan-perlombaan berikutnya KDFH UNS dapat terus menjadi wadah berproses bagi para debaters dan terus melahirkan juara baru serta mengharumkan nama besar KDFH UNS dan FH UNS,” pungkas Faza. Humas UNS
Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti
















