Dr. Imam Samodra menjadi Wisudawan Tercepat Program Doktor UNS pada Wisuda Periode V 2026, menyelesaikan studi dalam 2 tahun 9 bulan dengan IPK 3,98. Ia juga meraih predikat Wisudawan Terbaik FKIP UNS berkat disertasinya tentang pengembangan model Computational Thinking Berbasis Project-Based Learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif.
UNS — Prestasi membanggakan diraih Dr. Imam Samodra, S.Si., M.Si., Gr. pada Wisuda Periode V Tahun 2026 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang diselenggarakan di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram, Sabtu (27/6/2026). Pada momen tersebut, Dr. Imam dinobatkan sebagai Wisudawan Tercepat Program Doktor (S3) UNS setelah berhasil menyelesaikan studi hanya dalam waktu 2 tahun 9 bulan.
Tak hanya itu, ia juga meraih predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98.
Prestasi tersebut diraih melalui disertasi berjudul “Pengembangan Model Computational Thinking Berbasis Project-Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif”.
Melalui penelitian tersebut, Dr. Imam mengembangkan model pembelajaran Computational Thinking Project Learning (CTPjL) yang mengintegrasikan pendekatan Computational Thinking dengan Project-Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik.
“Melalui model ini, siswa tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga dilatih berpikir secara sistematis, menganalisis dan memecahkan permasalahan nyata, serta menghasilkan solusi inovatif melalui pembelajaran berbasis proyek yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna karena mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan tantangan yang dihadapi masyarakat,” jelas Dr. Imam.
Strategi Menyelesaikan Studi Doktor Kurang dari Tiga Tahun
Menurut Dr. Imam, keberhasilannya menyelesaikan studi doktor dalam waktu kurang dari tiga tahun tidak terlepas dari arahan promotor yaitu Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si., M.Si. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Fitria berpesan untuk menetapkan target penyelesaian studi minimal tiga tahun.
Untuk mencapai target tersebut, ia menerapkan strategi dengan menyusun tahapan studi secara sistematis, mulai dari seminar proposal, pelaksanaan penelitian, analisis data, penulisan disertasi, hingga ujian hasil dan ujian terbuka.
“Saya menyusun jadwal penyelesaian studi secara rinci dan berusaha menjalankannya dengan disiplin. Selain itu, komunikasi yang intensif dengan promotor menjadi kunci agar setiap perkembangan penelitian memperoleh arahan dan masukan secara berkala,” ungkapnya.
Ia juga secara konsisten mendokumentasikan seluruh proses bimbingan dalam buku catatan bimbingan sehingga perkembangan penelitian dapat dipantau secara terstruktur dan terukur.

Menempuh Seluruh Jenjang Pendidikan di UNS
Dr. Imam menempuh seluruh jenjang pendidikan dari S1 sampai S3 di UNS. Perjalanan akademiknya dimulai dengan memasuki Program Sarjana (S1) Pendidikan Kimia pada tahun 2006. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan pada Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) di UNS pada tahun 2019, Program Magister (S2) Kimia pada tahun yang sama, dan kemudian menempuh Program Doktor (S3) Pendidikan IPA sejak tahun 2023.
Menurutnya, UNS dipilih karena memiliki lingkungan akademik yang kondusif, budaya riset yang kuat, serta kualitas bimbingan yang mampu membentuk cara berpikir ilmiah mahasiswanya.
Saat ini ia menjabat sebagai Pelaksana Harian Yayasan Al Abidin Surakarta yang membina 34 satuan pendidikan mulai dari Kelompok Bermain hingga SMA dengan sekitar 7.650 peserta didik yang tersebar di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selain itu, ia juga mengajar sebagai Guru Kimia di SMA Al Abidin Bilingual Boarding School (SMA ABBS) Surakarta serta aktif sebagai peneliti yang berfokus pada pengembangan integrasi Computational Thinking dan Project-Based Learning melalui CTPjL Framework dalam pendidikan sains, khususnya implementasi Green Chemistry yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 6 tentang air bersih dan sanitasi.
Berkontribusi Nyata bagi Pendidikan Indonesia
Bagi Dr. Imam, pendidikan doktor bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan bagian dari ikhtiar untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan nasional.
Ia terinspirasi oleh pernyataan tokoh dunia Nelson Mandela yang mengatakan, “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.”
“Saya meyakini bahwa pendidikan merupakan senjata paling kuat untuk membawa perubahan. Karena itu, saya ingin berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Menurutnya, mengembangkan dunia pendidikan juga merupakan salah satu bentuk dakwah yang dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
Melalui capaian sebagai Wisudawan Tercepat Program Doktor UNS sekaligus Wisudawan Terbaik FKIP UNS, Dr. Imam berharap hasil penelitiannya dapat diimplementasikan secara luas di berbagai satuan pendidikan sehingga mampu mendorong lahirnya pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa wisudawan tercepat program Doktor UNS?
Dr. Imam Samodra, S.Si., M.Si., Gr. dinobatkan sebagai Wisudawan Tercepat Program Doktor (S3) UNS. Lihat di artikel
Berapa lama Dr. Imam Samodra menyelesaikan studi Doktornya?
Dr. Imam Samodra berhasil menyelesaikan studi program doktornya hanya dalam waktu 2 tahun 9 bulan. Lihat di artikel
Apa judul disertasi Dr. Imam Samodra?
Disertasi Dr. Imam Samodra berjudul “Pengembangan Model Computational Thinking Berbasis Project-Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif”. Lihat di artikel
Strategi apa yang digunakan Dr. Imam Samodra untuk menyelesaikan studi doktornya dengan cepat?
Ia menyusun tahapan studi secara sistematis, menjaga komunikasi intensif dengan promotor, dan mendokumentasikan seluruh proses bimbingan. Lihat di artikel
Bagaimana Dr. Imam Samodra berkontribusi pada pendidikan Indonesia?
Ia berharap hasil penelitiannya dapat diimplementasikan secara luas di berbagai satuan pendidikan untuk mendorong pembelajaran yang kreatif dan inovatif.


















