Resolusi PPDB SMA 2023 Berdasar Keberpihakan pada Siswa

Resolusi PPDB SMA 2023 Berdasar Keberpihakan pada Siswa

Oleh : Atiek Rachmawati, S.S. (Alumnus Prodi Sastra Daerah FSSR UNS (Sekarang FIB) Tahun 1999/ Guru Bahasa Jawa SMA N 2 Grabag, Magelang)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata resolusi berarti suatu putusan atau kebulatan pendapat yang berupa permintaan ataupun tuntutan (dalam sebuah rapat ataupun musyawarah). Resolusi juga bisa diartikan sebagai pernyataan tertulis yang berisi tuntutan tentang suatu hal. Melihat antusias dan kondisi lapangan pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA tahun ini, perlu diperhatikan kembali berbagai masalah yang masih saja ada di masyarakat hingga akhirnya bisa memunculkan sebuah resolusi untuk PPDB tahun 2023 yang akan datang.

Orang tua mana yang tidak ketar-ketir hatinya, ketika putra-putrinya tidak bisa diterima di sekolah negeri pilihan karena adanya sistem PPDB yang harus dilaluinya. Image sekolah negeri favorit tidak dipungkiri masih melegenda di pemikiran masyarakat kita. Tahun ini, PPDB SMA/ SMK 2022 diawali dengan adanya pengusulan wilayah zonasi oleh masing-masing satuan pendidikan, dengan memperhatikan sebaran sekolah, data sebaran domisili peserta didik dan juga kapasitas daya tampung satuan pendidikan yang disesuaikan dengan ketersediaan jumlah anak usia sekolah pada jenjang pendidikan. Setelah usulan diterima, selanjutnya penetapan wilayah zonasi dituangkan dalam Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Nomor 420/ 14809 tentang Penetapan Wilayah Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Provinsi Jawa Tengah Tahun pelajaran 2022/ 2023 tertanggal 12 Mei 2022.

Selanjutnya diberikan sosialisasi PPDB pada setiap satuan pendidikan yang kemudian disusul dengan dikeluarkannya Petunjuk Teknis Penyelenggaraan PPDB pada SMA dan SMK Negeri Provinsi Jawa Tengah, yang diatur dalam Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Nomor 420/ 15276 tertanggal 2 Juni 2022. Di dalam Juknis tersebut telah secara lengkap menjabarkan tentang teknis proses PPDB tahun 2022. Namun kenyataan di lapangan masih saja ditemui kendala karena kurang pahamnya masyarakat dalam memahami juknis ataupun kurangnya sosialisasi yang sampai khususnya kepada Calon Peserta Didik ataupun orang tua CPD.

Jadwal proses PPDB untuk masyarakat atau CPD sesuai dengan Juknis adalah sebagai berikut. Pengajuan akun, verifikasi berkas dan aktivasi akun dimulai tanggal 14 Juni pukul 00.00 WB hingga 28 Juni 2022 yang ditutup pada pukul 16.00 WIB. Untuk ajuan akun dan aktivasi, calon peserta didik baru atau CPD bisa melakukan secara mandiri melalui situs https://ppdb.jatengprov.go.id/. Setelah CPD membuat ajuan akun, maka CPD harus melakukan verifikasi berkas di sekolah terdekat. Verifikasi berkas yang dimaksud adalah membawa berkas persyaratan PPDB sesuai dengan jalur PPDB yang akan dipilih atau digunakan CPD dalam mendaftar ke sekolah tujuannya. Setelah proses verifikasi selesai, dan CPD mempunyai bukti ajuan akun, maka CPD dapat melakukan aktivasi akun. Untuk proses ini, penulis lihat banyak sekolah yang melakukan sistem berbantuan operator sekolah dengan tujuan membantu atau melayani CPD yang tidak bisa melakukan ajuan akun ataupun aktivasi akun secara mandiri.

Sementara itu, jalur PPDB yang disediakan saat ini adalah jalur zonasi, yaitu  paling sedikit 55 % dari daya tampung sekolah. Jalur Afirmasi, yaitu paling sedikit 20% dari daya tampung sekolah dengan pembagian, siswa miskin 13%, yatim, piatu, dan yatim piatu paling banyak 2%, anak panti paling banyak 2% dan anak tenaga kesehatan yang menangani penangan Covid-19 secara langsung paling banyak 3%. Jalur prestasi yaitu paling banyak 20% dari daya tampung sekolah, dan jalur perpindahan orang tua atau mutasi paling banyak 5% dari daya tampung sekolah. Semua jalur tersebut menerapkan sistem seleksi jarak terdekat rumah CPD ke pintu gerbang sekolah yang dituju dan usia tertua, maksimal 21 tahun. Terkecuali jalur prestasi dengan menetapkan hasil seleksi berdasarkan nilai raport semester I sampai dengan V, yaitu nilai rata-rata aspek kompetensi pengetahuan dan keterampilan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA yang dikalikan dengan nilai akreditasi sekolah dan ditambah dengan nilai piagam kejuaraan yang dipunyai CPD baik kejuaraan berjenjang ataupun tidak berjenjang dengan masa berlaku paling singkat 6 bulan dan paling lama 3 tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB.

Setelah CPD melakukan ajuan akun, verifikasi dan aktivasi akun, kemudian CPD bisa melakukan pendaftaran dan perubahan pilihan sekolah pada tanggal 29 Juni 2022 mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan tanggal 1 Juli 2022 pukul 16.00 WIB.  Hasil seleksi masing-masing jalur bisa langsung dipantau CPD pada situs https://ppdb.jatengprov.go.id/. Dan CPD ataupun orang tua CPD dapat memantau hasil seleksi atau jurnal penerimaan tersebut kapanpun dan dimanapun mereka berada. Walaupun sistem PPDB ataupun Juknis PPDB sudah diatur sedemikian rupa, namun tetap saja ada beberapa kendala kecil yang akhirnya harus meluruhkan niat seorang CPD untuk bisa bersekolah di sekolah impiannya. Orang tua menganggap sistem PPDB ribet karena ketidaktahuan sistem cara pemilihan sekolah.

Resolusi yang mungkin bisa menjadi perhatian dan usulan perbaikan aturan dan sistem PPDB adalah sebagai berikut. Pengurangan prosentase pada jalur zonasi yang semula 55% menjadi 25% atau 50% namun merupakan akumulatif dari jalur afirmasi dan perpindahan orang tua (zonasi 25%, afirmasi 20% dan perpindahan orang tua 5%) . Sementara jalur prestasi diberikan penambahan kuota sebanyak 50%. Ada yang menyikapi jalur zonasi ini dengan pembuatan Kartu Keluarga (KK) baru dengan menitipkan CPD di KK saudara atau keluarga yang lain, yang bertempat tinggal dekat dengan sekolah yang akan dituju. Walaupun hal ini sudah diminimalisir dengan aturan bahwasanya KK yang diterbitkan adalah minimal 1 tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB, dan jalur zonasi memang diharapkan dapat mengakomodir masyarakat di wilayah sekitar sekolah untuk mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan di sekolah tersebut, namun jalur ini menjadi rawan bagi sekolah yang sudah terlanjur mendapat predikat favorit.

Untuk jalur afirmasi penulis lihat sudah sesuai dengan kriteria yang diharapkan, dan dapat mengakomodir CPD untuk dapat memilih dan bersekolah di sekolah yang dituju, dengan sistem seleksi jarak terdekat dan usia tertua dari CPD yang menggunakan jalur tersebut. Sementara itu untuk jalur perpindahan orang tua penulis lihat juga sudah bisa mengakomodir CPD yang mengikuti perpindahan orang tua mereka dengan pembuktian surat penugasan dari instansi atau perusahaan tempat orang tua CPD bekerja. Namun terkhusus anak guru, ke depan bisa dipertimbangkan bagi anak guru selain privilege yaitu prioritas diterima di sekolah tempat orang tua bertugas, juga bisa dipergunakan untuk memilih sekolah lain dengan berbagai pertimbangan permasalahan yang dihadapi oleh guru. Karena, di lapangan, banyak guru yang bertugas dengan jarak yang jauh dari tempat tinggalnya.

Terakhir jalur prestasi untuk bisa diberikan penambahan prosentase dari daya tampung sebuah sekolah. Nilai adalah merupakan indikator bagi seorang siswa untuk mengetahui seberapa dapat mereka menguasai pembelajaran. Sehingga mereka dapat menggunakan nilai prestasi mereka untuk mendaftar dan bersekolah di sekolah yang dituju tanpa memikirkan jarak domisili mereka ke tempat tersebut. Pun dengan piagam kejuaraan. Jangan diberikan batasan waktu paling singkat, karena selama siswa masih bersekolah di sebuah satuan pendidikan, maka dia berhak untuk mengikuti kejuaraan apapun dan ketika mereka dapat berprestasi di kejuaraan tersebut, maka itu merupakan nilai tambah bagi mereka. Sebenarnya, masalah-masalah tersebut tidak akan muncul jika masyarakat bisa teredukasi sejak dini tentang aturan dan proses PPDB. Sosialisasi tentang sistem dan tatacara PPDB diberikan sedini mungkin kepada CPD sewaktu mereka masih duduk di bangku kelas IX, dan atau bahkan sosialisasi juga diberikan kepada orang tua CPD. Diberikan juga solusi yang dapat mengakomodir CPD dan orang tua, sehingga paling tidak mereka bisa puas telah mengikuti seleksi PPDB secara sistem walaupun hasilnya nanti mungkin tidak sesuai dengan pengharapan mereka. Akhirnya, kepada seluruh CPD Baru SMA dan SMK Negeri se-Jawa Tengah selamat atas hasil pengumuman PPDB tahun pelajaran 2022/ 2023 pada tanggal 4 Juli 2022 ini. Semoga harapan sesuai dengan kenyataan dan dapat bergabung belajar bersama di sekolah yang menjadi impiannya. Dan seandainya masih belum beruntung, semoga bisa segera mendapatkan sekolah yang lebih tepat. Maju terus Pendidikan Indonesia dengan berdasar keberpihakan pada siswa. Wujudkan merdeka belajar untuk peningkatan kualitas pembelajaran yang lebih baik. (***)

PLN Gandeng UNS Jalankan Pilot Project Konversi LPG ke Kompor Induksi

PLN Gandeng UNS Jalankan Pilot Project Konversi LPG ke Kompor Induksi

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi digandeng Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menjalankan pilot project konversi kompor gas ke kompor induksi. Kerja sama ini diteken pada Kamis (28/4/2022) di Ruang Sidang II Gedung dr. Prakosa UNS, Kentingan, Surakarta.

Penandatanganan tersebut dilangsungkan secara luring menghadirkan berbagai pihak. Jajaran pimpinan UNS dan PLN hadir dalam acara ini. Pihak PLN diwakili oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Muhammad Irwansyah Putra, Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan, Ari Prasetyo Nugroho, Senior Manager Keuangan Komunikasi dan Umum, Endah Yuliati, dan Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Surakarta, Joko Hadi Widayat.

Sementara itu, pihak UNS dihadiri langsung oleh Rektor, Prof. Dr. Jamal Wiwoho. Selain itu, Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama, Bisnis, dan Informasi UNS, Prof. Dr. rer.nat Sajidan dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS, Prof. Dr. Okid Parama Astirin juga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Rektor UNS, Prof. Jamal mengungkapkan bahwa kunci kemajuan negara adalah inovasi. Untuk itu, perguruan tinggi didorong untuk melakukan riset dan inovasi. Namun, riset dan inovasi diharapkan tidak mandek hanya pada artikel ilmiah, tetapi juga dapat disinergikan dengan dunia usaha dan industri agar dapat diimplementasikan.

“Keberhasilan mengakselerasi berbagai produk inovasi yang dilakukan oleh perguruan tinggi tidak terlepas dari kemampuanya untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan industri dan berbagai institusi pengguna. Seperti halnya pagi ini, UNS berhasil menggandeng PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DIY dalam rangka pelaksanaan pilot project pengalihan energi berbasis impor menjadi domestik melalui konversi kompor LPG ke kompor induksi,” ujar Prof. Jamal.

Program konversi ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo yang meminta PT. Pertamina dan PT. PLN segera menjalankan program transisi energi. Dua hal awal yang akan dilaksanakan transisi energi yakni penggunaan kendaraan listrik dan kompor induksi. Prof. Jamal berharap UNS dan PLN dapat bersinergi dengan baik untuk memaksimalkan terwujudnya program ini.

“Semoga UNS bersama PT PLN  Unit Induk Distribusi Jawa Tengah Dan D.I. Yogyakarta mampu memberikan kontribusi  dan kinerja yang semakin nyata dalam rangka mensukseskan terwujudnya  kualitas riset dan inovasi pendidikan tinggi dalam mendukung akselerasi program transisi energi di Indonesia,” pungkasnya.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Muhammad Irwansyah Putra mengatakan bahwa pilot project pengalihan energi berbasis impor menjadi domestik melalui konversi kompor LPG ke kompor induksi ini akan dilaksanakan di dua tempat yakni Kota Surakarta dan Bali Selatan. Khusus pelaksanaan di Kota Surakarta, PLN mempercayakan UNS untuk mengawal program tersebut.

“Kami minta bantuan bapak ibu akademisi Universitas Sebelas Maret untuk bersama-sama mengawal program konversi LPG ke induksi agar berjalan dengan lancar sehingga dapat menjadi percontohan kota-kota lain di Indonesia,” ujarnya.

Pilot project ini akan dilaksanakan awal Juni 2022. Program tersebut berupa pengujicobaan kompor induksi untuk 1.000 warga dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah  (UMKM) di Kota Surakarta.

Seribu pelanggan yang dipilih dalam uji coba ini sudah disurvei kemudian ditetapkan. Pelanggan-pelanggan tersebut merupakan pelanggan yang mendapat subsidi listrik yang memiliki daya 450—900 VA. Untuk menggunakan kompor induksi, pelanggan yang masuk daftar tersebut akan mendapat fasilitas penambahan daya gratis hingga 2200 VA.

PLN Gandeng UNS Jalankan Pilot Project Konversi LPG ke Kompor Induksi

Dalam menjalankan program ini, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Surakarta akan dibantu oleh LPPM UNS. Sejumlah pakar UNS akan dilibatkan pada program ini. Beberapa pakar tersebut di antaranya pakar manajemen proyek, pakar etnografi, pakar ketenagalistrikan, pakar data analis dan teknologi informasi, pakar sosiologi, dan pakar ilmu komunikasi. Kehadiran sejumlah pakar diharapkan membantu PLN mewujudkan target konversi kompor LPG ke kompor induksi mencapai 8,2 juta pengguna pada 2025 mendatang. Humas UNS

Reporter: Ida Fitriyah
Editor: Dwi Hastuti

Awali Bulan April, UNS Jalin Kerja Sama dengan PT PLN

Awali Bulan April, UNS Jalin Kerja Sama dengan PT PLN

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjalin kerja sama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) pada Jumat (1/4/2022). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak. Dari UNS, penandatanganan MoU dilakukan oleh Prof. Dr. rer.nat. Sajidan, M.Si. selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Bisnis, dan Informasi, sedangkan dari PT. PLN (Persero) dilakukan oleh Muhammad Irwansyah Putra selaku General Manager (GM) PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

PT. PLN (Persero) merupakan sebuah badan usaha milik negara yang mengurus semua aspek kelistrikan yang ada di Indonesia. Adapun, maksud dan tujuan dari penandatanganan kerja sama ini adalah untuk mengaplikasikan dan meningkatkan pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan ketenagalistrikan, serta pengembangan sumber daya manusia. Juga untuk meningkatkan kemampuan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam upaya pengelolaan dan pengembangan ketenagalistrikan secara optimal, serta pengabdian kepada masyarakat di wilayah kerja PT. PLN (Persero) UID Jawa Tengah dan DIY.

Prof. Sajidan berharap agar adanya kerja sama ini dapat bermanfaat bagi kedua belah pihak.

Awali Bulan April, UNS Jalin Kerja Sama dengan PT PLN

“Semoga kerja sama ini akan bermanfaat bagi semua pihak, baik untuk PLN dan UNS dalam bidang penelitian, pengabdian, dan pengembangan kelistrikan,” ujar Prof. Sajidan.

Penandatanganan MoU ini bertepatan dengan hari bebas emisi yang berlaku di UNS. Hari bebas emisi ini terlaksana sekali setiap bulan di awal pekan setiap bulannya di hari Jumat. Hal ini senada dengan aksi lanjutan setelah adanya penandatanganan MoU, akan ada pembagian 1.000 kompor listrik bagi warga Solo. Hal ini bertujuan agar dapat mengurangi penggunaan kompor gas yang mendukung program pemerintah dalam upaya net zero emission.

GM PT. PLN (Persero) UID Jawa Tengah dan DIY juga berharap agar adanya kerja sama ini dapat memberikan arti bagi bangsa dan negara.

Awali Bulan April, UNS Jalin Kerja Sama dengan PT PLN

“Ke depan merupakan tantangan berat bagi kami. Maka, kami memerlukan bantuan dari perguruan tinggi baik dalam hal sosialisasi dan koordinasi dengan pemerintah dan stake holder. Semoga kerja sama ini dapat memberikan arti bagi bangsa dan negara kita,” harap Irwansyah. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti

Pertama di Jateng, FMIPA UNS Resmikan Pojok Statistik

Pertama di Jateng, FMIPA UNS Resmikan Pojok Statistik

UNS — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta meresmikan Pojok Statistik pada Senin (20/12/2021). Peresmian Pojok Statistik dilakukan oleh Direktur Diseminasi Statistik, Dr. Pudji Ismartini didampingi Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Adhi Wiriana, Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Dr. Sutanto dan Dekan FMIPA UNS, Harjana, Ph. D di Aula FMIPA UNS.

Dalam sambutannya, Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Adhi Wiriana mengatakan Pojok Statistik ini merupakan terobosan dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Keberadaan Pojok Statistik di FMIPA UNS ini merupakan Pojok Statistik pertama di Jawa Tengah. “Karena sudah kami petakan bahwa 58 persen pengguna data statistik di Jateng adalah mahasiswa dan sivitas akademika. Dari empat Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Jateng, yaitu Undip, Unsoed, Unnes dan UNS, nah Pojok Statistik di FMIPA UNS ini merupakan yang pertama,” terang Adhi.

Kemudian secara nasional, Direktur Diseminasi Statistik, Dr. Pudji Ismartini menambahkan bahwa sampai saat ini sudah ada tujuh Pojok Statistik di perguruan tinggi. “Tahun depan kami targetkan semua provinsi ada Pojok Statistik minimal satu. Dan selama ini respon perguruan tinggi sangat baik, karena memang kebutuhan data di perguruan tinggi cukup tinggi. Semoga dengan hadirnya Pojok Statistik ini dapat mendekatkan BPS ke mahasiswa dan akademisi sebagai sekmen terbesar mengguna data BPS,” ujar Dr. Pudji.

Dr. Pudji melanjutkan bahwa keberadaan Pojok Statistik ini sebagai bentuk layanan kolaboratif yang dilakukan BPS sebagai penyelenggaran pelayanan publik. “Karena ini baru dilaunching, nanti kita evaluasi setelah proses berjalan dan akan menjadi bahan evaluasi BPS ke depan,” imbuh Dr. Pudji.

Dr. Pudji juga menambahkan bahwa hadirnya Pojok Statistik ini untuk mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). “Pengunjung bisa melakukan konsultasi statistik, lalu ada edukasi statistik yang layanannya bersifat tematik dan terjadwal. Untuk jadwalnya bisa diakses di pojokstatistik.bps.go.id serta Pojok Statistik ini juga dilengkapi dengan data-data statistik dalam bentuk infografis dan videografis,” ujar Dr. Pudji.

Pertama di Jateng, FMIPA UNS Resmikan Pojok Statistik

Sementara itu, Dekan FMIPA UNS, Harjana, Ph. D mengatakan sangat bangga karena bisa menjadi bagian dari Pojok Statistik dari BPS. Ini merupakan salah satu bentuk realisasi kerja sama BPS Jateng dengan UNS khususnya FMIPA yang memiliki Prodi Statistik. “Kami sangat Bahagia karena bisa menjadi central pembelajaran statistik di Solo khususnya dan di Jateng pada umumnya. Kami mengucapkan terima kasih kepada tim BPS Jateng yang sangat berperan aktif dalam mewujudkan Pojok Statistik di FMIPA UNS,” kata Harjana.
FMIPA UNS menempatkan lokasi Pojok Statistik di Gedung B supaya mudah diakses oleh sivitas akademika UNS. Dengan hadirnya Pojok Statistik diharapkan menjadi salah satu sarana pelayanan publik bagi sivitas akademika yang mudah untuk memperoleh data tercetak maupun digital. “Bisa untuk membangun literasi statistik. Dan ini juga menjadi salah satu tempat implementasi MBKM. Salah satu tempat yang bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk Prodi Statistik tapi juga untuk Prodi lain. Semoga kedepan sarana prasarana dan fungsi Pojok Statistik dapat ditingkatkan menyesuaikan kebutuhan pengunjung. Pojok Statistik di FMIPA UNS ini dilengkapi dengan ruang baca yang nyaman, akses wifi, koleksi pustaka serta terdapat petugas yang akan melayani pengunjung,” ujar Harjana.

Sedangkan Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho yang diwakili oleh Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Dr. Sutanto sangat memberikan apresiasi atas diresmikannya Pojok Statistik di FMIPA UNS. “Tadi malam Pak Rektor menyampaikan ke saya bahwa beliau sangat mengapresiasi keberadaan Pojok Statistik ini karena dapat mendekatkan statistik ke masyarakat,” ujarnya.

Pertama di Jateng, FMIPA UNS Resmikan Pojok Statistik

Dalam rangkaian kegiatan Launching Pojok Statistik ini, juga dilakukan Kuliah Umum oleh Direktur Diseminasi Statistik, Dr. Pudji Ismartini dengan tema Perkuat Statistik Percepat Pemulihan Jawa Tengah dan pengukuhan agen statistik UNS. Hadirnya agen statistik ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak diseminasi data statistik di UNS khususnya serta masyarakat Solo dan sekitarnya pada umumnya. HUMAS UNS

Reporter: Dwi Hastuti