UNS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta turut ambil peran dalam menyukseskan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII tahun 2024. Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr. M.Si., menyampaikan bahwa UNS memberikan dukungan penuh melalui penyediaan sarana dan prasarana serta Sumber Daya Manusia (SDM).
“Pada prinsipnya, UNS mendukung penuh Peparnas 2024 yang diselenggarakan di Solo. Bentuk dukungan itu baik dalam rangka menyediakan sarana-prasarana dan juga SDM,” tutur Prof. Hartono.
Peran serta UNS dalam Peparnas XVII ini semakin membuktikan diri sebagai kampus inklusif. UNS menyediakan ruang beraktivitas hingga ruang berkembang bagi kaum disabilitas. Sivitas akademika UNS turut berkiprah dalam dunia kepelatihan olahraga para (untuk disabilitas) dan sebagai para atlet. Prestasi yang gemilang selalu disumbangkan oleh sivitas akademika UNS dalam ajang nasional maupun internasional.
“Tentu sivitas akademika UNS memberikan kontribusi baik di Peparnas sebagai ajang olahraga tingkat nasional maupun event lain di level internasional,” tambah Beliau.
Venue Peparnas di UNS
Terdapat beberapa venue UNS yang menjadi tempat penyelenggaraan Cabang Olahraga (Cabor) Peparnas XVII. Pertama, GOR Fakultas Keolahragaan (FKOR) UNS. GOR FKOR UNS berlokasi di Manahan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta. Gedung olahraga ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap. Dengan fasilitas yang memadai untuk event olahraga, GOR FKOR UNS Manahan Solo pernah menjadi salah satu venue di ajang internasional Asean Para Games tahun 2022.



Pada Peparnas XVII, GOR FKOR UNS digunakan untuk pelaksanaan Cabor Boccia. Boccia merupakan salah satu olahraga para yang dimainkan dengan tujuan melemparkan bola sedekat mungkin ke arah target. Olahraga ini dirancang khusus untuk atlet dengan keterbatasan fisik dan membutuhkan kursi roda. Boccia hampir mirip dengan permainan curling tetapi dimainkan di lapangan yang datar.
Kedua, Stadion UNS. Stadion UNS merupakan stadion yang berada di komplek Kampus UNS Kentingan. Venue ini memiliki sarana prasarana yang memadai untuk pelaksanaan Peparnas XVII. Pada tahun 2021 stadion ini pernah diusulkan sebagai salah satu lapangan pendukung Piala Dunia U-20. Fasilitas utama dari Stadion UNS yaitu mempunyai lapangan dengan kualitas rumput baik. Sedangkan fasilitas lainnya adalah memiliki tribun penonton dua sisi, yakni barat dan timur.
Stadion UNS digunakan untuk penyelenggaraan Cabor Sepak Bola CP. Sepakbola CP atau disebut juga Cerebral Palsy Football merupakan varian dari sepakbola yang dirancang khusus untuk atlet dengan Cerebral Palsy (CP). CP merupakan kondisi neurodegeneratif yang mempengaruhi koordinasi dan gerakan. Olahraga ini memungkinkan individu dengan CP untuk berpartisipasi dalam sepakbola dengan modifikasi tertentu untuk menyesuaikan dengan kebutuhan fisik mereka.
Ketiga, GOR UNS. Venue ini biasa digunakan untuk berbagai aktivitas indoor. GOR UNS memiliki fasilitas yang cukup baik untuk menjadi venue ajang kejuaraan nasional. Pada tahun 2022, GOR UNS Kentingan Solo telah menjadi salah satu venue internasional yakni Asean Para Games di Solo.
GOR UNS digunakan untuk penyelenggaraan Cabor Goalball. Goalball merupakan olahraga tim yang dirancang khusus untuk atlet yang mengalami gangguan penglihatan, termasuk mereka yang memiliki kebutaan total maupun penglihatan sangat terbatas. Olahraga ini memiliki elemen yang unik dan menantang karena pemain harus mengandalkan pendengaran dan teknik, bukan penglihatan. Tujuan dari permainan ini yaitu setiap tim harus berusaha mencetak gol dengan melemparkan bola ke gawang milik lawan.
Terakhir, Auditorium UNS. Venue yang juga dikenal sebagai Gedung G.P.H. Haryo Mataram UNS ini digunakan untuk penyelenggaraan Cabor Para Taekwondo. Para Taekwondo merupakan cabang olahraga Taekwondo yang diadaptasi untuk atlet penyandang disabilitas. Dalam Para Taekwondo, atlet memiliki syarat yaitu memiliki kedua kaki yang berfungsi dengan baik dan dilarang untuk menendang kepala dan tidak akan mendapatkan poin dengan pukulan. Para Taekwondo hanya boleh diikuti oleh atlet yang mengalami physical impairment atau Tuna Daksa, berupa impaired muscle power, athetosis, limb deficiencydan ataxia pada lengan.
Humas UNS
Reporter: R. P. Adji
Redaktur: Dwi Hastuti



















