UNS — Ilmu Quran (IQ) bekerja sama dengan Jamaah Nurul Huda Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (JN UKMI) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar kajian menjelang buka puasa. Kajian ini membedah tema Makharijul Huruf dan Tajwid yang terbalut dalam program bernama Sinau Tahsin Al-Qur’an (SINTA-Q). Acara digelar secara daring melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting pada Jumat (30/4/2021).
Acara ini menghadirkan Faris Alrosyid selaku Dewan Pembina Organisasi (DPO) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) IQ UNS. Acara ini digelar secara berturut-turut selama 3 pekan setiap hari Jumat mulai dari tanggal 16 April yang lalu. Peserta yang hadir adalah mahasiswa UNS.
Faris memaparkan materi tata cara pelafalan huruf hijaiyyah yang benar. Ia menjelaskan mulai dari huruf alif hingga ya. Usai menjelaskan huruf hijaiyyah, Faris memaparkan ilmu tajwid. Ia menekankan, pentingnya untuk mengulang-ulang ilmu yang telah dipelajari setiap hari agar tidak hilang.
“Orang yang tahu tajwid dan nggak tahu tajwid akan sama saja kalau dia nggak mengulang-ulang ilmunya,” ujar Faris.
Selain itu, Faris juga menganjurkan untuk memiliki guru ketika belajar ilmu tahsin.
“Orang yang belajar harus punya guru. Harus tahu silsilah beliau belajar di mana,” terang Faris.
Pada ilmu tajwid, Faris menerangkan hukum-hukum bacaan Al-Qur’an ia juga berpesan agar ketika belajar jangan lupa berdoa. Hukum-hukum yang diterangkan antara lain adalah ghunnah dan mad thabi’i. Sebaik-baik belajar ilmu tahsin menurut Faris adalah dengan metode talaqqi.
“Kalau kita belajar tahsin baiknya adalah dengan metode talaqqi,” ujarnya.
Metode talaqqi sendiri dilakukan dengan cara belajar secara langsung berhadapan dengan guru. Metode ini memperhatikan gerak bibir guru untuk mendapatkan makhrojul (pengucapan) huruf hijaiyyah dengan benar. Metode talaqqi juga biasa disebut dengan metode musyafahah.
Usai menjelaskan semua materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara pemateri dengan peserta. Di akhir sesi, Faris berpesan agar ketika belajar Al-Qur’an hanya diniatkan untuk Tuhan.
“Kalau kita belajar Al-Qur’an, sebenarnya seru banget. Perlu kita tanamkan bahwa belajar Al-Qur’an hanya untuk Allah ta’ala. Walau pun sudah tua, masih muda, itu diwajibkan untuk belajar,” kata Faris. Humas UNS
Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti
















