DWP UNS Gelar Talk Show Peringati Hari Kartini dan Dies Natalis ke-50 UNS

DWP UNS Gelar _Talk Show_ Peringati Hari Kartini dan Dies Natalis ke-50 UNS

Dharma Wanita Persatuan UNS menggelar talk show memperingati Hari Kartini dan Dies Natalis ke-50 UNS pada Rabu (23/4/2026). Acara yang dihadiri 200 peserta ini bertujuan memperkuat komitmen kesetaraan, inklusivitas, dan pemberdayaan perempuan, serta peran mereka dalam pelestarian lingkungan.

UNS — Dharma Wanita Persatuan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan peringatan Hari Kartini sekaligus Dies Natalis ke-50 UNS dalam suasana penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap nilai kesetaraan, inklusivitas, dan pemberdayaan perempuan di lingkungan kampus. Acara diselenggarakan di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Rabu (23/4/2026) dengan menghadirkan narasumber Staf Khusus Bidang Perempuan dan Politik Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Dra. Siti Nia Nurhasanah Sjarifudin.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D. menyampaikan apresiasi kepada Dra. Siti Nia Nurhasanah Sjarifudin yang hadir untuk berbagi wawasan dan pengalaman.

Peringatan Hari Kartini tidak hanya dimaknai sebagai mengenang tokoh sejarah, tetapi juga sebagai upaya meneruskan nilai perjuangan dalam konteks masa kini. “Semangat Kartini dinilai relevan untuk terus diinternalisasikan, khususnya dalam mendorong kesetaraan akses pendidikan, pengembangan kapasitas, serta peran aktif perempuan di berbagai sektor,” terang Prof. Dody.

Sebagai institusi pendidikan tinggi, UNS menegaskan komitmennya untuk menjadi ruang yang adil, inklusif, dan berbasis merit. Kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat transfer ilmu, tetapi juga sebagai tempat pembentukan karakter dan kepemimpinan.

Dalam beberapa tahun terakhir, UNS mencatat kemajuan dalam kepemimpinan perempuan. Sejumlah posisi strategis telah diisi oleh perempuan, termasuk untuk pertama kalinya hadir Wakil Rektor perempuan pada periode 2024–2029. Hal ini menegaskan bahwa kepemimpinan didasarkan pada kapasitas, integritas, dan kompetensi, bukan semata gender.

Meski demikian, upaya menuju kesetaraan yang substansial masih menghadapi berbagai tantangan, seperti stereotip dan hambatan struktural. Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama seluruh elemen kampus untuk terus mendorong lingkungan yang inklusif dan berkeadilan.

Dalam perspektif pembangunan, pemberdayaan perempuan juga menjadi strategi penting. Akses yang setara bagi perempuan di bidang pendidikan, ekonomi, dan politik terbukti berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia.

Melalui kegiatan ini, UNS berharap tercipta ruang dialog, pertukaran gagasan, serta kolaborasi yang dapat melahirkan pemikiran dan langkah nyata, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.

“Jadikan semangat Kartini sebagai inspirasi dalam tindakan sehari-hari, mulai dari hal sederhana hingga kebijakan yang lebih luas, guna mewujudkan kesetaraan dan kemajuan bersama,” imbuhnya.

Ketua DWP UNS, Widiastuti Hartono melaporkan bahwa pelaksanaan kegiatan talk show dengan tema “Pemberdayaan Perempuan dalam Pelestarian Lingkungan.” Kegiatan ini merupakan wujud komitmen di usia emas UNS untuk memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan, khususnya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Acara ini diikuti oleh sekitar 200 peserta dari DWP UNS, sebagai bentuk sinergi dan kepedulian bersama terhadap lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. “Kami berharap melalui kegiatan ini dapat lahir gagasan serta langkah nyata, sehingga perempuan tidak hanya menjadi bagian dari perubahan, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam pelestarian alam demi generasi mendatang. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Kami menyadari masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya, untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujar Widiastuti Hartono.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D. menyampaikan bahwa perempuan sebenarnya memiliki peran besar, terutama di sektor informal, namun sering tidak diakui dalam pendataan resmi.

Di sisi lain, peran perempuan semakin penting sebagai penopang ekonomi keluarga dan pengambil keputusan. Meski keterwakilan politik meningkat, ketimpangan gender, keterbatasan akses pendidikan, serta tingginya kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi tantangan.

Diperlukan pemberdayaan perempuan secara nyata serta kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat untuk mewujudkan pembangunan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa tujuan talk show yang digelar DWP UNS?

Talk show ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Kartini dan Dies Natalis ke-50 UNS, serta memperkuat komitmen terhadap nilai kesetaraan, inklusivitas, dan pemberdayaan perempuan. Lihat di artikel

Siapa narasumber talk show Hari Kartini dan Dies Natalis UNS?

Narasumber yang dihadirkan adalah Staf Khusus Bidang Perempuan dan Politik Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Dra. Siti Nia Nurhasanah Sjarifudin. Lihat di artikel

Berapa jumlah peserta yang hadir dalam acara peringatan Hari Kartini dan Dies Natalis UNS?

Acara ini diikuti oleh sekitar 200 peserta dari DWP UNS. Lihat di artikel

Apa tema talk show yang diselenggarakan DWP UNS?

Tema talk show yang diselenggarakan adalah “Pemberdayaan Perempuan dalam Pelestarian Lingkungan”. Lihat di artikel