UNS Perkuat Integritas Mahasiswa melalui Diskusi Kontemporer Bersama PPATK dan Pegadaian

UNS Perkuat Integritas Mahasiswa melalui Diskusi Kontemporer Bersama PPATK dan Pegadaian

UNS memperkuat integritas mahasiswa melalui Diskusi Kontemporer tentang pencegahan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme. Kolaborasi dengan PPATK dan didukung PT Pegadaian ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan dan karakter mahasiswa.

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta terus memperkuat komitmennya dalam membangun generasi muda yang berintegritas melalui penyelenggaraan Diskusi Kontemporer bertema “Mahasiswa Hebat, Berintegritas, Tolak Tindak Pidana Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme”. Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi UNS dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam edukasi publik mengenai Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APUPPT), serta didukung oleh PT Pegadaian.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari PPATK dan PT Pegadaian, di antaranya Deputi Bidang Analisis dan Pemeriksaan PPATK, Danang Tri Hartono; Project and Change Management PT Pegadaian, Irwan Wahyu Utomo; serta Pemimpin PT Pegadaian Kantor Cabang Purwotomo, Herdina Sarah. Diskusi ini diikuti oleh pimpinan unit dan fakultas, sivitas akademika, serta mahasiswa UNS sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi keuangan dan penguatan karakter integritas di lingkungan kampus.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UNS dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada PPATK atas kepercayaan dan kerja sama yang telah terjalin dengan UNS. Menurutnya, sinergi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kesadaran publik terhadap pentingnya pencegahan kejahatan keuangan yang semakin kompleks dan tidak mengenal batas.

“Atas nama Universitas Sebelas Maret, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PPATK atas kepercayaan dan kerja sama yang telah terjalin. Ini adalah langkah nyata dalam memperkuat literasi dan kesadaran publik terkait pencegahan kejahatan keuangan,” ujarnya.

Tema yang diangkat dinilai sangat relevan dengan kondisi saat ini, ketika berbagai bentuk kejahatan keuangan seperti tindak pidana pencucian uang, pendanaan terorisme, penipuan digital (scam), hingga kejahatan transaksi keuangan semakin berkembang dengan berbagai modus baru. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dinilai perlu memiliki pemahaman yang kuat agar tidak hanya menjadi pihak yang waspada, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di masyarakat.

Dalam diskusi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai bentuk tindak pidana pencucian uang (TPPU), mulai dari tahapan placement, layering, hingga integration. Selain itu, dijelaskan pula berbagai jenis scam yang marak terjadi di era digital, seperti business email compromise, employment scam, e-commerce scam, investment scam, romance scam, hingga tech support scam. Karakteristik kejahatan ini umumnya melibatkan manipulasi psikologis, penyamaran identitas, penggunaan cerita yang menarik, serta eksploitasi informasi pribadi dan finansial korban.

Tidak hanya itu, materi juga menyoroti keterkaitan TPPU dengan tindak pidana asal seperti korupsi dan narkotika. Pemahaman ini menjadi penting agar mahasiswa dapat melihat bahwa kejahatan keuangan tidak berdiri sendiri, melainkan memiliki dampak luas terhadap stabilitas ekonomi, sosial, dan keamanan nasional.

Wakil Rektor menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang lahirnya pemikiran kritis, solusi, serta gerakan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, UNS berharap mahasiswa semakin memahami pentingnya integritas, memiliki keberanian untuk menolak praktik-praktik ilegal, dan turut berperan aktif dalam mencegah tindak pidana pencucian uang serta pendanaan terorisme.

Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai mitra strategis, UNS berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang edukasi yang relevan dengan tantangan zaman, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pembentukan karakter, literasi publik, dan pembangunan bangsa.

HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa tujuan utama Diskusi Kontemporer yang diselenggarakan UNS?

Tujuan utamanya adalah memperkuat komitmen UNS dalam membangun generasi muda yang berintegritas dan meningkatkan literasi keuangan serta penguatan karakter. Lihat di artikel

Siapa saja mitra kolaborasi UNS dalam kegiatan edukasi anti pencucian uang?

UNS berkolaborasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan didukung oleh PT Pegadaian. Lihat di artikel

Apa saja bentuk kejahatan keuangan yang dibahas dalam diskusi?

Diskusi membahas tindak pidana pencucian uang (TPPU), pendanaan terorisme, penipuan digital (scam) seperti business email compromise, dan investment scam. Lihat di artikel

Bagaimana peran mahasiswa dalam pencegahan kejahatan keuangan menurut UNS?

Mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman kuat agar tidak hanya waspada, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di masyarakat. Lihat di artikel