Rektor UNS Prof. Hartono dan Kajari Surakarta Dr. Supriyanto melantunkan tembang Jawa saat pertunjukan wayang kulit Dies Natalis ke-50 UNS di Halaman Gedung dr. Prakosa, Sabtu (13/6/2026) malam. Acara ini apresiasi terhadap pelestarian budaya dan kontribusi UNS.
UNS — Suasana pagelaran wayang kulit dalam rangka Dies Natalis ke-50 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta semakin semarak ketika Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., naik ke atas panggung dan melantunkan tembang Jawa di sela-sela pertunjukan yang digelar di Halaman Gedung dr. Prakosa UNS, Sabtu (13/6/2026) malam.
Dengan penuh penghayatan, Prof. Hartono membawakan tembang berisi petuah kehidupan:
“Dedalane guna lawan sekti, Kudu andhap asor, Wani ngalah luhur wekasane, Tumungkula yen dipun dukani, Bapang den simpangi, Ana catur mungkur.”
Tembang tersebut mengandung pesan tentang pentingnya kerendahan hati, sikap mengalah demi kebaikan, serta menjauhi pertengkaran dan pergunjingan dalam kehidupan bermasyarakat.

Tidak hanya Rektor UNS, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta, Dr. Supriyanto, S.H., M.H. juga turut naik ke panggung untuk menyampaikan doa dan harapan bagi UNS yang telah memasuki usia emas, 50 tahun. Dalam kesempatan tersebut, Kajari Surakarta menyampaikan apresiasi atas kontribusi UNS dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan mendorong kemajuan bangsa.
Menambah kemeriahan suasana, Kepala Kejari Surakarta juga menunjukkan kemampuannya dalam melestarikan budaya Jawa dengan melantunkan tembang Nyidam Sari. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.
Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang hadir untuk menyaksikan pertunjukan wayang kulit tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran masyarakat menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian budaya bangsa, khususnya seni wayang kulit sebagai warisan budaya adiluhung.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah hadir dan ikut memeriahkan pertunjukan wayang kulit dalam rangka Dies Natalis ke-50 UNS,” ujar Prof. Hartono.
Prof. Hartono juga menyampaikan apresiasi kepada dalang Ki Purbo Asmoro, S.Kar., M.Hum., yang telah hadir dan mementaskan pertunjukan wayang kulit tersebut. Kehadiran Ki Purbo Asmoro dinilai mampu mengobati kerinduan para pecinta wayang kulit di Kota Surakarta dan sekitarnya, sekaligus menjaga eksistensi seni tradisi di tengah perkembangan zaman. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa yang tampil bernyanyi di pertunjukan wayang kulit Dies Natalis ke-50 UNS?
Rektor UNS Prof. Dr. Hartono dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta Dr. Supriyanto turut naik ke panggung untuk melantunkan tembang Jawa. Lihat di artikel
Apa pesan dari tembang Jawa yang dilantunkan Rektor UNS?
Tembang tersebut berisi petuah kehidupan tentang pentingnya kerendahan hati, sikap mengalah demi kebaikan, serta menjauhi pertengkaran dan pergunjingan. Lihat di artikel
Kapan dan di mana pagelaran wayang kulit Dies Natalis UNS diadakan?
Pagelaran wayang kulit tersebut digelar di Halaman Gedung dr. Prakosa UNS pada Sabtu (13/6/2026) malam. Lihat di artikel
Siapa dalang yang memeriahkan acara Dies Natalis ke-50 UNS?
Dalang Ki Purbo Asmoro, S.Kar., M.Hum., hadir dan mementaskan pertunjukan wayang kulit dalam rangka Dies Natalis ke-50 UNS. Lihat di artikel

















