Kelompok KKN 227 UNS Gelar Workshop Pemanfaatan Limbah dari Batok Kelapa dan Kain Batik BS

UNS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 227 dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Program Kerja (Proker) Workshop pemanfaatan limbah dari batok kelapa dan kain batik BS sebagai produk kerajinan berbasis sustainable. Workshop ditujukan kepada Perkumpulan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo.

Proker tersebut dilaksanakan di Pendopo Kelurahan Kenep pada Rabu (31/7/2024). Tujuan workshop pengelolaan limbah kain batik dan batok kelapa yang diadakan di Desa Kenep ini diharapkan dapat mencakup beberapa hal seperti, peningkatan pengetahuan, teknik daur ulang dan pemanfaatannya, hingga pemberdayaan ekonomi.

Melalui workshop ini, masyarakat diberikan pemahaman mendalam tentang karakteristik limbah kain batik dan batok kelapa serta dampaknya terhadap lingkungan. Peserta yang merupakan masyarakat Desa Kenep diajarkan teknik daur ulang dan pemanfaatan limbah tersebut untuk menghasilkan produk baru atau bahan yang berguna, seperti kerajinan tangan atau bahan bangunan.

Dalam sambutannya, Dimas selaku ketua kelompok KKN 227 mengatakan, dengan adanya workshop juga dapat mendorong kreativitas peserta dalam menemukan cara-cara inovatif untuk mengolah dan memanfaatkan limbah, misalnya membuat produk-produk bernilai tambah dari batik dan batok kelapa.

“Kesempatan ini dapat membantu peserta dalam menciptakan peluang ekonomi baru melalui pengelolaan limbah yang efektif, seperti usaha kecil berbasis kerajinan atau produk daur ulang,” terang Dimas dalam rilis yang diterima uns.ac.id, Selasa (13/8/2024).

Dimas menambahkan, tujuan workshop ini adalah memberikan keterampilan baru kepada ibu-ibu dalam memanfaatkan limbah batok kelapa dan kain batik menjadi barang kerajinan yang bernilai ekonomi, sebagai tambahan pendapatan keluarga dan meningkatkan kreativitas serta produktivitas. “Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari langkah-langkah lebih besar dalam pemberdayaan masyarakat Kelurahan Kenep. Mari aktif berpartisipasi, berbagi pengetahuan, dan terus berinovasi dalam menciptakan produk kerajinan,” ujar Dimas.

Kegiatan yang diselenggarakan bersama Kader Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Kenep dibuka dengan sambutan dari Sri Budiyanti selaku Ketua TP PKK Kelurahan Kenep. Kemudian dilanjutkan pengisian materi oleh Dyah Yuni Kurniawati, S.Sn., M.Sn. selaku narasumber kegiatan Workshop Pengelolaan Limbah Batok Kelapa dan Kain Batik Kelompok KKN 227 UNS sekaligus Dosen Pendamping Lapangan.

“Kegiatan ini bisa mengembangkan kemampuan para ibu-ibu peserta workshop dan menciptakan peluang yang berkelanjutan,” ucap Dyah Yuni Kurniawati.

Lurah Kenep, Muh. Siddik Pramana, S.E. menambahkan, workshop yang dilaksanakan mampu menghasilkan produk kreatif berupa bros bunga batik dan gantungan kunci dari batok kelapa yang dibuat oleh setiap anggota TP PKK. Produk-produk ini tidak hanya mencerminkan keterampilan dan kreativitas para peserta, tetapi juga menjadi simbol dari kolaborasi dan pemberdayaan komunitas desa.

“Kita harus bisa menyulap berbagai jenis limbah yang ada di sekitar lingkungan rumah kita untuk meminimalisir timbulnya limbah tidak terpakai yang dapat menjadi sarang nyamuk. Sekaligus, Desa Kenep merupakan desa wisata yang terkenal dengan berbagai UMKM baik di bidang Food and Beverage seperti  Jenang, Wajik, Wingko yang membutuhkan kelapa parut dan santan serta di bidang fashion seperti kain batik. Oleh karena itu, mari manfaatkan limbah-limbah yang ada di sekitar kita sebagai wadah untuk dapat selalu berkreatif dan berinovasi untuk mengembangkan dan memajukan kenep mantab,” ujar Muh. Siddik.

Harapannya kegiatan workshop ini memberikan manfaat yang berkelanjutan. Mahasiswa kelompok KKN 227 UNS mengajak kepada seluruh masyarakat Kelurahan Kenep untuk turut berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan. HUMAS UNS