Tim Riset Grup Applied Mental Health in Counseling UNS melatih 50 guru BK SMK Kabupaten Karanganyar memanfaatkan media sosial untuk promosi dan pencegahan isu kesehatan mental. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas guru dalam menyajikan konten informatif dan edukatif demi meningkatkan psychological wellbeing peserta didik.
UNS — Tim Riset Grup Applied Mental Health in Counseling Universitas Sebelas Maret (UNS) yang diketuai oleh Dr. Rian Rokhmad Hidayat, M.Pd menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pelatihan Pemanfaatan Media Sosial untuk Media Promotif dan Preventif Psychological Wellbeing.” Kegiatan yang berlangsung di Kampus UNS tersebut diikuti oleh 50 guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kabupaten Karanganyar.
Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi, promosi, dan pencegahan berbagai isu kesehatan mental di lingkungan sekolah. Melalui media sosial, guru BK diharapkan mampu menghadirkan konten yang informatif, menarik, dan mudah diakses oleh peserta didik sehingga pesan-pesan mengenai psychological wellbeing dapat menjangkau lebih banyak kalangan.
“Saat ini peserta didik sangat dekat dengan media sosial. Karena itu, guru BK perlu hadir di ruang digital dengan menyajikan konten yang edukatif, preventif, dan promotif. Harapannya, informasi mengenai kesehatan mental dan psychological wellbeing dapat diterima peserta didik melalui media yang akrab dengan keseharian mereka sehingga layanan BK menjadi lebih relevan dan berdampak,” ujar Dr. Rian.
Sebagai narasumber utama, Triwibowo Probo Sukarno, Guru BK SMP Negeri 2 Jatirogo, Tuban, yang juga dikenal sebagai konten kreator di bidang Bimbingan dan Konseling, membagikan pengalaman serta strategi menyusun konten edukatif di media sosial. Peserta memperoleh pelatihan mulai dari mengidentifikasi kebutuhan audiens, menyusun ide konten, hingga mengemas informasi Bimbingan dan Konseling dalam format yang kreatif, relevan, dan mudah dipahami oleh generasi muda.




Selain itu, Dr. Ribut Purwaningrum, M.Pd., turut memberikan materi mengenai konsep psychological wellbeing untuk siswa. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya kesejahteraan psikologis sebagai fondasi perkembangan peserta didik serta peran strategis guru BK dalam membangun lingkungan sekolah yang mendukung kesehatan mental.
Melalui perpaduan materi konseptual dan praktik pembuatan konten, para peserta didorong untuk menghasilkan media sosial yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai edukatif serta mampu mendukung upaya promotif dan preventif dalam layanan Bimbingan dan Konseling.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Tim Riset Grup Applied Mental Health in Counseling UNS dalam mendukung peningkatan kompetensi guru BK sekaligus memperluas pemanfaatan media digital sebagai media layanan Bimbingan dan Konseling yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik saat ini.
Selain mendukung transformasi layanan Bimbingan dan Konseling, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan promosi kesehatan mental, SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kompetensi pendidik, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa tujuan pelatihan pemanfaatan media sosial bagi guru BK?
Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi, promosi, dan pencegahan berbagai isu kesehatan mental. Lihat di artikel
Siapa yang menjadi peserta dalam pelatihan ini?
Peserta pelatihan ini adalah 50 guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kabupaten Karanganyar. Lihat di artikel
Bagaimana guru BK diharapkan menggunakan media sosial?
Guru BK diharapkan mampu menghadirkan konten yang informatif, menarik, dan mudah diakses oleh peserta didik sehingga pesan-pesan mengenai psychological wellbeing dapat menjangkau lebih banyak kalangan. Lihat di artikel
Materi apa saja yang dibagikan dalam pelatihan ini?
Peserta memperoleh pelatihan tentang mengidentifikasi kebutuhan audiens, menyusun ide konten, mengemas informasi BK secara kreatif, serta materi konsep psychological wellbeing untuk siswa. Lihat di artikel

















