Adi Magna Patriadi Nuhriawangsa

Dr. Adi Magna Patriadi Nuhriawangsa, S.Pt., M.P.
Lahir di Surakarta, 04 Nopember 1967. Pria yang memiliki NIP 196711041999031 001 adalah staf Pengajar pada Fakultas Pertanian UNS. Riwayat pendidikan tinggi yang berhasil ditempuh adalah tahun 1994 lulus sarjana (S-1) dari Universitas Gadjah Mada  pada bidang ilmu: Produksi Ternak, tahun 1997 berhasil menyelesaikan master (S-2) dari Universitas Gadjah Mada pada bidang ilmu: Produksi Ternak, dan pada tahun 2012 telah berhasil menyelesaikan program Doktor (S-3) dari Universitas Gadjah Mada untuk bidang ilmu: Ilmu Peternakan. Judul dan ringkasan disertasi disajikan dalam 2 (dua) versi bahasa Indonesia dan English sebagai berikut.

 

PRODUKSI  SERBUK  FITASE HASIL TEKNOLOGI REKOMBINAN DAN APLIKASINYA UNTUK  MENINGKATKAN KUALITAS PAKAN DAN KINERJA AYAM BROILER 
Penelitian tahap pertama bertujuan memproduksi bakteri rekombinan dan fitase dari bakteri rekombinan yang mempunyai karakter optimum. Penelitian tahap kedua bertujuan mengetahui stabilitas fitase terhadap waktu penyimpanan dan kondisi organ pencernaan ayam dan aktivitas hidrolisis fitase secara in vitro. Penelitian tahap ketiga bertujuan mengetahui stabilitas aktivitas fitase dengan cara enkapsulasi, mencampur dengan bahan pembawa, memanfaatkan teknologi pengolahan enzim dan mengetahui umur waktu penyimpanan fitase. Penelitian tahap keempat bertujuan untuk mengetahui pengaruh serbuk fitase terhadap kinerja pertumbuhan dan kecernaan pakan ayam broiler secara in vivo. Plasmid pEAS1 ditransformasi dalam sel kompeten dan digunakan untuk produksi fitase. Produksi fitase menggunakan induktor 1,5 mM IPTG. Pemurnian fitase menggunakan kolom Ni-NTA agarosa dengan imidazole 200 mM. Bakteri rekombinan dioptimasi pH, tempertur dan IPTG. Karakterisasi fitase dengan melihat optimasi aktivitas relatif pada taraf pH, temperatur, waktu inkubasi, konsentrasi enzim dan kofaktor ion logam. Km dan Vm menggunakan metode Robyt dan White. BM fitase menggunakan poliakrilamid gel elektroforesis. Uji stabilitas fitase terhadap aras waktu simpan, temperatur dan pH berdasarkan aktivitas relatif. Hidrolisis fitase pada bekatul padi secara in vitro dengan melihat Ca, P, abu dan protease. Fitase diimobilisasi dan dipertahankan stabilitasnya menggunakan kitosan. Campuran fitase, kitosan dan media pembawa dikeringkan secara kering matahari, oven dan beku dan disimpan untuk diuji stabilitasnya. Serbuk fitase hasil teknologi rekombinan diuji secara in vivo pada ayam broiler fase grower menggunakan pakan R1: Ransum standar tanpa fitase, R2: Ransum dengan P rendah tanpa fitase dan R3: Ransum dengan P rendah ditambah serbuk fitase hasil teknologi rekombinan. Parameter yang diukur antara lain FC, FCR, ADG, kecernaan BK, Ca, P, protein kasar dan glukosa ekskretal semu, Ca, P, glukosa  dan total protein darah, panjang, berat, kandungan P, Ca dan abu tulang tibia, bobot karkas, dada dan daging dada. Bakteri rekombinan dengan karakter optimum dapat diproduksi dan dapat menghasilkan fitase yang mempunyai karakter optimum. Aktivitas fitase mempunyai stabilitas tertentu dalam pencernaan ayam broiler secara in vitro. Fitase dapat dienkapsulasi dengan kitosan dan dihasilkan serbuk fitase yang siap diaplikasikan sebagai bahan tambahan pakan ayam broiler. Serbuk fitase dapat digunakan sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan kecernaan pakan, profil darah, kinerja produksi fitase dan kinerja produksi.
Kata kunci: Bakteri Rekombinan, Fitase dari bakteri rekombinan, Serbuk fitase hasil teknologi rekombinan, Karakterisasi, Stabilitas, Kinerja.