Riset Grup Midwifery UNS Perkuat Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak melalui Pemberdayaan Kader dan Bidan

Riset Grup _Midwifery_ UNS Perkuat Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak melalui Pemberdayaan Kader dan Bidan
Dengarkan artikel

Riset Grup Midwifery UNS menggelar Pengabdian kepada Masyarakat di Puskesmas Sangkrah pada 28 Juli 2026 untuk memperkuat deteksi dini tumbuh kembang anak. Kegiatan ini memberdayakan kader dan bidan melalui skrining, edukasi, dan media digital untuk meningkatkan kesehatan anak.

UNS — Riset Grup Midwifery Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerja sama dengan Puskesmas Sangkrah Kota Surakarta menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Berbasis Pemberdayaan Kader dan Bidan” pada Selasa (28/7/2026) di Aula Puskesmas Sangkrah, Kota Surakarta. Kegiatan yang diketuai oleh Nahdiyah Karimah, M.Tr.Keb. ini merupakan implementasi Tridarma Perguruan Tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan anak melalui pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya deteksi dini terhadap penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan anak. Gangguan tumbuh kembang yang tidak teridentifikasi sejak dini dapat berdampak pada kesehatan, kemampuan belajar, dan produktivitas anak di masa depan. Oleh karena itu, kader kesehatan, bidan, dan orang tua sebagai garda terdepan dalam pemantauan tumbuh kembang perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam melakukan skrining serta memberikan stimulasi sesuai tahapan usia.

Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 26 anak usia 3–72 bulan beserta orang tua, 12 kader kesehatan, dan 2 bidan. Acara juga dihadiri oleh Kepala Puskesmas Sangkrah, dr. Hat Sukarmadani, yang menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara perguruan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan anak di masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pemantauan pertumbuhan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan anak. Selanjutnya dilakukan skrining perkembangan menggunakan Kuesioner Perkembangan yang terdapat dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) sesuai kelompok usia. Setelah itu, peserta mengikuti sesi edukasi mengenai stimulasi tumbuh kembang anak usia 3–72 bulan yang disampaikan oleh Ketua Pengabdian, Nahdiyah Karimah, M.Tr.Keb., disertai diskusi interaktif dan konsultasi terkait kondisi tumbuh kembang anak.

Sebagai inovasi dalam mendukung edukasi berkelanjutan, setiap peserta memperoleh kipas edukatif yang dilengkapi QR Code. “Melalui pemindaian kode tersebut, orang tua, kader kesehatan, dan bidan dapat mengakses materi stimulasi tumbuh kembang sesuai usia kapan saja, sehingga proses edukasi tetap berlanjut setelah kegiatan selesai,” terang Nahdiyah kepada uns.ac.id, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan ini memberikan manfaat nyata berupa meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan deteksi dini tumbuh kembang, bertambahnya pengetahuan orang tua mengenai stimulasi perkembangan anak, serta meningkatnya kapasitas kader kesehatan dan bidan dalam melakukan skrining dan edukasi di wilayah kerja Puskesmas Sangkrah. Dengan keterlibatan tenaga kesehatan, kader, dan keluarga, diharapkan penyimpangan pertumbuhan maupun perkembangan anak dapat dideteksi lebih cepat sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat dan optimal.

Selain memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), melalui penyediaan edukasi kesehatan yang komprehensif bagi orang tua, kader kesehatan, dan bidan guna meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Kegiatan ini juga mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yang diwujudkan melalui sinergi dan kolaborasi antara UNS, Puskesmas Sangkrah, kader kesehatan, bidan, serta masyarakat dalam memperkuat upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak secara berkelanjutan.

Ke depan, Riset Grup Midwifery UNS bersama Puskesmas Sangkrah berkomitmen untuk melanjutkan program serupa secara berkelanjutan melalui pendampingan kader kesehatan, penguatan edukasi berbasis media digital, serta pemantauan berkala terhadap tumbuh kembang anak.

Sinergi ini diharapkan mampu membangun sistem deteksi dini yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa tujuan utama kegiatan deteksi dini tumbuh kembang anak yang diselenggarakan Riset Grup Midwifery UNS?

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat deteksi dini terhadap penyimpangan tumbuh kembang anak melalui pemberdayaan kader kesehatan dan bidan. Lihat di artikel

Siapa saja yang menjadi peserta dalam kegiatan deteksi dini tumbuh kembang anak ini?

Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta, terdiri dari 26 anak usia 3–72 bulan beserta orang tua, 12 kader kesehatan, dan 2 bidan. Lihat di artikel

Bagaimana inovasi yang diberikan untuk mendukung edukasi berkelanjutan dalam kegiatan ini?

Setiap peserta memperoleh kipas edukatif yang dilengkapi QR Code untuk mengakses materi stimulasi tumbuh kembang sesuai usia secara digital. Lihat di artikel

Kontribusi apa yang diberikan kegiatan ini terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)?

Kegiatan ini berkontribusi pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui edukasi kesehatan dan kolaborasi antarlembaga. Lihat di artikel