Mahasiswa KKN Tematik UNS Edukasi Pencegahan Carpal Tunnel Syndrome di Desa Tlahab, Temanggung

Mahasiswa KKN Tematik UNS Edukasi Pencegahan Carpal Tunnel Syndrome di Desa Tlahab, Temanggung

UNS – Kelompok 334 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan kegiatan edukasi kesehatan di Desa Tlahab, Kabupaten Temanggung. Edukasi ini berfokus pada pencegahan dan pengenalan gejala Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (26/7/2025), di rumah salah satu kader kesehatan setempat.

Mayoritas penduduk Desa Tlahab bekerja sebagai petani tembakau, petani kopi, dan ibu rumah tangga. Aktivitas fisik berulang, seperti menekuk pergelangan tangan, membuat mereka rentan terkena CTS. Data tahun 2019 menunjukkan prevalensi CTS mencapai 33–40 persen pada ibu rumah tangga dan 47–82 persen pada petani. Kondisi ini menjadi dasar dilaksanakannya sosialisasi kesehatan oleh mahasiswa UNS.

Karenhapuch R. A. S., penanggung jawab program ini, mengabarkan bahwa edukasi diberikan kepada 37 ibu kader kesehatan yang hadir secara lengkap pada kegiatan ini. Materi mencakup pengertian, urgensi, faktor risiko, gejala, pencegahan, dan penanganan CTS. Penyampaian dilakukan secara interaktif dengan metode presentasi dan sesi tanya jawab. Peserta dapat langsung menanyakan hal yang belum dipahami selama pemaparan berlangsung.

“Kelompok 334 KKN Tematik UNS terdorong untuk mengedukasi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan petani mengenai penyakit Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yang dapat menjadi penyakit kronis melalui acara perkumpulan rutin para ibu kader kesehatan di Desa Tlahab,” terang Karen kepada uns.ac.id, Senin (13/8/2025).

Mahasiswa UNS juga memperkenalkan singkatan gejala CTS dengan istilah “3K”, yaitu Kebas, Kesemutan, dan Kelemahan. Singkatan ini bertujuan memudahkan para kader kesehatan dalam mengingat ciri-ciri CTS. Dengan begitu, para kader dapat lebih efektif menyampaikan informasi kepada masyarakat Desa Tlahab.

Untuk meningkatkan partisipasi, peserta yang aktif menjawab pertanyaan diberikan hadiah berupa Carpal Tunnel Splint. Alat ini berfungsi membantu menopang pergelangan tangan dan mengurangi gejala CTS. Kegiatan semakin hidup dengan adanya interaksi dua arah antara mahasiswa dan peserta.

Jargon utama kegiatan ini adalah “Tangan Sehat, Kerja Hebat!”. Menurut panitia, slogan tersebut mengandung pesan penting tentang menjaga kesehatan tangan untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Fungsi tangan yang optimal akan membuat pekerjaan menjadi lebih efisien dan nyaman dilakukan.

Selain memberikan pengetahuan, kegiatan ini juga bertujuan membangun kesadaran berkelanjutan di masyarakat. Para ibu kader kesehatan diharapkan menjadi motor penggerak penyebaran informasi tentang CTS. Peran mereka sangat strategis karena memiliki kedekatan langsung dengan warga setempat.

“Dengan adanya kesadaran baru ini, para ibu kader kesehatan diharapkan menjadi tonggak kesehatan di Desa Tlahab untuk membagikan informasi dan menerapkan edukasi yang telah diberikan,” ujarnya.

Mahasiswa UNS menekankan bahwa pencegahan CTS dapat dilakukan dengan peregangan rutin dan pengaturan pola kerja. Kebiasaan istirahat di sela aktivitas juga menjadi langkah sederhana yang efektif. Edukasi ini menekankan bahwa CTS bukan sekadar gangguan ringan, tetapi dapat menjadi masalah kesehatan serius jika diabaikan.

Harapannya, pengetahuan yang diperoleh kader kesehatan dapat menyebar ke seluruh lapisan masyarakat Desa Tlahab. Edukasi ini diharapkan menjadi warisan berharga yang bermanfaat bagi generasi berikutnya. Kesadaran kolektif mengenai CTS akan membantu menekan angka kejadian penyakit ini di desa tersebut.

Dengan adanya kegiatan ini, UNS melalui program KKN Tematik menunjukkan komitmen terhadap peningkatan kesehatan masyarakat. Langkah sederhana seperti edukasi dapat memberikan dampak signifikan bagi kualitas hidup warga. Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan KKN Tematik UNS di Desa Tlahab mendapat arahan dari Dr. Hanifah Ihsaniyati, S.P, M.Si., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Kelompok ini diketuai oleh Wahyu Rizal K. S., dengan anggota Betsyeba Panjaitan, Lathifah Aninda K., Nadia Brillianty, Rachel Micheline V., Karenhapuch R. A. S., Roofiif Za’im, Oktariana Amalia P., Andrian Fadzil N. F., dan Kharisma Damayanti.
Humas UNS