Program Magang Pembelajaran Berdampak UNS Dorong Mahasiswa Kenali Dunia Industri Secara Langsung

Program Magang Pembelajaran Berdampak UNS Dorong Mahasiswa Kenali Dunia Industri Secara Langsung

UNS Surakarta mendorong mahasiswa melalui program magang Pembelajaran Berdampak (Jarpak) periode Februari-Juli 2026 untuk mengintegrasikan teori dan praktik di dunia industri. Mahasiswa Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian magang di PT Melania Indonesia, Cibitung, Bandung, mengembangkan kompetensi teknis dan soft skills, serta mendukung SDG 4, 8, dan 17.

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja melalui program magang berbasis Pembelajaran Berdampak (Jarpak). Program ini menjadi salah satu langkah strategis UNS dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengalaman praktik secara langsung di lapangan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari skema Hibah Jarpak UNS periode Februari–Juli 2026 yang dirancang untuk mendorong Mahasiswa agar tidak hanya memahami teori selama perkuliahan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam lingkungan profesional. Pada pelaksanaannya, mahasiswa Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian melaksanakan kegiatan magang di PT Melania Indonesia Cibuni Estate, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Program magang ini diikuti oleh satu tim mahasiswa yang terdiri atas Muhamad Saifudin, Muhammad Rifa’i, Muhammad Ziaul Haq Faiz, Nabila Sabilla, Nabilla Raysha Crishanty, dan Sinta Intan Kusuma di bawah bimbingan Dr. Ir. Emi Widiyanti, S.P., M.Si. Selama kurang lebih lima bulan, mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai aktivitas yang mencerminkan sistem agribisnis secara menyeluruh, mulai dari kegiatan budidaya, komunikasi organisasi, hingga proses pascapanen.

Rangkaian kegiatan dimulai dari tahap observasi dan pengenalan lingkungan kerja, penyusunan rencana kegiatan, implementasi program di lapangan, hingga evaluasi dan penyusunan laporan akhir. Dalam proses tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman profesional melalui interaksi dengan tenaga kerja lapangan, staf perusahaan, asisten lapangan, manajer, hingga jajaran pimpinan perusahaan.

Melalui pendekatan pembelajaran kontekstual ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika dunia kerja dan pengelolaan sumber daya manusia dalam mendukung produktivitas serta keberlanjutan usaha perkebunan. Selain penguatan kompetensi teknis, mahasiswa juga mengembangkan kemampuan komunikasi, analisis data, adaptasi terhadap budaya kerja, serta penyelesaian masalah secara kolaboratif.

Keterlibatan mahasiswa pada kegiatan budidaya memberikan pengalaman langsung mengenai proses produksi di lapangan. Sementara itu, aktivitas di bidang komunikasi organisasi memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan informasi kepada berbagai pihak. Pada aspek pascapanen, mahasiswa memperoleh gambaran nyata terkait alur pengolahan hasil hingga menjadi produk akhir yang siap dipasarkan.

Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas mahasiswa, baik dari sisi keterampilan teknis maupun pengembangan soft skills. Mahasiswa menjadi lebih siap menghadapi dunia kerja, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta menunjukkan profesionalisme dan etika kerja yang lebih matang. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan berbagai luaran berupa laporan kegiatan, publikasi artikel, dan dokumentasi yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan diseminasi informasi.

Pelaksanaan program magang ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis pengalaman nyata, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kompetensi generasi muda, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri. Hal tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus agen perubahan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Ketua kelompok magang, Nabila Sabilla, menyampaikan bahwa program ini memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi mahasiswa.

“Melalui kegiatan ini, kami belajar memahami bagaimana teori diterapkan secara langsung di lapangan sehingga membentuk pola pikir yang lebih adaptif dan profesional,” ujarnya kepada uns.ac.id, Kamis (21/5/2026).

Melalui program Hibah Pembelajaran Berdampak, UNS terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten, inovatif, dan siap berkontribusi di dunia kerja maupun masyarakat luas. Dukungan pimpinan universitas terhadap pembelajaran berbasis pengalaman nyata menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan industri. Sinergi antara perguruan tinggi dan mitra industri diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan serta memberikan dampak positif bagi pengembangan sumber daya manusia Indonesia. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa tujuan Program Magang Pembelajaran Berdampak UNS?

Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengalaman praktik langsung di lapangan, mendorong mahasiswa memahami teori dan mengimplementasikannya di lingkungan profesional. Lihat di artikel

Di mana mahasiswa Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian melaksanakan magang?

Mahasiswa melaksanakan kegiatan magang di PT Melania Indonesia Cibuni Estate, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Lihat di artikel

Apa saja yang dipelajari mahasiswa selama magang di PT Melania Indonesia?

Mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai aktivitas agribisnis menyeluruh, mulai dari budidaya, komunikasi organisasi, hingga proses pascapanen. Lihat di artikel

Bagaimana program magang ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)?

Program ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).