Dirjen Dukcapil Kemendagri Awali Rangkaian UNS Mengajar Indonesia

UNS – Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-44, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan kegiatan UNS Mengajar Indonesia. Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh yang juga sebagai alumni Fakultas Hukum (FH) UNS mengawali kegiatan UNS Mengajar Indonesia.

Prof. Zudan mengajar dihadapan mahasiswa Program D-IV Demografi dan Catatan Sipil FH UNS, disaksikan oleh Prof. Dr. IG Ayu KRH, SH, MH., Dekan FH UNS yang juga sebagai Ketua Panitia Dies Natalis UNS dan Bambang DW., Sekjen IKA UNS serta tamu undangan lain pada Sabtu (29/2/2020) di Aula Gedung 3 FH UNS.

Dalam kegiatan UNS Mengajar tersebut, Prof. Zudan menyampaikan materi dengan tema Transformasi Pemerintahan. Tata kelola pemerintahan zaman now terus bereformasi dari konvensional ke digital. Hal ini membantu menelurkan cara baru dalam menjalankan pemerintahan.

Terkait dengan pelayanan publik, reformasi digital berarti memberikan kemudahan dan fleksibilitas bagi masyarakat yang mengurus berbagai keperluannya.

Dalam hal pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk), tugas negara adalah memberikan seluruh penduduk Indonesia dokumen kependudukan secara cepat, akurat, lengkap dan gratis. Negara pun hadir sampai ke pintu-pintu rumah untuk memberikan pelayanan Adminduk kepada penduduk.

“Saat ini Pemerintah telah bertransformasi dalam pelayanan adminduk. Dukcapil Go Digital merupakan awal transformasi di bidang Adminduk yaitu dengan diterbitkannya Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran yang semula ditandatangani dan distempel basah oleh Kepala Dinas. Sekarang telah dapat ditandatangani secara elektronik (TTE), sehingga pelayanan lebih cepat, tanda tangan dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja tidak harus di kantor,” kata Prof. Zudan.

Selanjutnya Prof. Zudan menyebutkan sejumlah transformasi lainnya yang dilakukan Ditjen Dukcapil di antaranya adalah Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM). Dengan ADM, masyarakat bisa mencetak sendiri dokumen kependudukannya, kapan saja waktunya mereka sempat, sehingga pelayanan dapat lebih mudah, cepat, dan terhindar dari pungutan liar.

Lebih lanjut dalam kuliah umum tersebut, Pakar Hukum Administrasi Negara ini menyampaikan telah mengembangkan Artificial Intelligence yang memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi tentang Adminduk. Pada kesempatan tersebut, juga dipraktekkan robot GISA yang bisa menjawab pertanyaan terkait Dukcapil.

Di akhir Kuliah Umum, Prof. Zudan minta agar mahasiswa D-IV Demografi dan Pencatatan Sipil FH UNS dapat bertransformasi sebagai SDM yang adaptif terhadap perubahan.

Sebagai informasi, secara nasional, kegiatan UNS Mengajar Indonesia dilaksanakan mulai tanggal 29 Februari sampai 10 Maret 2020 dan diikuti oleh dosen, mahasiswa dan alumni (di lokasi tugas masing-masing), di sekolah formal, non formal dan informal. Materi mengajar bebas, bisa disesuaikan dengan bidang keahlian masing-masing dan ditambahkan tentang pendidikan karakter, etika, adab, implementasi nilai-nilai Pancasila dan NKRI harga mati.

“Pimpinan IKA UNS berharap agar kegiatan ini bisa diikuti oleh alumni UNS seluruh Indonesia, di lokasi tugas masing-masing,” terang Prof. Zudan yang juga sebagai Wakil Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS Pusat ini. Humas UNS/Ratri