Dosen FEB UNS: Pentingnya Peran Tokoh Agama di Era New Normal

UNS– Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Diskusi Kebangsaan secara daring dengan mengangkat tema New Normal dan Nilai-Nilai Pancasila.

Tema tersebut secara khusus diangkat untuk mengetahui pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat pada kenormalam baru atau New Normal yang akan diterapkan oleh pemerintah di 102 kabupaten/ kota.

Dalam kesempatan tersebut, Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UNS turut menghadirkan pengajar sekaligus pakar komunikasi Universitas Indonesia (UI) Dr. Ade Armando dan Dosen FEB UNS, BRM. Bambang Irawan, M.Si sebagai pembicara utama.

Membuka jalannya pemaparan materi, Dr. Ade Armando mengatakan apabila keputusan pemerintah untuk menerapkan New Normal adalah sebuah pilihan terbaik. Ia mengungkapkan dengan adanya New Normal denyut aktivitas masyarakat, terutama aktivitas perekonomian, dapat kembali hidup.

“Masyarakat akan kembali beraktivitas di luar sementara wabah belum usai, bekerja, bersekolah, beribadah, dan aktivitas lainnya namun dengan lebih memperhatikan protokol kesehatan. Transaksi ekonomi harus berjalan karena jika berhenti efeknya akan jauh lebih merugikan masyarakat,” ujar Dr. Ade Armando, di sela-sela diskusi, Selasa (2/6/2020).

Poin penting lainnya yang menjadi sorotan Dr. Ade Armando adalah kurangnya dukungan dari masyarakat kepada pemerintah dalam penanganan pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Ia menyayangkan adanya pihak-pihak yang justru memperkeruh situasi dengan menggelar diskusi-diskusi yang memojokkan pemerintah.

Di hadapan peserta Diskusi Kebangsaan, Dr. Ade Armando mengungkapkan pentingnya peran tokoh masyarakat, terutama tokoh agama, untuk mengedukasi lapisan masyarakat bawah supaya mereka mampu menunjukkan kepercayaan dan dukungan positif kepada pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

Senada dengan pernyataan awal Dr. Ade Armando, pakar ekonomi FEB UNS, BRM. Bambang Irawan, M.Si mengatakan bila keputusan pemerintah memberlakukan New Normal merupakan pilihan terbaik bagi masyarakat.

Dari segi ekonomi, BRM. Bambang Irawan memandang rantai supply dan demand diprediksi masih akan negatif dan belum dapat memulihkan kondisi perekonomian Indonesia seutuhnya walau kurva penularan Covid-19 sudah mulai melandai.
Di sisi lain, Drs. BRM. Bambang Irawan menyayangkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan yang sudah diterapkan pemerintah. Baginya, hal tersebut justru akan mempersulit putusnya mata rantai penyebaran Covid-19.
Keberadaan tokoh masyarakat, khususnya tokoh agama, juga dipandang Drs. BRM. Bambang Irawan sebagai suatu peran yang penting. Ia mengatakan tokoh masyarakat dan tokoh agama punya andil dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

“Di masa pandemi dan jelang New Normal, tokoh-tokoh masyarakat dan agama memiliki peran besar untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai Pancasila yang berakar dari nilai-nilai budaya bangsa pada masyarakat sekitar, terutama sikap tenggang rasa dan ‘tepa sarira’,” tutup BRM. Bambang Irawan.Humas UNS/Yefta