UNS — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Webinar International Business Model Canvas (BMC) Competition pada Senin (26/4/2021). Webinar yang mengusung tema “Finding Success as Creative Milenial Entrepreneurs in the Digital Economy Area” dihadiri kurang lebih 500 peserta secara daring melalui Zoom Cloud Meeting dan disiarkan secara livestream pada kanal Youtube resmi FEB UNS. Webinar kian menarik karena FEB UNS mengundang Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A, sebagai keynote speaker pada acara ini.
Dipandu oleh Albertus Agung Yuwono selaku moderator, acara dibuka oleh Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. Dalam sambutannya, Prof. Yunus menyampaikan bahwa sektor ekonomi digital Indonesia tetap tangguh di masa pandemi ini. Kondisi tersebut sangat menggembirakan karena akan menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Peran generasi milenial melalui start up yang semakin menjamur mempengaruhi lonjakan ekonomi 2020.
“Bahkan Indonesia mampu menduduki peringkat kelima negara dengan start up paling banyak di dunia. Disisi lain, semakin banyak milenial yang berminat menjadi entrepreneur akan memunculkan tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah yang baru dimana UMKM menyumbang 50,3% terhadap produk domestik bruto,” tutur Prof. Yunus.
Sambutan berikutnya disampaikan Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com (Hons), Ph.D., Ak. Pada kesempatan ini, Prof. Djoko menyampaikan bahwa aktivitas ekonomi haru terus berjalan dengan tetap memperhatikan faktor kesehatan. Pandemi Covid-19 diakui membawa percepatan digitalisasi ekonomi yang permanen dan masif. Atas dasar tersebut, FEB UNS menggelar kompetisi International Business Model Canvas sebagai sarana para milenial untuk memaparkan ide-ide baru yang ‘out of the box’.

“Sepuluh tim terbaik akan mempresentasikan ide bisnis mereka, sehingga nanti akan muncul bibit-bibit (entrepreneur) baru di Indonesia,” terang Prof. Djoko.
Memasuki acara inti oleh para narasumber, Utari Octavianty mengawali pemaparannya dalam webinar ini. Aruna Indonesia perusahaan berbasis teknologi yang berfokus pada kelautan dan perdagangan ikan. Co-founder & General Director Aruna Indonesia ini menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi kelautan yang besar namun masih berbanding terbalik dengan kehidupan masyarakat pesisir. Pemuda Indonesia yang berhasil masuk 30 Forbes Under 30 Asia ini merintis Aruna bersama dua orang temannya. Mengawali dengan ikut dalam kompetisi bisnis, ia mengaku gagal lebih dari 10 kali dalam usaha mendapatkan modal dalam kompetisi bisnis yang mereka ikuti. Bermodal semangat dan rasa ingin tahu mendorong mereka untuk terus mencoba hingga saat ini mencapai kesuksesan. Utari mengingatkan bahwa jalan yang ditempuh untuk menjadi entrepreneur akan berbeda dengan kebanyakan orang pilih. Namun, keberhasilan akan bisnis yang dijalankan akan menjadi suatu penghargaan karena memberikan dampak yang meluas.

“Pada akhirnya bisnis ini bukan hanya sekadar dapat profit, tapi bisnis kita dapat memberi manfaat bagi orang lain. Bisa menciptakan lapangan pekerjaan, bisa misalnya berkontribusi bagi pajak Indonesia,” tutur Utari.
Berlanjut pada narasumber berikutnya, Keke Genio selaku Co-Founder & CMO of Lokapoin sekaligus Content Creator Youtube. Lokapoin merupakan sebuah start up digital yang bergerak di bidang akomodasi lokal. Uniknya, Lokapoin tidak hanya menyediakan pilihan akomodasi melainkan juga menyediakan kegiatan tambahan yang mengasyikan bagi para wisatawan. Memahami tantangan dan kendala yang dihadapi semasa pandemi, Lokapoin melahirkan inovasi baru di bidang industri kuliner yang bernama Lokaresto. Keke menyampaikan bahwa bisnis yang baik dimulai dari ide yang dieksekusi dalam sebuah produk sehingga berdampak bagi masyarakat. Paparkan cara jitu untuk memulai usaha, Keke menjelaskan bahwa perlu mengawali dengan menawarkan produk kepada calon pelanggan. Umpan balik yang didapat atas penilaian terhadap produk menjadi dasar dalam pengambilan keputusan keberlanjutan usaha yang dijalankan. Keke juga menekankan tahap prototyping produk yang ingin dihasilkan dalam mengawali usaha.

“Jadi kita bikin versi paling minimum dan paling layak untuk bisa kita jual dari produk kita,” jelas Keke.
Narasumber ketiga dalam webinar ini ialah Meidy Fitrianto, Co-Founder & CEO Nodeflux. Nodeflux merupakan start up teknologi yang berfokus pada kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Keberhasilannya dalam menjalankan bisnis tidak lepas dari optimalisasi peluang yang baik. Meidy mendorong mahasiswa yang notabene berada pada usia emas untuk memiliki kemampuan eksplorasi yang baik. Fleksibilitas tinggi dan energi yang besar perlu dimanfaatkan dengan baik bagi para mahasiswa.

“Kemampuan growth mindset kita, kemampuan eksplorasi kita menjadi satu hal yang kunci kalau sekarang. Growth mindset menjadi top number one skills yang hampir seluruh dunia itu dicari,” jelas Meidy.
Memasuki narasumber keempat, Kaprodi Akuntansi FEB UNS, Agung Nur Probohudono S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CfrA., berbagi kisah inspiratif yang dihimpun dari para pengusaha sukses tanah air. Dono juga menjelaskan terkait International Business Canvas Competition (BMC) yang mana BMC ini hadir sebagai perencanaan strategi bagi pemilik usaha yang akan mendukung berbagi aspek seputar bisnis yang dijalankan
“Business model canvas ini adalah penting bagi entrepreneur muda karena tidak hanya membuat rancangan bisnis tapi juga memperjelas fokusnya mau kemana,” jelas Agung Nur Probohudono. Humas UNS
Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti
















