UNS – Tim Green Campus Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Focused Group Discussion (FGD) bertajuk “Menuju Kampus Hijau Fakultas Teknik UNS melalui Tata Kelola dan Perilaku Hijau”, Sabtu (5/12/2020).
FGD ini digelar sebagai langkah awal penyusunan peta jalan dengan melibatkan semua pihak untuk berpartisipasi, mulai dari jajaran pimpinan, Kepala Program Studi (Kaprodi), perwakilan dosen dan mahasiswa. Secara khusus, kegiatan ini juga mendiskusikan potensi, kendala dan tantangan dalam mewujudkan Kampus Hijau FT dengan acuan indikator dari UI GreenMetric.
Untuk memberikan arahan dan bimbingan tentang Kampus Hijau, FT UNS mengundang Ketua UI GreenMetric, Prof. Riri Fitri Sari dan Wakil Ketua UI GreenMetric, Junaidi, S.S., M.A.
Dalam kesempatan ini, Prof. Riri Fitri Sari mengatakan, perguruan tinggi memiliki potensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengetahuan untuk berperan dalam menyelesaikan tantangan global. Ada tujuh langkah dalam menyusun program menuju Kampus Hijau.
“Ada tujuh langkah yang dapat dilakukan, seperti komite green campus, proses peninjauan lingkungan, proses pencapaian target, monitoring dan evaluasi, mengaitkan sarana dengan pembelajaran, distribusi info dan partisipasi, dan green charter,” terang Prof. Riri Fitri Sari.
Dari pemarapan yang disampaikan Prof. Riri Fitri Sari, Tim Green Campus FT UNS selanjutnya mereview konsep berkelanjutan yang telah diterapkan, baik dalam hal tata kelola, operasional, dan perilaku hijau.
Hal ini tentu menjadi kewajiban bagi Tim Green Campus FT UNS sebab pada 7 Desember yang lalu, UNS baru saja ditetapkan oleh UI GreenMetric sebagai peringkat ketujuh Kampus Berkelanjutan Terbaik di Indonesia.
Pembicara kedua Junaidi, S.S., M.A membawakan materinya tentang contoh penerapan teknologi yang dapat membantu menumbuhkan kesadaran perilaku hijau.
“Penyiapan infrastruktur yang didukung dengan teknologi hijau memang memerlukan biaya yang sangat besar. Namun untuk kedepannya, investasi tersebut akan diikuti oleh penuruan biaya operasional yang sangat signifikan,” tutur Junaidi, S.S., M.A.
Ia mengatakan dalam hal penyiapan infrastruktur dengan teknologi hijau memerlukan wadah yang tepat. Alasannya, agar sivitas akademika mampu terakomodasi dan dapat berkontribusi untuk mencapai target yang telah ditetapkan secara bersama-sama.
“Upaya melibatkan banyak orang dalam mengidentifikasi potensi dan masalah serta penjaringan ide, saran, masukan sekaligus kritik melalui Focus Group Discussion (FGD) tidak hanya dapat menjadi media untuk melihat beberapa persoalan yang terlewat namun juga mengidentifikasi potensi yang belum termaksimalkan dengan baik,” tambahnya.
Junaidi, S.S., M.A secara khusus juga mengharapkan agar FGD ini dapat memicu terbentuknya kolaborasi antardosen, mahasiswa dan sivitas akademika di FT UNS. Supaya potensi yang sangat besar untuk menjawab tantangan dan potensi yang dimiliki dapat dimaksimalkan menuju Kampus Hijau FT UNS. Humas UNS
Reporter: Yefta Christopherus AS
Editor: Dwi Hastuti

















