Ganjar Minta Sosiolog UNS Bantu Permasalahan Kepulangan Pekerja Migran Asal Jateng

UNS – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, meminta Sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta terlibat dalam membantu penyelesaian masalah kepulangan pekerja migran Indonesia asal Jateng yang saat ini kondisinya terkatung-katung di berbagai negara akibat pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Permintaan tersebut ia sampaikan kala menjadi salah satu pembicara dalam webinar Nglaras Sosiologi #4 dengan tajuk ‘Mencari Terobosan Strategi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Tengah Pandemi’ pada Rabu (10/6/2020) siang.

Dalam webinar yang digelar oleh Laboratorium Sosiologi Program Studi (Prodi) Magister Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Ganjar mengatakan apabila pekerja migran asal Jateng terbanyak tersebar di 3 negara, yaitu Taiwan, Hongkong dan Malaysia.

“Kalau kita in case Jateng tertinggi di Taiwan sebanyak 20.363, Hongkong sebanyak 19.985, dan Malaysia sebanyak 12.176. Persentase jumlah total pulang sudah ada 1.492 alias 19,48%. Sebanyak 296 pemberi kerja berbadan hukum. Pemberi kerja perseorangan 371 dengan sekitar 24,87% dan awak kapal 817 dengan persentasenya 54,76%,” terang Ganjar.

Lebih lanjut, Ganjar menjelaskan bila terdapat sejumlah alasan di balik kepulangan pekerja migran asal Jateng, diantaranya adalah pekerja migran yang sudah meninggal, sakit, atau kontraknya habis. Berkaca pada hal tersebut, Ganjar selaku orang nomor satu di Jateng, mengatakan bila pihaknya melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak, utamanya adalah dengan Kementerian Luar Negeri, Konsulat Jenderal RI, dan Kedutaan Besar RI untuk mempermudah penyelesaian masalah.

Di hadapan peserta yang mengikuti jalannya webinar melalui Zoom Cloud Meeting dan siaran langsung Youtube, Ganjar mengatakan jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng telah mengambil tindakan-tindakan darurat, baik terhadap pekerja migran berdokumen maupun yang tidak berdokumen, dengan cara pemberian tiket, fasilitas bus dari Bandara Juanda ke Jateng, dan repatriasi pekerja migran Indonesia dari Timor Leste yg mendarat di Bandara Juanda. Selain itu, setibanya di Jateng, para pekerja migran juga diperiksa kesehatannya sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Sebelum menutup materi, Ganjar memberikan semangat kepada peserta dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan kembali mengingatkan agar Sosiolog UNS dapat membantu penyelesaian masalah kepulangan pekerja migran Indonesia asal Jateng

“Jangan pernah kita menyerah, jangan pernah kita mengalah. Apa yang menjadi potensi setidaknya UNS penting untuk memberikan rekomendasi atau boleh dong bantu saya di Jawa Tengah. Sehingga kawan Sosiolog dari UNS saya meminta Minggu depan ketemu saya langsung,” minta Ganjar.

Dalam webinar tersebut, sejumlah pembicara turut dihadirkan oleh Laboratorium Sosiologi Prodi Magister Sosiologi FISIP UNS. Mereka adalah Aris Arif Mundayat (Ketua Lab Sosiologi UNS), Wahyu Susilo (Direktur Executive Migrant Care), Theopilus Suryadi (Dosen Sosiologi UNS), Jumatun (Penggerak Desa Peduli Buruh Migran), dan Poniyah/ Jumiati (Purna Pekerja Migran Indonesia di Malaysia).Humas UNS/Yefta