Gelar Budaya 2025: BKKT UNS Hadirkan Tari Kreasi Nusantara

Gelar Budaya 2025 BKKT UNS Hadirkan Tari Kreasi Nusantara

UNSBadan Koordinasi Kesenian Tradisional (BKKT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Gelar Budaya 2025 pada Minggu (13/7/2025) di Gedung Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS. Kegiatan ini merupakan program kerja dua tahunan dari BKKT UNS yang rutin digelar setiap tahun ganjil. Gelar budaya ini bertujuan untuk mewadahi minat-bakat dan eksplorasi kebudayaan tradisional melalui berbagai bentuk pertunjukan dan aktivitas seni.

Pada tahun 2025 ini, Gelar Budaya BKKT UNS hadir dalam format perlombaan tari kreasi bertajuk Ajang Tari Kreasi Nusantara. Perlombaan ini terbuka untuk kategori umum tingkat nasional dengan peserta berusia 16–22 tahun. Tahun ini, tercatat 23 kontingen dari 5 provinsi berpartisipasi, yang terdiri atas 10 universitas, 4 SMA/SMK, dan 9 sanggar tari, dengan peserta terjauh berasal dari Ciamis dan Banten.

Melalui Ajang Tari Kreasi Nusantara ini, Gelar Budaya 2025 diharapkan dapat menjadi ruang eksplorasi seni yang terus berkembang dan relevan dengan perkembangan zaman.

Acara ini menghadirkan tiga dewan juri yang memiliki rekam jejak luar biasa di dunia seni pertunjukan. Mereka adalah Direktur SIPA Festival, Dr. R. Ay. Irawati Kusumorasri, M.Sn.; penari sekaligus akademisi tari, R. Danang Cahyo Wijayanto, M.Sn.; dan seorang penari sekaligus koreografer asal Yogyakarta, Pulung Jati Ronggo Murti. Kehadiran ketiga juri tersebut menambah bobot penilaian dalam perlombaan Ajang Tari Kreasi Nusantara.

Acara dilanjutkan dengan pembukaan Gelar Budaya 2025 oleh Sekretaris Direktur Direktorat Kemahasiswaan UNS, Danang Tomi Harjanto, S.Sos. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan ajang ini dan menekankan pentingnya pelestarian budaya. Ia juga mengaitkan kegiatan ini dengan peran aktif mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya bangsa.

Menurutnya, BKKT UNS telah berkontribusi dalam pelestarian budaya Indonesia melalui penyelenggaraan Gelar Budaya 2025. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata pelibatan generasi muda dalam kesenian tradisional. Ia berharap ajang ini mampu memperkuat minat dan bakat, baik bagi mahasiswa UNS maupun masyarakat luas, dalam menjaga dan mencintai kebudayaan nasional.

“Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya yang adiluhung. Oleh karena itu, kita harus melestarikannya,” ujarnya.

Menurut Danang, kesenian tradisional tidak hanya menjadi sarana ekspresi seni, tetapi juga mampu merepresentasikan sejarah, nilai filosofis, dan jati diri bangsa. Hal ini penting untuk ditanamkan pada generasi muda yang kini cenderung mulai tergerus arus globalisasi. Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi inisiatif BKKT UNS dalam menyelenggarakan Ajang Tari Kreasi Nusantara yang membuka ruang ekspresi dan pelestarian budaya secara aktif.

Sebagai penutup, Danang berharap ajang ini dapat terus dikembangkan sebagai upaya pelestarian seni budaya Indonesia. Ia juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke‑48 kepada BKKT UNS yang telah aktif menjaga eksistensi kesenian tradisional di tengah arus globalisasi. Selain itu, ia berharap keseluruhan acara dapat berjalan lancar dan melahirkan generasi pelestari kesenian tradisional.

“Selamat ulang tahun ke-48 untuk BKKT UNS. Semoga BKKT UNS dapat terus menjaga eksistensi seni budaya Nusantara di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang. Semoga acara ini berjalan lancar, tertib, dan penuh semangat, serta melahirkan generasi pelestari kebudayaan dan kesenian tradisional Indonesia,” tutupnya.

Acara berlanjut ke sesi perlombaan yang terbagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pagi dan sesi siang. Pada sesi pagi, sebanyak 12 kelompok peserta menampilkan karya tari kreasi mereka, sedangkan sesi siang menampilkan 11 kelompok peserta. Acara gelar budaya ini kemudian diakhiri dengan perayaan HUT ke-48 BKKT UNS sebagai penutup rangkaian kegiatan.
Humas UNS