UNS – Untuk menekan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memperpanjang masa perkuliahan daring hingga 30 April mendatang. Kebijakan perpanjangan perkuliahan daring tersebut tercantum dalam Surat Edaran (SE) bernomor 13/UN27/SE/2020 tentang Pemberlakuan Pembatasan Aktivitas di Kampus UNS yang ditandatangani langsung oleh Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho.
Dengan diperpanjangnya masa perkuliahan daring tersebut, mahasiswa UNS diminta untuk tetap terhubung dengan dosen pengampu di masing-masing mata kuliah untuk dapat mengikuti aktivitas pekuliahan, baik melalui laman https://spada.uns.ac.id/, https://ocw.uns.ac.id/, dan aplikasi pendukung lainnya.
Melihat situasi ancaman penyebaran infeksi Covid-19 yang tidak memungkinkan untuk digelarnya aktivitas perkuliahan secara tatap muka, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS mewujudkan perhatian dan sumbangsihnya bagi UNS dengan memberikan bantuan kuota internet bagi mahasiswa UNS yang membutuhkan. Bantuan kuota internet tersebut merupakan bentuk program ‘Sedekah Pulsa’ yang diinisiasi langsung oleh IKA UNS.
Saat dihubungi uns.ac.id pada Minggu (29/3/2020), Ketua IKA UNS Budi Harto, mengatakan bahwa bantuan ‘Sedekah Pulsa’ berupa kuota internet tersebut akan diberikan kepada ribuan mahasiswa UNS.
“Kita tahu dengan adanya musibah Covid-19 ini mahasiswa mengikuti perkuliahan dari rumah secara online sehingga beberapa mahasiswa memerlukan dukungan pulsa. Diperkirakan ada 6.000 mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa penerima Bidikmisi dan beberapa mahasiswa non Bidikmisi. Diperkirakan biaya pulsa sampai akhir semester ini kurang lebih Rp 50.000 per mahasiswa. Gagasan ini muncul setelah ada masukan dari alumni yang di kampus,” ujar Budi Harto melalui pesan singkat.
Direktur Utama (Dirut) PT. Adhi Karya (Persero) tersebut menambahkan bila IKA UNS memerlukan dana sebesar Rp 300 juta untuk merealisasikan bantuan kuota internet tersebut. Lebih lanjut, Budi Harto menjelaskan sumber dana yang berhasil dikumpulkan oleh IKA UNS yang disebutnya juga berasal dari kas IKA UNS.
“Diperlukan Rp 300 juta. Dana tersebut diambil dari kas IKA UNS, Yayasan Alumni UNS, dan panitia golf,” lanjutnya.
Nantinya, bantuan kuota internet yang telah diberikan oleh IKA UNS akan disalurkan oleh Rektorat sebagai penanggung jawab kepada mahasiswa UNS yang telah masuk menjadi daftar penerima bantuan kuota internet.
Dengan terealisasinya program ‘Sedekah Pulsa’, Budi Harto mengungkapkan harapannya agar mahasiswa UNS dapat merasakan manfaat dari bantuan kuota internet tersebut. Sehingga mahasiswa dapat menjalankan aktivitas perkuliahan daring dengan baik.
“Jika kedepan perkuliaahan online diperpanjang, IKA UNS akan menggalang dana dari Alumni untuk adik-adik mahasiswa yang memerlukan. Harapan saya bantuan pulsa tersebut dapat bermanfaat sehingga dalam kondisi seperti ini mahasiswa dapat mengikuti kuliah dengan baik. Saya harapkan teman-teman alumni membantu adik-adik mahasiswa yang memerlukan,” tutup Budi Harto.Humas UNS/Yefta


















