Ingin Berkontribusi di Masyarakat, Mahasiswa UNS Ikuti Motivatour: Kepulauan Seribu Xpedition

Ingin Berkontribusi di Masyarakat, Mahasiswa UNS Ikuti Motivatour: Kepulauan Seribu Xpedition

UNS — Sekali merengkuh dayung, dua, tiga pulau terlampaui. Istilah tersebut barangkali tepat untuk menggambarkan pengalaman yang dimiliki Widyantara Arya Bagja Soenardi, mahasiswa Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Pada April 2021 ini, Arya—sapaan akrabnya—berhasil menjadi salah satu dari 40 pemuda asal 18 provinsi di Indonesia yang turut serta dalam Motivatour: Kepulauan Seribu Xpedition. Sebuah pengabdian singkat yang dibiayai penuh pihak penyelenggara dengan konsep Travelling, Sharing, and Caring.

Kepada uns.ac.id, Arya mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan  Indonesian Event bersama Yayasan Beasiswa10000 serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta. Tentu dengan dukungan penuh Pemerintah Kepulauan Seribu.

Arya menambahkan, Motivatour: Kepulauan Seribu Xpedition salah satunya bertujuan untuk mewujudkan mega proyek bertajuk Seribu Cahaya Inspirasi. Yakni sebuah tempat di mana para peserta harus menuliskan mimpi mereka dan mengaitkannya dengan gembok.

“Untuk memotivasi anak-anak di sana agar memiliki cita-cita yang tinggi. Kita juga sosialisasikan ke masyarakat, terutama anak-anak yang sangat antusias menyambut kita,” ungkap Arya, Senin (26/4/2021).

Dilaksanakan selama tiga hari, pengabdian yang Arya dan kawan-kawan lakukan tentu bukan hanya berupa mega proyek tersebut. Hari pertama, di Pulau Pramuka mereka berdiskusi dan berbincang perihal beragam potensi juga permasalahan Kepulauan Seribu dengan Bupati berikut para stakeholder terkait.

Ingin Berkontribusi di Masyarakat, Mahasiswa UNS Ikuti Motivatour: Kepulauan Seribu Xpedition

Lalu di hari kedua, para peserta melaksanakan konsep caring. Secara lebih khusus, mereka dibagi ke beberapa bidang untuk berdiskusi lebih lanjut bersama para pemangku kepentingan sesuai dengan bidang masing-masing. Bidang-bidang tersebut antara lain pendidikan, lingkungan, pariwisata, seni dan budaya, branding dan media sosial.

Arya sendiri masuk ke bidang seni budaya, mengingat minat dan bakatnya memang di bidang tersebut, terutama tari tradisional dan modern. Dari perbincangan itu, mereka menyusun beberapa rekomendasi bagi pemerintah untuk perkembangan Kepulauan Seribu. Salah satunya pendirian pondok budaya.

“Mereka punya budaya tari yang sangat unik tapi tidak punya tempat untuk menyalurkan. Maka kita usulkan pondok budaya yang ada sanggar seninya, menampilkan sejarah Kepulauan Seribu, sejarah seninya juga. Jadi, wisatawan yang datang setelah melihat pondok budaya bisa mengenal Kepulauan Seribu seperti apa,” tutur Arya.

Harus bersaing dengan 400—500an pendaftar, mahasiswa bimbingan Dr.Winita Sulandari, S.Si., M.Si. ini memiliki motivasi untuk berkontribusi bagi masyarakat, dan kali ini masyarakat Kepulauan Seribu. Ia juga senang dengan konsep dan tujuan dari program tersebut.

Beragam pengalaman berharga pun didapatkan Arya. Ini adalah kali pertamanya mengabdi langsung di luar daerah asalnya, Tasikmalaya. Dengan demikian, ia dapat mengenal kebudayaan Kepulauan Seribu, makanan khas di sana, dan tentunya berkesempatan untuk berbincang bersama masyarakat serta memiliki koneksi luas dengan teman-teman dari 18 provinsi.

“Pelajaran yang saya dapat, di Kepulauan Seribu tidak semua fasilitas ada. Tapi salutnya mereka sangat peduli terhadap lingkungannya, sampai ada komunitas Rumah Hijau yang bertugas memelihara lingkungan di Kepulauan Seribu. Ya, kesannya sangat senang, bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini, dan melihat senyum anak-anak di sana,” terang Arya.

Dilaksanakan di masa pandemi, kegiatan yang Arya dan kawan-kawan lakukan ini sudah menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Selain itu, demi menjaga keamanan satu sama lain, mereka pun telah melakukan tes usap. Humas UNS

Reporter: Kaffa Hidayati
Editor: Dwi Hastuti