Jangan Sampai Konsumsi Makananmu Menimbulkan Sampah, Yuk Kenali Polanya!

Jangan Sampai Konsumsi Makananmu Menimbulkan Sampah, Yuk Kenali Polanya!

UNS — Buka puasa di bulan ramadan menjadi salah satu momen yang dinanti setelah sehari penuh menahan lapar dan dahaga. Demi mengobati rasa lapar, sering kali saat berbuka kita mempersiapkan beragam makanan dan minuman dalam porsi yang besar.

Akan tetapi, tidak jarang, porsi tersebut tidak habis dan justru terbuang hingga menjadi food waste atau sampah makanan yang turut menyebabkan kerusakan lingkungan. Pola ini tentu tidak hanya terjadi saat ramadan, meski jumlahnya tidak sebanyak saat bulan puasa ini. Bahkan, Indonesia menempati posisi kedua sebagai penghasil sampah makanan terbesar di dunia.

Dian Rachmawati Afandi, S.TP., M.P., Dosen Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pun menjelaskan,  food waste  adalah semua bagian bahan pangan yang masih dapat dimakan, tapi sengaja dibuang. Berbeda halnya dengan food loss atau makanan dan bahan pangan yang terbuang karena berbagai penyebab, dimulai dari lahan pertanian sampai siap dikonsumsi

Dian  menyebut ada beberapa pola tindakan yang dapat menghasilkan sampah makanan. Pertama, seperti yang dijelaskan di awal, menyisakan makanan di piring karena ternyata kelebihan porsi. Bisa juga, ada beberapa komponen makanan yang tidak disukai sehingga disisihkan.

“Hal ini juga sering terjadi di restoran. Kuat membayar makan di restoran, tapi tidak bisa menghabiskan. Lalu membeli terlalu banyak makanan atau bahan makanan, sehingga sebagian tidak termakan,” ujar Dian dalam Webinar Manajemen Menu dan Food Waste gelaran ISNet, Sabtu (1/5/2021).

Membeli terlalu banyak makanan atau bahan makanan ini juga berkaitan dengan penyebab ketiga. Oleh karena menumpuk dan tidak memperhatikan tanggal kedaluwarsa,  konsumen tidak segera mengonsumsi makanan tersebut sebelum expired (kedaluwarsa). Akibatnya, makanan tidak terkonsumsi dan terbuang begitu saja.

Dian pun menyinggung perbedaan keterangan expired dan best before pada kemasan makanan yang belum dipahami sebagian masyarakat. Jika pada kemasan makanan tertulis tanggal expired-nya, berarti makanan tersebut tidak boleh dikonsumsi setelah tanggal yang tertera.

“Kalau best before, artinya makanan bisa dikonsumsi walau terlewat tanggalnya. Namun, secara sensoris, secara rasa memang kurang maksimal. Misal, kalau dikonsumsi sebelum tanggal yang tertera, rasa ayamnya kuat, tapi jika setelahnya jadi berkurang. Jadi, jangan membuang yang best before terlebih dulu agar tidak jadi food waste,” jelas Dian.

Keempat, sampah makanan dari pasar retail yang membuang buah dan sayuran dengan alasan tampilannya sudah tidak bagus. Hal serupa juga dapat terjadi di toko atau supermarket. Selain itu, stok toko yang tidak terjual juga dapat menjadi penyebab sampah makanan kelima.

Keenam, proses pengolahan bahan pangan yang menyisakan edible.  Misalkan, saat mengupas kulit timun yang juga mengurangi sedikit daging timunnya. Kulit timun tersebut akan dibuang begitu saja, padahal masih dapat dimakan.

Bagaimana Cara Mencegah Adanya Sampah Makanan?

Pertama,  buat rencana menu makanan sebelum berbelanja sehingga tidak membeli terlalu banyak bahan makanan.  Kedua, buatlah menu makanan berdasarkan persediaan bahan makanan yang ada di rumah dengan prinsip first in first out (FIFO). Dengan demikian, bahan yang lebih dahulu dibeli tidak akan terlupakan untuk diolah.

Ketiga, beli bahan yang dapat segera dikonsumsi dan dapat disimpan di freezer dalam waktu singkat. Prinsip FIFO juga dapat diterapkan dalam penyimpanan tersebut. Keempat, tentunya simpan bahan makanan dengan baik untuk menjaga daya tahannya. Kelima, letakkan bahan pangan yang mudah rusak di tempat yang terlihat.

“Siapkan wadah ketika makan di luar untuk membungkus jika tidak habis. Tidak perlu malu, daripada harus membuang makanan dan menambah sampah. Kita juga bisa menumbuhkan empati, berbagi dengan tetangga dan orang lain. Banyak yang sudah memfasilitasi kegiatan berbagi seperti ini. Misalkan GIFOOD, GARDA PANGAN,” tutur Dian.

Jangan Sampai Konsumsi Makananmu Menimbulkan Sampah, Yuk Kenali Polanya!

Dari beragam penjelasan di atas, ada satu bentuk pencegahan sederhana yang sering kali luput untuk diterapkan. Yaitu ambil makan secukupnya dan sesuaikan porsi kita. Khususnya di bulan ramadan ini, jangan sampai buka puasa yang berlebih justru menambah timbunan sampah makanan dan merusak lingkungan kita. Selamat mencoba! Humas UNS

Reporter: Kaffa hidayati
Editor: Dwi Hastuti