Kuliah Umum Bersama Garuda Indonesia, Mahasiswa Didorong Memiliki Sense of Crisis dan Keterampilan Mengambil Keputusan

Kuliah Umum Bersama Garuda Indonesia, Mahasiswa Didorong Memiliki Sense of Crisis dan Keterampilan Mengambil Keputusan
Kuliah Umum Bersama Garuda Indonesia, Mahasiswa Didorong Memiliki Sense of Crisis dan Keterampilan Mengambil Keputusan

UNS — PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk menggelar kuliah umum untuk mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta secara luring di Ruang Sidang 2 UNS maupun daring melalui Zoom Cloud Meeting pada Sabtu (27/03/2021). Kuliah umum ini dihadiri langsung oleh Ir. Irfan Setiaputra selaku Direktur Utama PT Garuda Indonesia serta Dr. Prasetio, S.E., M.H. selaku Direktur Keuangan PT Garuda Indonesia.

Kegiatan dibuka oleh Prof. Dr. rer. nat. Sajidan, M.Si. selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Bisnis, dan Informasi UNS. Dalam sambutannya dijelaskan bahwa kuliah umum ini digelar sebagai salah satu bentuk implementasi Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, terutama bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNS yang menghadiri kuliah umum ini secara daring.

Kuliah Umum yang diselenggarakan dalam bentuk talk show ini mengupas tuntas bagaimana dinamika yang dialami perusahaan transportasi penerbangan Indonesia dalam menghadapi Pandemi Covid-19. Adapun aspek yang dibahas mengenai hal-hal menjadi pertimbangan dalam pengambilan setiap keputusan perusahaan serta bagaimana perusahaan mampu bertahan dalam kondisi krisis akibat pandemi.

Dalam pemaparannya, Ir. Irfan Setiaputra menceritakan bagaimana Pandemi Covid-19 sangat berdampak bagi Garuda Indonesia. Hal ini mencakup penurunan jumlah penumpang pesawat yang berakibat pada penurunan jumlah penerbangan Garuda Indonesia. Dampak yang lebih dikhawatirkan lagi adalah apabila terhentinya pergerakan masyarakat akibat kondisi pandemi yang semakin buruk sehingga semakin mengurangi jumlah pengguna transportasi udara.

Ir. Irfan Setiaputra menekankan pada pentingnya memiliki tabungan dan memunculkan sense of crisis yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin guna menjadi salah satu langkah menghadapi kesulitan.

“Kita mesti kasih contoh. Jadi bulan kedua kita potong gaji. Jadi waktu itu kita di rapat direksi saya cuma bilang ‘kita potong gaji ya’, jadi mesti kita lakukan supaya kita bisa kasih contoh,” tutur Ir. Irfan.

“Sense of crisis itu mesti dimulai oleh ‘kepala rumah tangga’, dimulai dengan dirut-nya,” tegas Ir. Irfan.

Menilik dari sisi masyarakat sebagai penumpang pesawat, Ir. Irfan mengaku bahwa hasil riset menunjukkan rendahnya confidence level dari masyarakat. Upaya lanjutan dilakukan pihak Garuda Indonesia guna ‘membeli’ keyakinan masyarakat. Edukasi masyarakat tentang sistem sirkulasi kabin, penggunaan masker oleh para pegawai, serta pengaturan jarak kursi guna mematuhi protokol kesehatan.

“Disitulah kami mengedukasi. Bersama garuda, di dalam kabin pesawat itu paling aman karena kita punya sistem sirkulasi. Kita juga kemudian mulai mengikuti kenormalan baru, pakai masker,” terang Ir. Irfan.

Kuliah umum dilanjutkan bersama Dr. Prasetio dengan pokok bahasan mengenai pengambilan keputusan yang dilakukan oleh jajaran direksi Garuda Indonesia selama masa pandemi. Dr. Prasetio menjelaskan bahwa setiap pengambilan keputusan harus dilandasi dengan niat baik dan yang terbaik. Selain itu, loyalitas yang dipraktikan dengan kepatuhan dan ketaatan pada korporasi menjadi hal yang perlu diperhatikan. Terakhir, sikap peduli dan memahami kondisi yang sulit seperti dengan melakukan efisiensi serta meningkatkan produktivitas.

Kuliah Umum Bersama Garuda Indonesia, Mahasiswa Didorong Memiliki Sense of Crisis dan Keterampilan Mengambil Keputusan

Dr. Prasetio juga mengingatkan agar tidak melampaui kewenangan atau melakukan tindakan-tindakan yang tidak mencerminkan kepatuhan.

“kita harus memberikan yang terbaik bagi Garuda. Dengan segala latar belakang sejarahnya, kita harus survive, kita harus jaga. Intinya yang terbaik, pikirannya jangan ada konflik, kepentingan pribadi, semuanya best impress untuk korporasi, kehati-hatian, menghindarkan kerugian yang lebih besar, terus jangan sekali-kali kita melanggar,” tambah Dr. Prasetio. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti