Lakukan Riset Kejujuran dalam Pelaporan Keuangan, WR 2 UNS Raih Gelar Guru Besar

UNS — Wakil Rektor Bidang Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) (WR 2) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Bandi, MSi., Ak., CA, CT, CPA meraih gelar Guru Besar pada hari Selasa (9/3/2021). Bersama dengan kelima Guru Besar lainnya, Prof. Jamal mengukuhkan enam guru besar UNS secara luring dan daring di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS. Selain Prof. Bandi, kelima guru besar tersebut di antaranya Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si, Prof. Dr. Joko Triyono, S.T., M.T, Prof. Dr. Ir. Sudadi, M.P., Dr. Ir. Endang Yuniastuti, M.Si, dan Prof. Dr. Ir. Supriyadi, M.S.

Prof. Bandi meraih gelar guru besar di bidang Ilmu Akuntansi setelah menyelesaikan risetnya yang berjudul “Kejujuran dalam Pelaporan untuk Meningkatkan Kepercayaan Pengguna Pada Laporan Keuangan”. Melalui pidato yang disampaikan dalam sidang senat terbuka, Prof. Bandi mengatakan bahwa penyajian laporan keuangan harus memenuhi karakteristik kejujuran. Adanya karakteristik tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya kecurangan manajemen laba dan juga mencegah kecurangan oleh manajemen perusahaan.

“Laporan keuangan harus memenuhi karakteristik kualitatif agar berguna bagi pemakai laporan keuangan. Salah satu karakteristik tersebut adalah “jujur” dalam penyajian laporan keuangan (reliable, faithfull representation). Standar akuntansi keuangan mendorong penyajian jujur laporan keuangan, dengan menetapkan standar tentang “pengungkapan”. Pengungkapan oleh penyusun laporan keuangan diharapkan bisa mencegah manajemen laba dan pada akhirnya mencegah kecurangan oleh manajemen perusahaan,” terang Prof. Bandi.

Riset yang dilakukan oleh Prof. Bandi terdiri dari beberapa poin penting, diantaranya standar akuntansi keuangan yang mengatur tentang karakteristik kualitatif laporan keuangan yang terdiri dari kejujuran dalam laporan keuangan, manajemen laba, kecurangan dalam laporan keuangan akibat dari ketidakjujuran penyusunan laporan keuangan dan upaya pengaturan dalam mencegah ketidakjujuran laporan keuangan.

Hasil riset Prof. Bandi menyimpulkan bahwa aspek kejujuran menjadi syarat penting dalam standar pelaporan keuangan yakni pengungkapan. Ia mengatakan bahwa pengungkapan akan menjelaskan akibat ekonomis dari perubahan metode akuntansi yang dipilih penyusun laporan. Hal itu mengakibatkan berkurangnya manajemen laba yang kemudian akan menghindarkan terjadinya kercurangan pelaporan. Selain itu, kejujuran dalam pelaporan keuangan akan meningkatkan kepercayaan pemakai laporan keuangan terhadap laporan keuangan.

Di akhir pidatonya, Prof. Bandi memberikan himbauan untuk terus mempertahankan kejujuran dalam penyajian laporan keuangan.
“Hendaklah manajer perusahaan sebagai agen mempertahankan kejujuran dalam penyajian laporan keuangan perusahaan, sehingga bisa dihindarkan adanya manajemen laba, dan akhirnya terhindar dari kecurangan penyajian laporan keuangan,” ucap Prof. Bandi. Humas UNS

Reporter: Alinda Hardiantoro
Editor: Dwi Hastuti