UNS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memperkenalkan berbagai inovasi untuk mendorong praktik hidup berkelanjutan di Kelurahan Joyotakan, Serengan, Surakarta. Dengan mengusung tema “Sustainable Living Practice,” kelompok KKN 247 UNS menghadirkan program utama berupa budidaya aquaponik serta beberapa program edukatif untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesadaran masyarakat.
Program aquaponik berdampak pada penghematan air, pemanfaatan lahan terbatas, serta menghasilkan pangan yang berkelanjutan. Kelompok KKN 247 UNS menggabungkan budidaya ikan lele dan tanaman dalam satu ekosistem terpadu, di mana limbah ikan dimanfaatkan sebagai nutrisi untuk tanaman, sementara tanaman membantu menyaring air untuk ikan. Pelatihan intensif tentang perancangan hingga pemeliharaan sistem aquaponik diberikan kepada warga setempat. Program aquaponik ini dinilai sangat relevan oleh Bambang selaku Lurah Joyotakan.
Selain program aquaponik, mahasiswa KKN UNS juga mendukung keberlanjutan dengan mendaur ulang minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Hasil dari produk ini mampu mengurangi limbah dan membuka peluang usaha baru bagi warga.
“Kami mencoba menghadirkan solusi yang bisa langsung diterapkan oleh warga, seperti daur ulang minyak jelantah yang bisa dimanfaatkan menjadi lilin aromaterapi. Ini sejalan dengan upaya ekonomi sirkular yang ingin kami dorong,” jelas Vani Citra Kesumawardany, Koordinator Desa KKN kepada uns.ac.id, Kamis (12/9/2024).



Beberapa program di bidang pendidikan juga dilaksanakan, seperti program literasi keuangan di mana siswa SD diajarkan pengelolaan keuangan dengan membuat celengan dari bahan daur ulang dan mendongeng tentang pentingnya menabung. Terdapat juga lomba melukis dan menghafal Pancasila untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan kreativitas. Mahasiswa UNS juga melakukan eksperimen fisika sederhana yang bertujuan untuk mengembangkan rasa ingin tahu dan pemahaman ilmiah.
Pada bidang kesehatan, mahasiswa KKN UNS mengedukasi warga tentang pengelolaan obat yang aman dan bertanggung jawab dengan Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar (DAGUSIBU). Program lain seperti pembuatan minuman herbal dari bahan alami bertujuan untuk melestarikan pengetahuan tradisional dan mendukung kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Mahasiswa KKN juga mengajarkan pembuatan hand sanitizer dari bahan yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan. Program ini merupakan bagian dari upaya kolektif untuk menjaga kebersihan dan kesehatan masyarakat. Dengan serangkaian program tersebut, KKN UNS di Kelurahan Joyotakan berharap dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Kami berharap program-program yang dijalankan bisa menjadi katalis perubahan menuju kelurahan yang lebih mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan. Semoga apa yang kami mulai ini bisa dilanjutkan oleh warga dan generasi berikutnya,” tutup Vani.
Humas UNS
Reporter: R. P. Adji
Redaktur: Dwi Hastuti
















