Pemerintah Jerman Gandeng UNS Bentuk Pusat Unggulan

SOLO – Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo bekerjasama dengan Karlsruhe Instute of Technology (KIT) akan membentuk center of exellence (pusat unggulan) dalam bidang air, struktur, dan energi terbarukan dengan nama Institute of Water, Structure, and renewable Energy (IWSrE). Rancangan pembentukan pusat unggulan ini merupakan hasil pertemuan antara UNS dan KIT di Jerman pada 20 Nopember 2012 lalu.

“Pusat unggulan ini nantinya akan bergerak dalam bidang akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam bidang akademik, kerjasama akan dilakukan dalam bentuk program kerjasama pendidikan dan pertukaran dosen/mahasiswa,” kata Rektor UNS Prof. Ravik Karsidi, MS, saat jumpa pers di gedung Rektorat UNS, Senin (26/11/2012) siang.

Selain itu, dilakukan pula kerjasama pembimbingan tesis atau disertasi. Ravik Karsidi menyebutkan, setidaknya ada dua guru besar KIT yang telah menyanggupinya, seperti: Prof. Franz Nitsmann dan Herlad Muller.

Pusat unggulan yang memfokuskan penelitiannya pada penelitian terapan ini, pengelolaannya dibagi menjadi 3 tahap. Tahap I, selama 3 tahun pertama, ketua IWSrE akan dipimpin langsung oleh guru besar dari KIT, sedangkan UNS menjadi wakilnya. Pengelolaan IWSrE secara bertahap akan diberikan kepada UNS. Setelah tahap 3, seluruh pengelolaan akan diberikan kepada UNS. “Dalam menjalankan pusat unggulan ini, pemerintah Jerman akan memberikan bantuan finansial melalui Kementerian Pendidikan Jerman. Sedangkan dari pihak Indonesia, bantuan diberikan melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan skema anggaran Debt Swap II dan Kementerian PU,” urainya.

Di Jerman, tim UNS yang dipimpin Ravik Karsidi juga berkesempatan menghadiri undangan Duta Besar RI untuk Jerman Dr. Eddy Pratomo. Eddy menyambut positif rencana pendirian IWSrE dan berjanji akan menjadikan pusat unggulan ini sebagai salah satu dari lima pusat unggulan yang akan dikerjasamakan dengan pemerintah Jerman.

Ravik menandaskan, IWSrE rencananya akan diresmikan pada tanggal 11 Maret 2012 pada puncak perayaan Dies Natalis XXXVII pada tahun 2013. Duta besar kedua belah negara dijadwalkan akan hadir dalam peresmian tersebut.

IWSrE dalam program awalnya akan mengerjakan proyek sungai bawah tanah di Gunungkidul. “Di sana penduduknya sering kesulitan mendapatkan air karena merupakan daerah kapur. Tapi di bawah permukaan tanahnya mengalir sungai bawah tanah yang deras. Sungai ini nantinya akan dibendung dan airnya dinaikkan hingga mencapai 200 meter untuk kemudian digunakan oleh penduduk setempat,” tutur Ravik.