Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Sebelas Maret (UNS) masa bakti 2024–2029 resmi dikukuhkan oleh Ketua DWP Kemendiktisaintek secara hibrida pada Rabu, 23 September 2026. Pengukuhan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi, kolaborasi lintas unsur, serta meningkatkan kebermanfaatan organisasi bagi anggota dan keluarga besar perguruan tinggi.
UNS — Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Masa Bakti 2024–2029 resmi dikukuhkan oleh Ketua DWP Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia (RI). Pengukuhan dilaksanakan secara serentak bagi pengurus DWP di lingkungan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) secara hibrida pada Rabu (23/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UNS, Prof. Dr. E. Muhtar, S.Pd., M.Si., CfrA turut membersamai pengukuhan DWP UNS. Dalam sambutannya, Widiastuti Hartono menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan pengukuhan dengan baik. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan kegiatan. Pengukuhan pengurus DWP PTN dan LLDikti menjadi momentum penting karena merupakan agenda yang tidak berlangsung setiap tahun. Oleh karena itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, koordinasi, dan kebersamaan antaranggota DWP di lingkungan perguruan tinggi.
Ketua DWP Kemendiktisaintek, Annisa Pramudita Badri Munir Sukoco, menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi, jejaring, dan kebermanfaatan organisasi dalam menjalankan amanah kepengurusan DWP.
“Kita berada dalam sebuah keluarga besar dengan pengalaman, karya, dan semangat pengabdian yang sangat beragam. Saya berharap kegiatan hari ini menjadi awal bagi kita untuk semakin dekat, saling belajar, dan semakin kuat dalam berkolaborasi bersama,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh pengurus DWP memaknai masa bakti bukan sekadar sebagai periode pelaksanaan program kerja, tetapi juga sebagai kesempatan untuk meninggalkan legacy atau keteladanan yang memberikan manfaat bagi anggota, keluarga, dan lingkungan.
“Ketika masa bakti kita berakhir, legacy atau keteladanan apa yang ingin kita tinggalkan dari kepengurusan ini? Apakah hanya berupa daftar kegiatan yang telah terlaksana? Ataukah kita ingin memberikan sesuatu yang lebih berarti, seperti anggota yang semakin berdaya, keluarga yang semakin kuat, jejaring yang semakin erat, serta manfaat yang benar-benar dirasakan oleh lingkungan di sekitar kita?” katanya.
Menurutnya, pertanyaan tersebut penting menjadi refleksi bersama dalam menjalankan amanah organisasi. DWP diharapkan tidak hanya hadir secara struktural, tetapi juga mampu bergerak melalui program-program yang memberikan dampak nyata.
“Organisasi ini tidak hanya ada, tetapi juga hadir. Tidak hanya memiliki struktur, tetapi juga mampu bergerak, tidak hanya menyusun program, tetapi juga menghadirkan manfaat,” tegasnya.


Pada Batch II, sebanyak 21 DWP PTN dengan sekitar 699 pengurus dikukuhkan. Sebelumnya, pada Batch I telah dikukuhkan 89 DWP dengan jumlah pengurus mencapai 2.820 orang. Besarnya jejaring tersebut menjadi modal untuk membangun ruang kolaborasi, saling belajar, membantu, dan menguatkan antaranggota DWP.
“Kekuatan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak program yang kita laksanakan, tetapi juga oleh seberapa besar manfaat yang dapat kita hadirkan bersama,” tuturnya.
Ia menambahkan, kebermanfaatan organisasi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Manfaat dapat tumbuh dari berbagai langkah sederhana, seperti mendorong anggota menjadi semakin berdaya, memberikan dukungan bagi keluarga, maupun mengembangkan gagasan melalui kerja bersama.
Di akhir sambutannya, Annisa menyampaikan selamat kepada seluruh ketua dan pengurus DWP yang dikukuhkan. Ia berharap pengukuhan tersebut semakin memperkuat koordinasi, kepengurusan, dan sinergi antara DWP Kemendiktisaintek dengan DWP PTN dan LLDikti di seluruh Indonesia.
Penasihat DWP Kemendiktisaintek RI, Dr. Levy Olivia Nur Brian Yuliarto, menyampaikan bahwa pengukuhan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat fondasi, legalitas, tata kelola, koordinasi, dan sinergi organisasi.
Sebagai bagian dari keluarga besar Kemendiktisaintek RI, DWP diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu menjadi kekuatan pendukung dalam menunjang pelaksanaan tugas dan pengabdian di lingkungan kementerian.
Para pengurus didorong untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas unsur melalui komunikasi terbuka dan koordinasi yang efektif. Keberagaman serta luasnya jejaring organisasi di berbagai wilayah diharapkan menjadi kekuatan untuk membangun kerja sama yang lebih luas dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.
Selain itu, program kerja DWP diharapkan disusun secara relevan, terukur, dan memberikan dampak nyata, khususnya dalam penguatan ketahanan keluarga, peningkatan kualitas pendidikan anak, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta kepedulian sosial.
“Organisasi juga didorong untuk memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menghadirkan berbagai inovasi. Selain itu, DWP diharapkan turut mengembangkan ketahanan pangan dan pengelolaan sampah mulai dari lingkungan rumah tangga sebagai upaya menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat,” ujarnya. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa yang mengukuhkan pengurus DWP UNS masa bakti 2024–2029?
Pengukuhan pengurus DWP UNS dilakukan oleh Ketua DWP Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia. Lihat di artikel
Kapan pengukuhan pengurus DWP UNS dilaksanakan?
Pengukuhan dilaksanakan secara hibrida pada hari Rabu, 23 September 2026. Lihat di artikel
Siapa perwakilan dari UNS yang turut mendampingi dalam acara pengukuhan tersebut?
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UNS, Prof. Dr. E. Muhtar, S.Pd., M.Si., CfrA turut membersamai pengukuhan DWP UNS. Lihat di artikel



















