Prof. Zaafri Husodo, alumnus FEB UNS dan Guru Besar UI, hadir sebagai perwakilan IKA UNS untuk membagikan inspirasi kepada para wisudawan dalam acara Wisuda UNS di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram pada Sabtu, 26 September 2026. Ia memotivasi lulusan agar menjaga idealisme, adaptif, mengingat akar tempat tumbuh, dan memohon doa orang tua.
UNS — Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Zaafri Husodo, M.B.A., Ph.D. hadir sebagai perwakilan Ikatan Alumni Universitas Sebelas Maret (IKA UNS) dalam acara Wisuda UNS yang digelar pada Sabtu (26/9/2026) kemarin di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram. Dalam kesempatan tersebut, Guru Besar Bidang Manajemen Risiko Keuangan dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) itu berbagi pengalaman perjalanan akademik dan karier sekaligus memberikan motivasi serta inspirasi kepada para wisudawan.
Prof. Zaafri merupakan alumnus Program Studi S1 Manajemen FEB UNS yang lulus pada 1997. Setelah menyelesaikan pendidikan di UNS, ia melanjutkan studi Magister Manajemen di UI dan kemudian menyelesaikan pendidikan doktoral di University of Sydney, Australia. Saat ini, Prof. Zaafri dikenal sebagai akademisi yang memiliki keahlian di bidang manajemen risiko, stabilitas sistem keuangan, ekonomi, dan kecerdasan komputasional.
Dalam sambutannya, Prof. Zaafri mengajak para wisudawan untuk memandang kelulusan bukan sebagai akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan baru yang penuh dengan berbagai kemungkinan. Menurutnya, setelah lulus, setiap orang dapat menempuh jalan yang berbeda, baik melanjutkan pendidikan, bekerja, kembali ke institusi asal, membangun usaha, maupun masih mencari arah karier.
“Kalau setelah lulus masih mencari arah, tidak apa-apa. Yang penting mulailah dengan bekal yang dimiliki. Kita lulus itu sudah merupakan pencapaian yang luar biasa. Setelah itu, kita akan terus belajar dari orang-orang di sekitar kita,” tutur Prof. Zaafri.
Ia kemudian membagikan empat pesan utama yang menurutnya penting menjadi bekal para lulusan dalam menghadapi kehidupan setelah wisuda. Pertama, menjaga idealisme, terutama dengan menjunjung tinggi kejujuran, integritas, dan nama baik almamater. Kedua, tetap adaptif terhadap perubahan dan berbagai situasi yang akan dihadapi dalam perjalanan karier maupun kehidupan.
Ketiga, Prof. Zaafri mengingatkan para lulusan untuk tidak melupakan akar tempat mereka tumbuh. Bagi alumni UNS, hal tersebut berarti tetap membawa nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UNS serta memahami konteks lingkungan dan masyarakat ketika menerapkan ilmu yang telah dipelajari. Keempat, ia berpesan agar setiap langkah senantiasa diiringi doa dan ridho orang tua.
Pesan tersebut disampaikan Prof. Zaafri berdasarkan pengalaman pribadinya. Setelah lulus dari FEB UNS pada 1997, ia sempat mengalami kesulitan dalam memperoleh pekerjaan. Berbagai lamaran yang diajukan ke industri manufaktur maupun lembaga regulator belum membuahkan hasil. Dalam situasi tersebut, ia berdiskusi dengan dosen dan orang tua hingga akhirnya mendapat dorongan untuk melanjutkan pendidikan dan kemudian menekuni profesi sebagai dosen.

“Pengalaman saya, ketika lulus dari UNS tahun 1997, saya melamar kerja ke berbagai tempat dan tidak ada yang diterima. Kemudian saya berdiskusi dengan dosen dan orang tua. Dari situlah saya mendapat saran untuk melanjutkan sekolah dan akhirnya perjalanan saya menjadi dosen dimulai,” ungkapnya.
Perjalanan tersebut juga tidak selalu berjalan mulus. Ketika hendak melanjutkan pendidikan doktoral, aplikasi beasiswa yang diajukannya pada tahun pertama ditolak oleh berbagai universitas. Prof. Zaafri mengaku sempat mengalami kekecewaan. Namun, ia kemudian berdiskusi dengan rekan-rekan sejawat untuk mengevaluasi dan memperbaiki strategi. Pada tahun berikutnya, ia berhasil diterima di sejumlah universitas dan akhirnya melanjutkan studi doktoral di Australia.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting baginya bahwa kegagalan bukan alasan untuk berhenti. Ia mengajak para wisudawan memberikan waktu kepada diri sendiri ketika mengalami kekecewaan, kemudian mengevaluasi apa yang dapat diperbaiki dan kembali melangkah dengan respons yang lebih baik.
“Kalau kecewa, beri waktu pada diri sendiri untuk kecewa. Setelah itu mulai bertanya, apa yang bisa saya perbaiki setelah upaya yang saya lakukan ini gagal? Dari pertanyaan-pertanyaan itu, kita akan memulai langkah yang lebih baik lagi,” pesannya.
Prof. Zaafri juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan orang-orang yang telah membantu perjalanan para wisudawan hingga mencapai titik kelulusan. Menurutnya, dosen, keluarga, teman, dan orang-orang di sekitar memiliki peran penting yang terkadang baru terasa manfaatnya dalam perjalanan kehidupan setelah lulus.
Menutup sambutannya, Prof. Zaafri mengajak para wisudawan untuk merayakan pencapaian yang telah diraih sebagai buah dari perjuangan dan kerja keras selama menempuh pendidikan. Ia juga berpesan agar para wisudawan melangkah ke masa depan dengan optimisme dan keyakinan bahwa masih banyak hal yang dapat dipelajari serta berbagai peluang baik yang dapat diwujudkan.
“Jaga idealisme Anda, tetaplah adaptif, ingatlah akar tempat Anda tumbuh, dan iringi setiap langkah dengan doa serta ridho dari orang tua. Semoga ilmu dari UNS menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang bermakna dan memberi manfaat bagi sesama,” pungkas Prof. Zaafri. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa perwakilan IKA UNS yang hadir sebagai pembicara dalam acara Wisuda UNS 2026?
Prof. Zaafri Husodo, M.B.A., Ph.D., yang merupakan alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS hadir sebagai perwakilan IKA UNS. Lihat di artikel
Kapan acara Wisuda UNS yang dihadiri oleh Prof. Zaafri Husodo digelar?
Acara Wisuda UNS tersebut digelar pada Sabtu, 26 September 2026 di Auditorium G.PH. Haryo Mataram. Lihat di artikel
Apa saja empat pesan utama yang dibagikan oleh Prof. Zaafri kepada para wisudawan?
Empat pesan utama tersebut adalah menjaga idealisme dengan integritas, tetap adaptif terhadap perubahan, tidak melupakan akar tempat tumbuh, serta diiringi doa dan ridho orang tua. Lihat di artikel

















