Rakernas II Konsorsium Forum LSP P1 Perguruan Tinggi di UNS Resmi Dibuka

Rakernas II Konsorsium Forum LSP P1 Perguruan Tinggi di UNS Resmi Dibuka
Dengarkan artikel

Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Konsorsium Forum Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 Perguruan Tinggi Tahun 2026. Kegiatan yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional ini berlangsung di Gedung Ki Hadjar Dewantara UNS Tower pada Jumat (11/9/2026) hingga Sabtu (12/9/2026), serta diikuti oleh 134 peserta dari 74 LSP P1 se-Indonesia untuk memperkuat tata kelola dan kolaborasi sertifikasi profesi.

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Konsorsium Forum Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 Perguruan Tinggi Tahun 2026. Kegiatan yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional tersebut mengangkat tema “Penguatan Tata Kelola dan Implementasi Kolaborasi LSP Perguruan Tinggi untuk SDM Unggul Indonesia”. Kegiatan tersebut bertempat di Gedung Ki Hadjar Dewantara UNS Tower, Jumat (11/9/2026) dan Sabtu (12/9/2026).

Rakernas II Konsorsium Forum LSP P1 Perguruan Tinggi diikuti 134 peserta dari 74 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 se-Indonesia. Para peserta berasal dari 64 PTN, 23 PTS, 18 perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah, 18 perguruan tinggi keagamaan, serta 8 politeknik, yang menunjukkan luasnya partisipasi perguruan tinggi dalam penguatan sertifikasi profesi di Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D., membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Prof. Dody menyampaikan bahwa perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya menghasilkan lulusan bergelar akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan, terukur, dan dapat dibuktikan serta diakui. Menurutnya, penguatan sertifikasi profesi menjadi bagian penting dalam memastikan lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Gelar akademik tetap sangat penting. Pendidikan tinggi merupakan fondasi utama dalam membangun pengetahuan dan kapasitas intelektual seseorang. Namun, dunia kerja semakin membutuhkan bukti yang lebih konkret mengenai apa yang benar-benar dapat dilakukan seseorang dan seberapa kompeten ia dalam bidangnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, perubahan kebutuhan kompetensi tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan yang semakin berorientasi pada keterampilan (skills-first approach). Dalam konteks tersebut, sertifikasi kompetensi menjadi salah satu instrumen penting untuk memberikan pengakuan terhadap kemampuan individu sekaligus meningkatkan kepercayaan dunia kerja terhadap kompetensi lulusan perguruan tinggi.

Menurutnya, keberadaan LSP P1 di perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja serta dunia profesi. LSP diharapkan dapat memastikan lulusan tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kompeten, memiliki daya saing, dan mampu memenuhi tuntutan profesi.

“Ketika kita berbicara tentang daya saing, kita sesungguhnya tidak hanya berbicara mengenai daya saing individu. Kita sedang berbicara mengenai daya saing perguruan tinggi, dunia kerja, dan pada akhirnya daya saing bangsa Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Dody menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh hanya berorientasi pada jumlah lulusan, tetapi juga harus memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang diakui dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Selain itu, lulusan perlu dibekali kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

Dalam konteks tersebut, Rakernas II Konsorsium Forum LSP P1 Perguruan Tinggi menjadi momentum penting untuk memperkuat kelembagaan, meningkatkan koordinasi, dan membangun kolaborasi dalam pengembangan sertifikasi profesi di lingkungan perguruan tinggi Indonesia.

Prof. Dody menilai tema Rakernas tahun ini sangat relevan dengan tuntutan peningkatan kualitas SDM. Penguatan tata kelola dan kolaborasi dinilai dapat meningkatkan kinerja sekaligus kualitas layanan LSP.

“Perguruan tinggi tidak mungkin berjalan sendiri. Kita membutuhkan sinergi dengan BNSP, pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, asosiasi profesi, serta berbagai stakeholder,” katanya.

Prof. Dody berharap Rakernas II tidak berhenti pada gagasan dan rekomendasi. Tetapi mampu menghasilkan kesepakatan konkret, program kolaborasi yang nyata, penguatan tata kelola, serta inovasi dalam penyelenggaraan sertifikasi kompetensi di perguruan tinggi Indonesia.

“Semoga dari forum ini lahir kesepakatan-kesepakatan konkret dan program kolaborasi yang nyata sehingga memberikan manfaat besar bagi pendidikan tinggi, dunia kerja, dan bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Rakernas II Konsorsium Forum LSP P1 Perguruan Tinggi Tahun 2026 dihadiri Direktur Sumber Daya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T., IPM., yang mewakili Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi secara daring, Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Syamsi Hari, S.E., M.M.; Komisioner BNSP Prof. Dr. Amilin, S.E., S.H., M.Si., Ak., CA., QIA., BKP., CRMP.; Presiden Konsorsium Forum LSP P1 Perguruan Tinggi, Ir. Mukti Ali, S.T., M.T., Ph.D., IPU., Sekretaris Jenderal Konsorsium Prof. Dr. Ir. Sri Purwanti, S.Pt., M.Si., IPU., ASEAN Eng., serta para pimpinan perguruan tinggi dan pengelola LSP P1 dari berbagai wilayah di Indonesia.

HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Dimana penyelenggaraan Rakernas II Konsorsium Forum LSP P1 Perguruan Tinggi Tahun 2026?

Kegiatan tersebut bertempat di Gedung Ki Hadjar Dewantara UNS Tower. Lihat di artikel

Berapa jumlah peserta yang mengikuti Rakernas II Konsorsium Forum LSP P1 Perguruan Tinggi?

Kegiatan ini diikuti oleh 134 peserta dari 74 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 se-Indonesia. Lihat di artikel

Siapa yang membuka acara Rakernas II Konsorsium Forum LSP P1 Perguruan Tinggi di UNS?

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D. Lihat di artikel